Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Mengajaknya bertemu


__ADS_3

"Sepertinya akun Daniel yang ini masih aktif." Gumam Naina saat melihat tanggal postingan terakhir di akun media sosial Daniel. Dengan tangan gemetar dan hati yang mulai meragu, Naina pun mengirimkan pesan singkat lewat akun media sosialnya pada akun Daniel.


Setelah mengirimkan pesan pada Daniel, Naina pun segera mematikan data selulernya. "Apa keputusan aku kali ini sudah benar?" Lirih Naina merasa bimbang.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan menampakkan wajah Zeline di sana.


"Tak... Ibu ajak makan malam itu." Ucap Zeline sambil memainkan rambutnya yang dikepang.


Naina mengangguk. "Apa Ayah sudah berada di meja makan?" Tanya Naina yang diangguki oleh Zeline.


Naina pun segera keluar dari dalam kamarnya tanpa membawa ponselnya.


Semoga Daniel membalas pesan yang aku kirimkan. Batin Naina sambil mengikuti langkah kaki Zeline.


*


Di dalam kamarnya, Daniel yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya menatap ke arah ponselnya yang menyala tergeletak di atas sofa. Langkah kaki Daniel pun menuju ke arah sofa saat mendengar suara notifikasi pesan masuk dari akun sosial medianya.


Daniel segera menyambar ponselnya lalu melihat siapakah gerangan yang mengirimkan pesan padanya.

__ADS_1


"Naina?" Gumam Daniel dengan wajah terkejut saat melihat nama pengirim pesan. Tanpa membuang waktu lama, Daniel pun segera membuka pesan yang Naina kirimkan.


Bisakah kita bertemu malam ini? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepadamu. Jika bisa temui aku di cafe X jam delapan malam. \~ Naina.


"Naina mengajakku bertemu?" Gumam Daniel merasa bingung dengan ajakan wanita itu. Namun setelah mengingat pertemuannya dengan Ayah dan Ibu Naina tadi pagi, Daniel pun dapat menyimpulkan jika Naina pasti ingin membahas masalah kedatangannya dan Zeline.


Baiklah. Aku akan datang. Balas Daniel lalu mematikan layar ponselnya.


Niat Daniel malam itu yang ingin bertemu dengan ketiga sahabatnya pun ia urungkan dan lebih memilih menemui Naina untuk menyelesaikan permasalahan diantara mereka. Daniel pun segera melangkah menuju walk in closet untukmengganti pakaiannya. Ia memilih datang lebih awal dan menunggu Naina di cafe yang akan menjadi tempat pertemuan mereka malam ini.


*


Saat sudah berada dikamarnya, Naina pun segera mengaktifkan kembali data seluler ponselnya yang sempat ia matikan.


Ting


Ting


Dua buah notifikasi pesan masuk dari akun media sosial medianya membuat detak jantung Naina berdetak dengan cepat.


"Daniel membalas pesan yang aku kirimkan?" Gumam Naina lalu membuka pesan balasan dari Daniel.

__ADS_1


Setelah membaca balasan pesan Daniel yang menyetujui ajakannya, Naina pun kembali keluar dari dalam kamarnya menemui ayah dan ibunya untuk berpamitan pergi malam ini.


*


"Aku harap keputusanku kali ini sudah benar." Gumam Naina lalu turun dari motornya.


Saat sudah masuk ke dalam Cafe, pandangan Naina pun langsung tertuju pada Daniel yang ternyata sudah menunggu kedatangannya sambil memainkan ponsel di tangannya.


Ternyata dia benar-benar datang. Ucap Naina dalam hati. Dengan langkah ragu Naina pun segera melangkah ke arah Daniel.


Di mejanya, Daniel yang merasa ada seseorang yang kini tengah berjalan ke arah mejanya pun mengangkat kepalanya hingga kini pandangannya dan Naina pun bertemu.


"Kau sudah datang?" Tanya Daniel pada Naina setelah Naina berada di dekatnya.


***


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku Bukan Sekedar Menikahi.


Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗


Terimakasih🤗

__ADS_1


__ADS_2