Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Mencaritahu diam-diam


__ADS_3

Daniel menghela nafas panjang sebelum membalikkan tubuhnya menatap pada Mamanya. "Maafkan aku, Ma. Aku harus pergi dulu dan aku janji akan menjawab pertanyaan Mama nanti malam." Ucap Daniel lalu melangkah meninggalkan rumah Dara.


Mama Hasna terdiam dan tidak lagi mencegah langkah putranya. Pandangannya kini nampak kosong dengan banyaknya pertanyaan yang berputar di benaknya.


"Mama... Mama tidak apa-apa?" tanya Dara merasa cemas melihat wajah Mamamya yang nampak pucat.


"Dara... apa kau memikirkan apa yang sedang Mama pikirkan?" Tanya Mama Hasna dengan suara tertahan.


Dara mengangguk. "Dara yakin ada hal besar yang Daniel sembunyikan dari kita, Ma." Lirih Dara.


"Apa maksudmu?" Mama Hasna menatap tajam pada putrinya.


"Maafkan Dara, Ma." Dara menahan ucapannya.


"Maaf? Maaf untuk apa Dara?" Tanya Mama Hasna menatap bingung pada putrinya.


"Maaf karena Dara secara diam-diam mencari tahu identitas dari Naina wanita yang Dara ceritakan waktu. Rasa penasaran Dara yang berlebihan terhadap warna mata anaknya membuat Dara sangat ingin mengetahui siapakah ayah dari anaknya."


"Lalu?" Mama Hasna seperti sudah menangkap arti ucapan putrinya.

__ADS_1


"Namun sebelum itu, mungkin hal ini akan membuat Mama sedikit terkejut saat mengetahuinya." Dara nampak ragu untuk berbicara.


"Langsung saja Dara. Jangan membuat Mama penasaran." Cetus Mama Hasna.


"Ternyata Naina yang Dara ceritakan waktu itu adalah wanita yang sama dengan Naina kekasih Aga, Ma." Ucap Dara dengan pelan.


"Apa?!" Mama Hasna terbelalak.


"Tenanglah, Ma. Ayo duduk dulu." Ajak Dara menuntun Mama Hasna kembali duduk di sofa kembali. "Minum dulu, Ma." Ucap Dara sambil memberikan segelas air putih pada Mamanya.


Mama Hasna menerimanya lalu meneguknya hingga tandas.


"Apa Mama sudah tenang?" Tanya Dara memastikan. Karena ia takut jika Mamanya akan shok setelah mendengarkan apa yang akan ia katakan nanti.


"Dara tidak salah informasi, Ma." Dara pun mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan sebuah foto pada Mamanya. "Apakah dia adalah Naina kekasih Aga?" Tanya Dara memperlihat foto Naina dari media sosial Naina.


Mama Hasna mengangguk.


"Dan Naina inilah yang Dara ceritakan waktu itu. Mereka orang yang sama, Ma." Ucap dengan pelan.

__ADS_1


"Apa Aga adalah ayah dari anak itu?" Tebak Mama Hasna.


Dara menggeleng. "Sayangnya bukan. Lagi pula Aga dan Naina baru bertemu di saat Naina bekerja di perusahaan keluarga kita, Ma."


"Lalu siapa ayah dari gadis itu?" Mama Hasna pun membalikkan topik mereka ke awal.


"Dara belum dapat memastikannya, Ma. Tapi dari informasi yang baru saja Dara dapatkan, ternyata Naina adalah teman Daniel waktu masih bersekolah di yayasan keluarga kita, Ma."


"Apa Daniel dan Naina memiliki hubungan khusus saat mereka sekolah dulu?" Cecar Mama Hasna.


"Untuk itu..." Dara semakin ragu melanjutkan ceritanya.


"Jelaskan Dara! Kau jangan membuat Mama berpikiran yang macam-macam." Ucap Mama Hasna dengan tegas.


"Mama..." Dara menggenggam erat tangan mama Hasna. "Dara tidak dapat memastikan apa Daniel dan Naina pernah menjalin hubungan, namun yang pasti Daniel pernah membawa Naina masuk ke dalam apartemennya beberapa kali, Ma." Ucap Dara semakin menggenggam erat tangan Mama Hasna.


"Apa?!" Mama Hasna benar-benar dibuat terkejut mendengarkan ucapan dari putrinya. "Dara..." Helaan nafas Mama Hasna kian memberat. "Jangan bilang jika Daniel..." Mama Hasna tak dapat melanjutkan ucapannya yang membuat dadanya kian sesak.


***

__ADS_1


Lanjut? Berikan dukungan dulu yuk degan cara komen, like dan votenya.


Dan sambil menunggu cerita Naina dan Daniel update, silahkan mampir ke karya aku yang baru yang berjudul Bukan Sekedar Menikahi. Lanjutan dari novel aku Hanya Sekedar Menikahi. Terimakasih😉


__ADS_2