
Naina dan Daniel terlihat telah berada di atas pelaminan dengan memakai baju pengantin yang berbeda dari akad mereka. Acara hari itu pun berlanjut dengan acara resepsi pernikahan dengan tema sederhana. Walau dari pihak keluarga Daniel menginginkan resepsi pernikahan Daniel digelar mewah karena Daniel adalah putra mereka satu-satunya dan anak bungsu, namun mereka tetap menghargai keputusan keluarga Naina terlebih alasan yang mereka katakan cukup masuk akal untuk menolak resepsi pernikahan yang mewah.
Di tengah Naina dan Daniel kini sedang sibuk menyalami para tamu yang naik ke atas pelaminan, Zeline terlihat juga tengah sibuk menebar kecantikannya di tengah teman-teman Daniel dan Naina.
"Zel tantik gini, Om?" Zeline yang tengah berada di pangkuan Aga terlihat malu-malu menatap Marvel dan Dio yang baru saja memujinya.
Marvel dan Dio mengangkat kedua jempolnya bersamaan. "Zel sungguh cantik. Bahkan melebihi kecantikan Mama Naina dan Kak Amara." Puji Dio.
"Masa ya Om?" Zeline menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sangking malunya.
"Itu benar. Zel sangat cantik. Namanya saja Princess Zeline." Thoriq yang sejak tadi diam pun ikut masuk ke dalam obrolan Marvel dan Dio.
"Om danteng..." lirih Zeline mengayunkan kedua kakinya.
"Hahaha..." Dio, Marvel dan Thoriq pun tertawa bersamaan.
"Kalian ini kenapa sekali menggodanya?" Aga mendecakkan lidah melihat sikap teman-teman Naina dan Daniel.
__ADS_1
"Karena Zel sangat cantik." Timpal Dimas.
"Kau benar. Zel memang sangat cantik. Persis seperti Naina." Tambah Sasa.
Zeline seketika melepaskan telapak tangannya dari wajahnya.
"Zel tantik gini milip Mamah." Zeline memasang wajah begitu menggemaskan hingga membuat Sasa memasang wajah ingin menggigit pipinya.
"Boleh gigit tidak ini." Sasa yang sangat merasa gemas memegang kedua pipi bulat Zeline dan berniat menggigitnya.
Sasa tertawa kecil lalu melepas kedua tangannya. Candaan mereka pun terus berlanjut hingga membuat Zeline melupakan keinginannya yang ingin duduk di pelaminan bersama kedua orang tuanya setelah tadi sempat beradu mulut dengan Farhan dan Fahri yang terus mengejeknya.
*
Pukul empat sore, acara resepsi pernikahan Daniel dan Naina pun akhirnya selesai. Naina dan Daniel turun dari atas pelaminan dengan bergandengan tangan seolah tak bisa dipisahkan.
"Dimana Zeline?" Naina mengedarkan pandangannya mencari keberadaan putrinya. Sejak satu jam yang lalu hatinya dibuat tidak tenang karena tidak melihat keberadaan Zeline disekitarnya.
__ADS_1
"Mungkin Zeline berada di dalam rumah." Balas Daniel menenangkan Naina. Karena kekhawatiran Naina pada Zeline, Naina sampai melupakan kegugupannya karena dekat dengan Daniel.
Naina dan Daniel pun terus berjalan hingga masuk ke dalam rumah. Dilihatnya di dalam rumah Amara nampak sedang berbincang dengan Agatha seraya tertawa. "Mara, dimana Zeline?" Tanya Naina dengan wajah cemas.
"Zeline?" wajah Amara nampak bingung. Namun sesaat kemudian ia tersenyum. "Zel sedang dibawa pergi jalan-jalan oleh Kak Aga dan teman-teman Kakak yang lainnya karena tadi dia menangis." terang Amara.
"Menangis? Kenapa Zeline menangis?" Naina semakin cemas.
"Itu karena Farhan dan Fahri yang selalu menggodanya, Kak." Timpal Agatha.
"Benar, Farhan dan Fahri tak henti menggoda Zeline hingga membuat Zeline akhirnya menangis. Apa lagi mereka selalu merubah nama Zeline." Tambah Amara sambil tertawa kecil.
"Anak-anak itu..." Daniel dibuat menggeleng mengingat tingkah kedua keponakan nakalnya.
***
Lanjut? Ayuk berikan dulu vote, gift, komen dan likenya di hari senin🌹
__ADS_1