
Deg
Lagi-lagi detak jantung Naina dibuat berdetak begitu cepat oleh perkataan manis Aga. "Terimakasih, Kak." Balas Naina tersenyum kaku.
Mobil pun terus melaju hingga sampai di sebuah restoran mewah. "Kita akan makan di sini, Kak?" Tanya Naina meragu saat melihat betapa mewahnya penampakan restoran di depannya.
Aga mengangguk. "Ayo masuk." Ajak Aga sambil mengambil sebelah tangan Naina untuk ia genggam.
Ah... Lagi-lagi detak jantung Naina tidak bekerja dengan baik oleh pria dingin bernama Aga itu.
Saat sudah berada di dalam restoran, Aga mengajak Naina untuk masuk ke salah satu lift yang akan membawa mereka ke lantai tertinggi di restoran itu. Lift pun berhenti saat sudah berada di lantai rooftop.
"Ayo." Ajak Aga sambil menggandeng tangan Naina keluar dari dalam lift.
Naina tertegun. Pandangannya mengedar menatap pada suasana romantis yang mulai ia rasakan saat menginjak lantai rooftop yang membuat hatinya mulai merasa tenang.
__ADS_1
"Kenapa tidak ada orang di sini, Kak?" Tanya Naina yang sejak tadi memperhatikan tidak ada satu pun orang di sana kecuali mereka berdua.
"Karena tempat ini sudah aku kosongkan khusus untuk kita berdua." Balas Aga dengan datar dan tangan yang terus menggenggam tangan Naina menuju sebuah meja bulat dengan dua buah kursi yang berada di ujung rooftop. Beragam dekorasi bunga yang terlihat cantik dan lampu gantung yang di pasang mengelilingi meja makan mereka membuat Naina merasa suasana malam itu semakin romantis.
"Ayo duduk." Ajak Aga saat melihat Naina hanya diam saja sambil memperhatikan pemandangan di sekitarnya.
Tak lama beberapa orang pelayan pun datang membawakan beberapa macam makanan yang kemudian dihidangkan di depan mereka.
"Selamat menikmati, Tuan, Nona." Ucap para pelayan itu berbarengan sambil membungkuk.
"Bukankah begitu pula denganmu." Balas Aga yang sepertinya tidak ingin membuat Naina curiga. "Ayo makan dulu." Ajak Aga yang diangguki oleh Naina.
Acara makan malam itu pun berlangsung tanpa ada pembicaraan sama sekali di dalamnya. Setelah hampir dua puluh menit menikmati makan malam mereka dan para pelayan pun telah kembali membersihkan meja mereka, Aga pun berdehem untuk memulai pembicaraan diantara mereka.
"Naina..." Ucap Aga dengan tatapan yang kini hanya terpenuhi oleh wajah Naina.
__ADS_1
"Iya, Kak..." Balas Naina sambil menatap pada wajah tampan Aga.
"Apa kau pernah merasakan perasaan nyaman setiap bersamaku seperti saat ini?" Tanya Aga dengan serius tanpa memutus tatapannya dari Naina.
Naina terdiam beberapa saat sambil mengartikan perasaanya saat ini. "Ya. Aku merasakannya, Kak." Balas Naina dengan jujur.
Aga nampak tersenyum tipis. "Begitu pula yang aku rasakan setiap bersamamu. Perasaan nyaman setiap saat bersamamu tidak dapat aku pungkiri. Mungkin sejak awal aku membatasi diriku dengan setiap wanita yang berada di dekatku. Namun entah mengapa saat melihat wajahmu untuk pertama kalinya, aku merasa tidak dapat mengalihkan pandanganku dari wajahmu barang sekali pun." Ucapan Aga yang terkesan panjang itu membuat detak jantung Naina berdetak semakin kencang.
"Aku bukanlah pria yang mudah mengerti dengan apa yang aku rasakan. Namun semenjak aku sering bersamamu dan mencoba untuk memahami perasaanku, aku baru menyadari jika wajah dan namamu sudah tersimpan dalam di hatiku."
****
Lanjut lagi? Banyakin komen, vote dan likenya dulu, ya!
Yang gak sabar cerita sama Daniel akan tayang beberapa bab ke depan ya... Harap bersabar😉
__ADS_1