
Daniel hanya tersenyum menanggapi ucapan putrinya sambil terus melangkah masuk ke dalam rumah.
"Nenek... lihatlah ada Nutrizel!" Seru Farhan pada Mama Hasna yang baru turun dari tangga.
"Papah..." Zeline mulai merengek.
"Zeline... kau sudah datang." Mama Hasna berjalan tergesa-gesa ke arah cucunya. "Cucu Nenek akhirnya datang juga di rumah Nenek." Mama Hasna memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi Zeline hingga membuat Zeline tertawa kegelian.
"Lumah Nenek ini? Inda lumah Papah?" Tanya Zeline dengan polos.
Mama Hasna tersenyum. "Rumah Nenek dan rumah Papah juga." Balas Mama Hasna.
"Gitu Nek..." Zeline mengangguk paham.
"Daniel, ayo bawa Zeline duduk dulu." Ucap Mama Hasna yang diangguki oleh Daniel.
"Farhan, Fahri, jangan lari-lari. Apa kalian tidak tahu ini sudah malam?" Tegur Daniel pada dua keponakannya yang masih aktif berlari ke sana kemari.
Farhan dan Fahri pun segera mendekat ke arah Daniel lalu duduk di atas sofa. "Paman pemarah sekali semenjak ada Nutrizel." Ledek Farhan sambil menatap Zeline.
"Farhan, kenapa kau mengubah nama adikmu!" Tegur Mama Hasna.
"Papah... Kakak jahat itu." Adu Zeline sambil memegang lengan Daniel.
"Farhan, jangan membuat adikmu menangis." Tegur Mama Hasna lagi.
__ADS_1
Farhan pun segera membekap mulutnya agar tak lagi berbicara.
"Mulai sekarang kalian berdua harus menyayangi Zel seperti adik kalian sendiri ya." Mama Hasna mendekat pada kedua cucu laki-lakinya lalu mengelus kepala mereka bergantian.
"Ya Nek." Balas Farhan dan Fahri kompak.
"Dan jangan membuat adik kalian menangis." Tutur Mama Hasna.
"Kami tidak janji, Nek." Ucap Farhan dan Fahri kompak.
Mama Hasna menggelengkan kepalanya. Ia harus mempersiapkan kesabarannya untuk menghadapi kedua cucu laki-lakinya itu.
"Farhan, Fahri, sebaiknya sekarang kalian segera masuk ke dalam kamar karena sudah waktunya untuk tidur." Ucap Daniel.
Farhan dan Fahri seketika berwajah masam. "Tapi kaki masih mau tetap di sini Paman." Ucap Fahri yang diangguki Farhan.
"Tidak, tidak. Kami akan segera tidur!" Seru Farhan. Farhan dan Fahri pun segera bangkit dari sofa, "Nenek, ayo antarkan kami ke kamar." Ajak Farhan pada Mama Hasna.
Mama Hasna mengangguk lalu bangkit. "Daniel, Mama mau menidurkan Farhan dan Fahri dulu. Kau tidurkanlah Zeline lebih dulu." Ucap Mama Hasna.
Daniel mengangguk sebagai jawaban. "Zeline, ayo ikut Papa ke kamar." Ajak Daniel.
"Ya, Pah." Zeline mengulurkan kedua tangannya pada Daniel.
Daniel tersenyum lalu menggendong Zeline menuju kamarnya.
__ADS_1
"Papah, kamal Papah ini?" Tanya Zeline saat sudah berada di kamar Daniel.
Daniel mengangguk sebagi jawaban. Ia mendudukkan Zeline di atas sofa lalu membuka ransel untuk mengganti baju tidur Zeline.
"Kamal Papa besal sekali. Kasul juga. Mamah bisa tidul itu di sana nanti." Zeline menunjuk ranjang Daniel.
Daniel tertegun. Entah mengapa membayangkan dirinya akan tidur bersama Naina nantinya membuat jantungnya berdetak cepat.
"Papah... kenapa Papah diam?" Suara Zeline membuyarkan lamunan Daniel.
"Emh, Papah tidak apa-apa. Ayo sekarang ganti baju dan tidur." Daniel menegakkan tubuh Zeline di atas sofa.
"Papah... kenapa Papah inda jawab? Apa Paph inda mau bobo sama Mamah?" wajah Zeline berubah sendu.
Daniel menggeleng cepat. "Bukan begitu... tentu saja Papa mau tidur sama Mama tapi setelah Papa dan Mama menikah." Tutur Daniel.
Wajah Zeline seketika ceria kembali. "Asik... besok ajak Mamah bobo sini ya Pa." Seru Zeline.
Daniel mengangguk saja. Untuk beberapa minggu ke depan ia tak bisa lagi menolak ajakan Zeline untuk tidur bersama Naina karena ia dan Naina akan sah menjadi suami istri.
Naina... kenapa jantungku berdetak begitu cepat hanya membayangkan kenangan kita beberapa tahun lalu? Daniel segera menggelengkan kepalanya saat pemikirannya sudah mulai kotor.
***
Jangan lupa berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Semakin banyak dukungannya, SHy semakin semangat menulisnya ini🌹
__ADS_1
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).
Terimakasih☺️