Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Pertunangan Daniel


__ADS_3

"Tidak usah difikirkan... Aku hanya bercanda." Ucap Thoriq dengan tertawa jenaka.


Naina tersenyum. Namun berbeda dengan Dimas dan Sasa yang dibuat menggeleng dengan tingkah Thoriq yang menurut mereka ada-ada saja.


"Tak... Mau itu..." Ucap Zeline sambil menunjuk pada puding yang ada di atas meja dengan berbagai macam aneka kue.


"Zel mau itu?" Tanya Naina yang diangguki cepat oleh Zeline.


"Ayo, Tak..." Ajak Zeline sambil menarik baju Naina.


"Iya, iya... Ayo..." Balas Naina lalu menuntun tangan putrinya menuju meja yang ditunjuk Zeline.


Saat sudah berada di dekat meja, wajah Zeline nampak berbinar menatap banyaknya kue yang sangat menggoda seleranya.


"Mau ini kan?" Tanya Naina mengangkat puding di tangannya.


Zeline mengangguk. "Lain uga mau, Tak. Ditit ja, Tak." Ucap Zeline dengan mata berkedip-kedip.


"Baiklah..." Balas Naina lalu mengambil beberapa macam kue yang diinginkan putrinya.

__ADS_1


"Duduk di sana, ya." Ajak Naina menunjuk pada meja yang masih kosong.


"Ya, Tak!" Balas Zeline begitu bersemangat merasa tak sabar untuk memakan cemilan yang diambilkan oleh Naina.


Saat sudah mendudukkan tubuh mungil Zeline di atas kursi, Naina pun mulai menyuapkan sedikit demi sedikit makanan yang ia bawa ke dalam mulut putrinya.


"Nak loh Tak!" Ucap Zeline merasa begitu senang saat satu potong puding sudah masuk ke dalam mulutnya.


"Iya... Habiskan, ya." Ucap Naina yang diangguki oleh Zeline.


Tak lama, Aga, Sasa, Dimas dan Thoriq pun turut bergabung bersama mereka dengan membawa cemilan masing-masing.


"Tak Aga... Nak loh ini... Mau nda?" Tawar Zeline sambil mengangkat makanan di tangannya.


Zeline pun menurutinya. Gadis kecil Naina itu pun mulai menghabiskan satu persatu makanan yang ada di depannya.


Di atas panggung, pembawa acara pun memulai acara pertunangan Daniel dan Queen yang kini menjadi pusat perhatian semua tamu undangan termasuk Naina. Acara demi acara pun terus berlanjut hingga tibalah saatnya Daniel dan Queen bertukar cincin yang membuat orang-orang berdecak kagum dengan keserasian mereka berdua.


"Tak danteng loh, Tak!" Ucap Zeline sambil menunjuk wajah Daniel di atas panggung yang nampak tersenyum setelah memasangkan cincin di jari manis Queen.

__ADS_1


Naina pun turut memandang ke atas panggung setelah sejak tadi hanya diam dan tertunduk tidak berani menyaksikan sesi acara pertunangan Daniel dan Queen.


"Wah... Mereka memang pasangan yang serasi." Decak Sasa yang ikut mengagumi ketampanan dan kecantikan Queen.


Mereka memang pasangan yang serasi. Daniel pria terpopuler di kampusnya, dan Queen wanita terpopuler di kampusnya saat itu.


"Naina... Kau tak apa?" Tanya Aga yang sejak tadi memperhatikan wajah Naina yang nampak murung.


"A-aku tidak apa-apa, Kak." Balas Naina seraya tersenyum kaku. "Emh... Tolong jaga Zel sebentar ya, Kak. Aku ingin ke kamar mandi sebentar." Ucap Naina yang diangguki oleh Aga.


Naina pun segera berjalan dengan terburu-buru menuju arah kamar mandi tanpa memperdulikan kini para tamu undangan tengah bersorak saat Daniel mencium kening Queen.


Tuhan... Kenapa rasanya masih sangat sakit. Batin Naina sambil membasuh wajahnya dengan air. Bahkan Naina tidak memperdulikan riasannya yang bisa saja luntur terkena sapuan air.


Setelah merasa sesak di dadanya cukup berkurang, Naina pun keluar dari dalam kamar mandi. Namun jantungnya dibuat berdetak begitu cepat saat melihat wajah yang tengah menunggunya di depan pintu kamar mandi.


"Da-daniel..." Ucap Naina sedikit terbata.


*

__ADS_1


Mana nih like, komen dan votenya?


Komen yuk, masak enggak😌


__ADS_2