Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Permintaan maaf


__ADS_3

"Tentu saja Princess Papa sangat cantik." Puji Daniel yang membuat wajah Zeline malu-malu.


"Papah..." Zeline pun memeluk kaki Daniel sangking malunya.


"Astaga Zeline..." Naina hanya bisa menghela nafas panjang melihat genitnya putrinya.


Daniel tertawa kecil lalu mengangkat tubuh Zeline dan menggendongnya. "Mau cantik begini untuk siapa sih?" Goda Daniel.


"Temen Papah itu." Ucap Zeline lalu menjatuhkan wajahnya di bahu Daniel.


Daniel menggelengkan kepalanya. Sungguh ia dibuat gemas melihat sikap genit putrinya di umurnya yang masih kecil.


"Ayo masuk." Ajak Daniel pada Naina.


"Ayo." Balas Naina lalu berjalan beriringan dengan Daniel.


Melihat kedatangan Daniel dan Naina di ambang pintu, membuat Dio dan Marvel sontak bangkit dari duduknya.


"Princess Zeline..." sapa mereka berbarengan pada Zeline yang kini tengah menatap malu-malu pada mereka.


"Om danteng..." lirih Zeline lalu menutup wajahnya.

__ADS_1


"Ahaha..." Marvel dan Dio tertawa gemas melihat sikap malu-malu tapi mau Zeline.


"Zeline... tidak boleh seperti itu." Naina memperingati putrinya dengan mengelus lembut kepalanya.


Daniel pun terus melangkah hingga kini berada tepan di depan Marvel dan Dio.


"Apa kalian sudah lama?" Tanya Daniel.


Marvel dan Dio mengangguk cepat. "Cukup lama untuk rasa tidak sabar kami bertemu dengan Zeline." Seloroh mereka kemudian.


Kevin dan Daniel menggelengkan kepalanya melihat sikap kedua sahabatnya.


"Apa kalian tidak mengingat tujuan kita berada di sini." Tegur Kevin agar Marvel dan Dio tak melanjutkan godaan mereka pada Zeline.


"Naina... ayo duduk dulu." Ajak Dio.


Naina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu duduk di kursi kosong berdampingan dengan kursi untuk Daniel. Sedangkan Daniel mendudukkan putrinya lebih dulu di kursi sebelahnya.


Seorang pelayan datang menghampiri meja mereka sambil membawa buku menu.


"Naina, Daniel, silahkan dipesan." Ucap Dio.

__ADS_1


"Terimakasih." Balas Naina lalu melihat menu minuman dan makanan yang cocok untuk Zeline lalu untuk dirinya.


Setelah kepergian pelayan, situasi di meja pun mulai canggung sebab Dio dan Marvel nampak ragu untuk memulai pembicaraan.


"Lebih baik kita makan dan minum dulu sebelum masuk ke inti pembahasan." Tutur Kevin yang diangguki Dio dan Marvel. Sedangkan Naina mengkerutkan dahinya merasa bingung pembahasan apa yang mereka maksud.


*


Setelah menyantap makanan dan minuman yang mereka pesan dan telah membawa Zeline untuk bermain bersama keponakan Dio, akhirnya mereka pun memulai pembicaraan mereka malam itu.


"Naina, tujuan kami ingin bertemu denganmu malam ini adalah untuk meminta maaf atas kesalahan kami di masa lalu kepadamu." Ucap Kevin memulai pembicaraan di antara mereka.


Naina mengangkat wajahnya yang tertunduk. Ia memilih menatap wajah Kevin yang terlihat sangat tulus saat mengatakannya.


"Kami sadar jika kesalahan kami di masa lalu kepadamu sangatlah keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan. Namun kami berharap kebesaran hatimu untuk bisa memaafkan kami." Lanjut Kevin saat Naina tak membalas ucapannya.


"Kenapa kalian melakukan itu kepadaku? Apa salahku kepada kalian? Apa aku segitu rendah di mata kalian hingga kalian menjadikan aku sebagai bahan taruhan? Dan apa kalian sadar akibat dari taruhan kalian kepadaku beberapa tahun lalu?" Tanya Naina panjang lebar dengan bibir bergetar. Mengingat kejahatan Daniel dan teman-temannya beberapa tahun lalu membuat Naina sulit mengontrol emosinya saat ini.


***


Jangan lupa berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Semakin banyak dukungannya, SHy semakin semangat menulisnya ini🌹

__ADS_1


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).


Terimakasih☺️


__ADS_2