
Malam harinya, Naina sudah nampak cantik dengan gaun bewarna pastel yang melekat indah di tubuh rampingnya. Susuai dengan janjinya dan Aga tadi sore, malam ini Aga kembali mengajaknya untuk pergi bersama setelah hampir satu minggu mereka tak lagi menghabiskan waktu bersama.
"Gaun yang Kak Aga berikan ini kelihatannya sangat mahal." Komentar Naina pada gaun yang dipakainya sambil memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri. "Bagaimana caranya aku naik motor dengan pakaiaan seperti ini?" Gumam Naina merasa bingung.
"Tantik na, Tak..." Ucap Zeline yang sedari tadi memperhatikan gerakan Naina.
"Eh." Naina tersadar. Lalu menatap putrinya dengan tersenyum kaku.
"Zel sudah dari tadi memperhatikan, Kakak?" Tanya Naina merasa malu dengan tingkahnya.
"Inda... Baru ja, Tak." Balas Zeline dengan polos. Karena memang gadis kecil Naina itu baru saja memperhatikan tingkah Naina setelah mendengar racauan tidak jelas dari bibir Naina.
"Emh... Zel beneran tak apa kalau Kakak tinggal pergi sama Kak Aga?" Tanya Naina mengalihkan rasa malunya.
"Nda apa, Tak. Nanti bobo sama Ibu ja." Balas Zeline sambil mengayunkan kakinya di sisi ranjang.
Mendengar jawaban putrinya, membuat Naina dapat menghela nafas lega. Tak lama, suara deru mesin mobil yang berhenti di depan rumahnya membuat Naina bertanya-tanya siapakah orang yang datang ke rumahnya.
"Naina..." Suara Ibu yang terdengar memanggil namanya dari balik pintu, membuat Naina segera membukakan pintu untuk ibunya.
"Ada apa, Bu?" Tanya Naina setelah pintu terbuka.
"Itu ada nak Aga di depan." Ucap Ibu dengan lembut.
__ADS_1
"Kak Aga sudah datang? Kenapa suara motornya tidak terdengar." Gumam Naina pelan.
"Ayo, Tak. Tak Aga itu depan!" Seru Zeline lalu mengambil tangan Naina.
"Iya... Ayo!" Balas Naina lalu menuntun putrinya menuju ruang tamu.
Kak Aga... Batin Naina merasa terkejut melihat penampilan Aga yang nampak berbeda malam ini. Dengan setelan jas bewarna navy senada dengan celana kainnya, Aga terlihat lebih tampan dan dewasa dari hari-hari sebelumnya.
"Tak..." Suara Zeline yang terdengar sedikit keras akhirnya memutus tatapan memuji Naina pada Aga.
"Ada apa, Zel?" Tanya Naina pada putrinya.
"Tak Aga dah ajak pelgi itu." Ucap Zeline.
"Iya, Kak." Balas Naina lalu berpamitan pada ayah dan ibunya.
Saat sudah berada di depan rumahnya, Naina bertambah terkejut saat melihat mobil mewah yang terparkir di depan rumahnya.
"Ini mobil Kakak?" Tanya Naina merasa bingung.
Aga hanya mengangguk tanpa bersuara.
Mobil Kak Aga mewah sekali. Batin Naina bertambah bingung.
__ADS_1
"Ayo masuk!" Titah Aga yang membuat Naina tersadar dari lamunannya.
"Iya, Kak." Balas Naina tersenyum kaku.
"Da Tak..." Tangan mungil Zeline terlihat melambai dari depan pintu rumahnya menatap kepergian Naina dan Aga.
Dari dalam mobil Naina menatap wajah putrinya dengan mata berkaca-kaca. Putriku sudah semakin besar dan pintar. Batin Naina.
"Kita akan kemana Kak malam ini?" Tanya Naina saat mobil sudah masuk ke jalan raya.
"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang bisa membuatmu merasa nyaman." Ucap Aga sambil menatap Naina dengan tatapan yang sulit diartikan.
Deg
Lagi-lagi tatapan Aga berhasil membuat jantung Naina berdetak lebih cepat.
"Kau terlihat sangat cantik malam ini, Nai..." Puji Aga kemudian dengan tersenyum tipis.
***
Mana nih like, komen dan votenya?
Komen yuk, masak enggak😌
__ADS_1