Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Ada apa dengan Daniel?


__ADS_3

Tubuh pria itu nampak bergetar saat melihat semua bukti kecurangannya sudah ada di depan matanya. Nominal banyaknya penyelewengan dana perusahaan yang ia lakukan sudah tertulis jelas di lembaran kertas di depannya saat ini.


"Saya tidak menyangka, orang kepercayaan Papa saya selama ini ternyata adalah musuh dibalik selimut." Ucap Daniel dengan tatapan tajamnya.


"Tuan Daniel, saya—"


"Tutup mulut kotormu itu!" Bentak Daniel hingga membuat pria itu terdiam. "Kurang apa Papa saya selama ini? Mengangkat derajatmu hingga membuat anak-anakmu bisa hidup berfoya-foya?!" Rahang Daniel nampak mengeras. Guratan kemarahan tercetak jelas di wajahnya saat ini.


"Jika saja bukan mengingat kau pernah menjadi teman baik Papa saya, saya tidak akan segan-segan melemparmu menjadi santapan hiu peliharaan saya!" Maki Daniel.


Tubuh pria itu semakin bergetar. Ia benar-benar ketakutan melihat sisi lain seorang Daniel saat ini. Ia memang pernah mendengar jika Daniel memelihara beberapa binatang buas yang banyak tidak diketahui orang lain.


Di lobby perusahaan, kedatangan beberapa orang polisi yang masuk ke dalam perusahaan membuat para karyawan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.


"Marko, apa mereka sudah datang?" Tanya Daniel menatap pada asistennya yang nampak berdiri tegap di sampingnya.


Marko mengangguk. "Sebentar lagi mereka akan datang." Balas Marko.


Tak lama pihak kepolisian pun masuk ke dalam ruangan rapat. Tim keuangan terlebih pria bertubuh gempal itu nampak ketakutan.


"Tuan Daniel..." pria itu masih berusaha mencoba berbicara dengan Daniel namun Daniel mengangkat sebelah tangannya di udara seolah menyuruh pri itu untuk diam.

__ADS_1


"Kau bisa menjelaskan semua kebusukanmu di depan pihak kepolisian!" Ucap Daniel dengan tatapan nyalang.


"Silahkan, Pak." Marko pun dengan sigap mengarahkan pihak kepolisian untuk melakukan tugasnya.


Seorang wanita dari divisi keuangan nampak terkejut saat dirinya turut di tangkap oleh pihak kepolisian.


"Apa-apaan ini! Saya tidak bersalah!" Wanita itu memberontak saat tangannya sedang diborgol oleh pihak kepolisian.


"Semua bukti tentang kejahatan anda sudah ada di tangam kami. Silahkan jelaskan di kantor kami nanti, Nona." Ucap seorang polisi dengan tangan terus bekerja memborgol tangan wanita itu.


*


"Apa kau tahu Naina jika pagi ini suasana di perusahaan sedang tidak aman?" Tany Sasa saat masuk ke dalam ruangan mereka dengan wajah tegangnya.


"Apa tentang penangkapan direktur keuangan? Aku mengetahuinya dari grup perusahaan." Balas Naina.


Sasa mengangguk. "Ini sungguh mengerikan. Tuan Daniel pasti sangat marah besar karena mengetahui adanya seorang pengkhianat di perusahaannya." Sasa bergidik ngeri.


Naina yang mendengarkannya turut bergidik membayangkan kemaran seorang Daniel yang pernah dilihatnya waktu kuliah dulu.


"Tapi... aku baru mengingat jika tadi pagi saat Tuan Daniel masuk ke perusahaan wajahnya terlihat babak belur. Sungguh aneh sekali." Ucap Sasa mengingat wajah tampan Daniel yang penuh lebam.

__ADS_1


"Ada apa dengan Daniel?" Aga yang mendengarkan ucapan Sasa pun bertanya.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi. Sepertinya Tuan Daniel baru saja dipukul oleh seseorang." Ucap Sasa menebak-nebak.


Aga pun hanya diam dan tak lagi membalas ucapan Sasa. Karena saat ini pemikirannya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada sepupunya itu. Selama ini ia belum pernah mendengar Daniel dipukul oleh orang lain selain Daniel sendirilah yang memukul orang. Begitu pula dengan Naina yang nampak larut dalam pemikirannya memikirkan keadaan Daniel saat ini.


***


Untuk mendukung cerita ini, mohon berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift.


Sambil menunggu cerita Naina dan Daniel update, teman-teman silahkan mampir di karya aku yang lainnya ya.


- Bukan Sekedar Menikahi (On Going)


- Hanya Sekedar Menikahi (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


Terimakasih🌹

__ADS_1


__ADS_2