
"Zeline, ayo makan dulu." Ucap Naina dengan lembut pada Zeline yang masih asik memainkan boneka pemberian Daniel.
Zeline menggelengkan kepalanya tanpa menjawab ucapan Naina.
Helaan Nafas Naina kian melambat. Hari ini tubuhnya sudah cukup lelah memasak cukup banyak untuk acara nanti malam. Dan kini ia dihadapkan dengan putrinya yang tidak mau makan sejak pagi.
"Zeline..." Naina naik ke atas ranjang lalu merangkak mendekati putrinya. "Ayo makan dulu. Mama sudah memasakkan makanan kesukaan Zel." Ucapnya lembut sambil mengelus kepala putrinya.
"Zel inda mahu makan Mah." Balas Zeline tanpa menatap Naina.
"Tidak mau makan bagaimama? Apa Zel tidak lapar? Sudah sejak pagi Zel belum makan sama sekali." Nada suara Naina terdengar melemah.
Zeline menelengkan kepalanya agar dapat menatap wajah Naina. "Mamah ja yang makan itu. Zel inda lapal." Balasnya.
Naina memijit pangkal hidungnya. Ia pun memilih turun kembali dari ranjang lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Tak lama suara panggilan keluar pun terdengar dari ponsel Naina.
Zeline masih betah di posisinya tanpa peduli suara deringan ponsel Naina. Hingga saat suara yang sangat dirindukannya terdengar, Zeline pun memutar tubuhnya lalu merangkak untuk turun dari ranjang.
"Papah!" Serunya saat Daniel sedang mempertanyakan ada apa Naina menelfonnya. "Papah ini!" Zeline menengadahkan tangannya untuk meminta ponsel pada Naina.
Sebelum memberikan ponselnya pada Zeline, Naina lebih dulu meminta Daniel membaca pesan yang ia kirimkan.
__ADS_1
Daniel... aku mohon bujuk Zeline untuk makan. Sejak pagi dia belum makan karna moodnya yang buruk.
"Mau Papah, Mah." Ucap Zeline karena Naina belum juga memberikan ponsel padanya.
"Ini..." Naina memberikan ponselnya pada Zeline.
"Papah ini!" Seru Zeline setelah meletakkan ponsel di daun telinganya.
"Zeline... Mamah keluar dulu." Ucap Naina berniat membiarkan putrinya berbicara dengan Daniel sembari ia mempersiapkan makanan untuk Zeline. Naina yakin dengan bantuan Daniel, Zeline mau memakan makanan yang ia berikan nantinya.
Dan benar saja, setelah ia kembali ke dalam kamar dengan satu piring nasi di tangannya, Zeline nampak bersemangat ingin memakan makanannya.
"Cepat sini, Mah. Zel mau makan ini." Ucapnya yang sudah duduk di atas lantai dengan kaki bersilang.
Terimakasih Daniel. Batin Naina sambil menatap putrinya yang nampak begitu lahap memakan makanannya.
*
"Kak Nai, apa ini baju kembar Kakak dengan Kak Aga nanti?" Tanya Amara menatap Naina yang sudah mengenakan kebaya di tubuhnya.
"Iya. Ini baju yang diberikan Kak Aga untuk acara nanti malam." Balas Naina.
__ADS_1
"Bajunya cantik sekali." Puji Amara sambil memperhatikan penampilan Naina dari atas sampai bawah.
"Terimakasih Amara." Balas Naina.
Tak lama Zeline nampak keluar dari dalam kamar dengan menggunakan baju bermotif sama dengan yang Naina kenakan.
"Zeline... kau juga memakai baju yang sama dengan Mama." Ucap Amara menatap gemas pada keponakannya.
"Ya Nty. Mamah suluh pakai ini." Balasnya tak bersemangat.
Senyuman di wajah Amara luntur melihat raut tak bersemangat keponakannya. Sedangkan Naina hanya bisa menghela nafas melihat sikap putrinya.
Hingga malam pun tiba, raut wajah Zeline masih sama saja seperti tadi sore. Naina hanya bisa pasrah dengan keadaan putrinya karena Naina sadar sikap Zeline saat ini berkaitan dengan acaranya malam ini.
"Kak Nai, keluarga Kak Aga sudah datang." Ucap Amara membuat Naina segera bangkit dari duduknya. Naina, Ibu dan Ayah pun segera berjalan ke depan rumah untuk menyambut kedatangan Aga.
Saat melihat Aga berjalan ke arahnya, Naina dibuat bingung melihat Aga yang tidak menggunakan seragam yang sama dengannya.
***
Lanjut? Berikan vote, gift dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnya. Buat teman-teman yang masih mengikuti DABA sampai sejauh ini SHy ucapkan terimakasih🤍🤍
__ADS_1
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru Shy, Bukan Sekedar Menikahi🌹