Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Takut menyakiti hatinya


__ADS_3

"Apa kau yakin dengan keputusanmu? Kau yakin tidak akan menyesal?" Kevin menatap Daniel dengan tajam.


Daniel mengalihkan pandangannya dari Kevin. "Sudahlah. Aku sudah tidak ingin membahasnya." Daniel melangkah meninggalkan kamar Dio tanpa memperdulikan tatapan tiga sahabatnya.


"Kau ingin kemana?" Teriak Dio.


Daniel hanya diam sambil terus melangkah keluar dari dalam kamar Dio.


"Dia itu benar-benar keras kepala!" Lidah Dio berdecak melihat tingkah sahabatnya.


"Sudahlah. Biarkan saja Daniel berpikir atas keputusannya. Aku yakin Daniel dapat mengambil keputusan dengan bijak." Ucap Marvel menepuk bahu Dio.


*


"Jadi Aga berniat melamarmu pada Ibu dan Ayah dalam waktu dekat ini?" Wajah Ibu nampak terkejut setelah mendengar ucapan Naina tentang niat Aga yang ingin melamarnya.


Naina mengangguk. "Nai harus bagaimana, Bu?" Kepala Naina tertunduk. Kesepuluh jemarinya mulai bertaut.


"Apa kau masih belum yakin pada perasaanmu sendiri, Nai?" Tanya Ibu yang dapat menangkap kegelisahan putrinya.


Naina mengangkat kepalanya lalu mengangguk. "Nai takut menyakiti Kak Aga nantinya, Bu. Nai belum bisa memberikan sepenuhnya hati dan perasaan Nai untuknya."


"Jika kau belum yakin pada perasaanmu sendiri, cobalah untuk jujur pada Aga sebelum Aga melangkah lebih jauh dengan hubungan kalian." Ibu mengelus lembut bahu putrinya.


"Nai tidak sanggup untuk jujur, Bu. Nai sangat takut menyakitinya. Kak Aga adalah pria yang sangat baik. Nai sungguh menyesal menjadikannya pelindung untuk menghindari Daniel."


"Walau pun berat, tapi cobalah untuk jujur pada Aga. Cepat atau pun lambat, Aga pasti akan merasakan sakit atas perasaannya yang tak terbalas, Nai." Ibu menepuk lembut bahu putrinya.

__ADS_1


"Nai benar-benar tidak sanggup, Bu." Lirih Naina.


"Cobalah untuk meyakinkan hatimu, Nai. Jika kau tidak ingin menghentikannya, berarti kau sudah siap untuk melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius. Dan mulai saat ini kau harus belajar mencintai Aga sepenunya."


"Nai—" Ucapan Naina menggantung di udara saat telinganya mendengar suara tangisan putrinya dari dalam kamar kamarnya.


"Sepertinya Zel sudah bangun. Nai ke kamar dulu, Bu." Pamit Naina lalu bangkit dari sisi ranjang.


Ibu mengangguk. Menatap punggung putrinya hingga lenyap dari balik pintu.


"Kenapa kau tidak pernah jujur pada perasaanmu sendiri jika kau masih mencintai ayah dari anakmu, Nai." Lirih Ibu merasa iba dengan putrinya.


*


"Hua..." tangisan Zeline terdengar semakin keras saat Naina masuk ke dalam kamarnya.


"Papah mana ini? Inda jadi sini?" Tanya Zeline di sela tangisannya.


"Papa?" Kening Naina mengkerut mendengar Zeline tiba-tiba menanyakan Daniel.


"Papa janji itu mau main sini sama Nenek di telfon." Ucap Zeline.


"Papa janji pada Zel kalau mau datang ke sini pagi ini?" Tanya Naina yang sudah paham arti ucapan putrinya.


Kepala Zeline mengangguk. "Sama Nenek telfon kemalin. Janji itu mau main sini."


Ceklek

__ADS_1


Naina menatap pintu yang dibuka dari luar oleh Ibu. "Ibu... Apa Daniel berjanji pada Zel mau datang ke rumah pagi ini?" Tanya Naina.


Ibu mengangguk. "Kemarin siang Zel meminta menelfon Daniel dan meminta Daniel untuk datang ke rumah pagi ini." Balas Ibu.


Naina menghela nafas panjang. "Tapi Daniel tidak mungkin datang ke rumah karna dia masih ada pekerjaan di luar kota." Jelas Naina.


"Papa inda jadi sini?" Tanya Zeline yang hendak menangis kencang.


"Sepertinya ti—" Ucapan Naina terhenti saat mendengar suara klakson mobil di depan rumahnya.


"Papa itu!" Seru Zeline lalu turun dari ranjang.


***


Berikan vote, gift dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnya. Buat teman-teman yang masih mengikuti DABA sampai sejauh ini SHy ucapkan terimakasih🤍🤍


Sambil menunggu DABA update dan mengisi waktu luang, teman-teman bisa mapir di karya aku yang lainnya juga ya.


- Bukan Sekedar Menikahi (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


- Hanya sekedar menikahi (End)


Terimakasih🌹

__ADS_1


__ADS_2