
Amara pun turut dibuat bingung sekaligus terkejut melihat sosok wanita yang kini berjalan bersama Papa Andrew.
Agatha? Sedang apa dia di sini? Batin Amara.
"Selamat datang di rumah kami..." ucap Ayah pada Papa Andrew dan Agatha.
Ayah dan Ibu pun berjabat tangan dengan keluarga Aga disusul Naina dan Amara.
"Apakah putri kecil cantik ini adalah Zeline?" Tanya Papa Andrew menatap pada Zeline yang kini tegak di sebelah kaki Ayah.
Ayah menurunkan pandangan pada cucunya lalu mengangguk. "Ya. Dia adalah cucu kami dan anak dari Naina." Balas Ayah dengan ramah.
Papa Andrew tersenyum.
Merasa diperhatikan semua orang, tangan Zeline pun terulur untuk menyalimi Papa Andrew.
"Kakake, Aulelia Zeline ini." Ucapnya sambil menyalimi Papa Andrew.
"Aulelia Zeline..." balas Papa Andrew dengan polos sambil mengelus kepala Zeline.
"Inda Kek. Aulelia Zeline." Koreksi Zeline.
Kening Papa Andrew mengkerut. Bukankah ia sudah mengucapkan nama yang benar?
"Aurelia Zeline, Pah..." timpal Aga.
"Oh..." kepala Papa Andrew mengangguk paham. Wajahnya nampak begitu gemas menatap pada Zeline.
"Agatha... sedang apa kau di sini?" Bisik Amara pada Agatha.
__ADS_1
"Kau juga sedang apa di sini?" Agatha balik bertanya.
Percakapan singkat mereka terputus saat Ayah kembali angkat bicara.
"Ayo silahkan masuk dulu Pak Andrew, Nona Agatha." Ucap Ayah.
"Agh, ya. Tunggu sebentar. Keluarga saya yang lain sebentar lagi akan sampai." Balas Papa Andre lalu menatap ke arah jalan.
Tak lama sebuah mobil bewarna hitam pun terparkir di belakang mobil Papa Andrew.
Mama Hasna dan Papa Alex nampak turun lebih dulu disusul dengan Dara, suaminya, Farhan dan Fahri sambil membawa bingkisan di tangan masing-masing.
Ayah dan Ibu pun turut menyambut kedatangan keluarga Alexander.
"Nenek..." sapa Zeline pada Mama Hasna saat sudah berada di depannya.
Setelah menyapa Mama Hasna, Zeline nampak mencari-cari sosok yang sejak tadi ditunggunya untuk datang. Wajah cantiknya berubah sendu saat berpikir sosok itu tidak datang.
"Ayo silahkan masuk..." Ajak Ayah yang diangguki oleh keluarga Aga dan Daniel.
Di dalam rumah, Bibi Ajeng bersama beberapa tetangga Naina nampak menghidangkan makanan ringan di tengah ruangan.
"Selamat datang Bapak... Ibu... silahkan duduk." Ucap Bibi Ajeng dengan ramah.
"Terimakasih..." balas mereka hampir bersamaan.
"Zeline... kau menunggu apa? Ayo masuk." Ajak Amara pada keponakannya.
"Nty... Papah mana?" Tanya Zeline dengan wajah yang mau menangis.
__ADS_1
Amara pun tersadar jika sosok Daniel tidak ada di antara keluarganya tadi. "Mungkin Papa Zel sedang ada pekerjaan jadi tidak bisa ikut." Balas Amara dengan lembut.
"Hua... Papah..." Zeline menangis dengan pelan.
"Hei... jangan menangis..." Amara segera menggendong Zeline.
"Papah janji itu tadi mau datang." Ucap Zeline lalu menjatuhkan wajahnya di bahu Amara.
Amara yang hendak menjawab ucapan Zeline menghentikan niatnya saat melihat kedatangan mobil sport bewarna merah terparkir di depan mobil keluarga Aga.
"Nah, itu Papa!" Ucap Amara sambil menunjuk pada Daniel yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.
"Papah!" Seru Zeline dengan suara sedikit keras. Zeline pun memberontak di gendongan Amara untuk diturunkan.
"Papah..." Zeline segera berlari ke arah Daniel yang kini berjalan ke arah rumah.
Melihat sosok putrinya kini berlari ke arahnya, Daniel pun sontak berjongkok lalu merentangkan kedua tangannya.
"Papah datang ini." Ucap Zeline sambil menangis di dalam dekapan Daniel.
"Tentu saja Papa datang, Princess." Balas Daniel lalu mengecup lama kening putrinya.
Zeline pun melerai pelukannya. "Papah... baju Papah sama ini sama Zel dan Mamah!" Ucap Zeline begitu senang setelah memperhatikan baju yang Daniel kenakan.
***
Lanjut? Berikan vote, gift dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnya. Buat teman-teman yang masih mengikuti DABA sampai sejauh ini SHy ucapkan terimakasih🤍🤍
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru Shy, Bukan Sekedar Menikahi🌹
__ADS_1