
"Aku hanya ingin bertanggung jawab pada anakku tanpa menikahi ibunya, Queen. Aku hanya ingin membayar waktuku yang sudah terbuang selama empat tahun ini untuk anakku. Aku ingin memberikan kasih sayang yang tak pernah putriku dapatkan dari ayah kandungnya selama ini." Lanjut Daniel kemudian.
"Kau pasti berbohong! Kau pasti menginginkan ibu dari anakmu juga, Niel." Queen menggeleng tak percaya.
"Aku tidak pernah bercanda dalam hal seperti ini, Queen. Lagi pula ibu dari anakku sudah memiliki pria yang akan menjadi suaminya." Ucap Daniel tak ingin Queen semakin menduga-duga.
Queen terdiam. Kepalanya tertunduk. "Jika kau tidak ingin kembali pada ibu dari anakmu, lantas kenapa kau meninggalkan aku." Air mata Queen terus mengalir.
"Aku tidak ingin kau hidup dengan pria berengsek seperti diriku, Queen. Kau berhak mendapatkan pria yang baik dan mencintaimu. Aku tidak ingin kau selamanya hidup dengan pria yang tidak mencintaimu."
"Ternyata benar. Kau tidak pernah mencintaiku, Niel." Dada Queen semakin sesak mendengar pernyataan dari Daniel.
"Maafkan aku. Perasaan tidak dapat dipaksakan, Queen. Selama ini aku selalu berusaha mencoba mencintaimu. Namun hatiku selalu menolaknya." Walau pun menyakitkan, Daniel tetap mengungkapkannya.
Queen mengangkat kepalanya yang tertunduk. "Apa karena ibu dari anakmu? Apa karena dia kau tidak bisa mencintai wanita mana pun termasuk aku kekasihmu?"
__ADS_1
Daniel tertegun. Keheningan mulai menyelimuti percakapan mereka saat Daniel tak membalas ucapan Queen. Daniel menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi lalu memejamkan kedua matanya.
"Sampai saat ini aku tidak bisa memahami isi hatiku sendiri, Queen." Ucap Daniel setelah cukup lama terdiam.
Queen tersenyum di dalam tangisannya. "Tidak mungkin kau tidak mencintainya jika ku sampai berani menyentuhnya sejauh itu, Niel."
Hembusan nafas Daniel terdengar kasar. "Jangan berpikiran yang tidak-tidak yang bisa membuat kau semakin sakit, Queen." Tekan Daniel.
"Aku sudah terlalu sakit selama ini, Niel. Namun rasa sakitku selalu terbayar karena kau tetap memilih berada di sampingku. Kau adalah sumber rasa sakit dan kebahagiaanku, Niel. Aku benar-benar mencintaimu." Queen kembali tertunduk. "Aku sadar selama ini aku sakit karena cinta tak terbalas darimu, Niel. Namun aku tidak pernah ingin kehilanganmu. Kau lah sumber semangatku selama ini, Niel..." tubuh Queen bergetar hebat.
"Jangan menangis karena pria sepertiku, Queen." Daniel memegang kedua pundak Queen.
Queen mengangkat kepalanya. "Aku mohon jangan tinggalkan aku, Niel... aku tidak sanggup memulai hari-hariku tanpamu. Empat tahun kita bersama. Tidak mudah bagiku melewati hari baru tanpa dirimu." Queen memeluk erat tubuh Daniel dan menumpahkan air matanya di dada bidang Daniel.
Daniel membalas pelukan Queen lalu menanamkan ciuman singkat di kening Queen.
__ADS_1
"Aku tak bisa tanpamu, Niel..." Queen berucap semakin lirih.
"Kau pasti bisa, Queen. Kau adalah wanita yang baik. Akan mudah bagimu mendapatkan sosok yang lebih baik dariku dan mencintaimu." Ucap Daniel sambil mengelus rambut Queen.
"Namun aku tidak ingin, Niel. Aku hanya ingin dirimu." Pungkas Queen. Queen semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Daniel.
Maafkan aku, Queen. Daniel hanya bisa berucap dalam hati.
Cukup lama Daniel membiarkan Queen menangis dalam pelukannya. Daniel dapat merasakan jika saat ini kemejanya sudah sangat basah oleh air mata Queen. Namun ia membiarkannya. Daniel terus memberikan usapan di punggung Queen guna menenangkannya. Daniel sungguh tidak menyangka betapa besar cinta Queen pada pria berengsek seperti dirinya. Namun ia tidak bisa memaksakan hatinya untuk membalaskan rasa cinta wanita yang kini sudah berubah status menjadi mantan kekasihnya.
***
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku,
^ Bukan Sekedar Menikahi ^
__ADS_1
Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗