Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Menebus kesalahan di masa lalu


__ADS_3

Mama Hasna akhirnya menatap pada wajah putranya yang nampak menyesal. "Sekarang kau sudah mengetahui apa kesalahanmu. Lalu apa yang ingin kau lakukan untuk menebus semua kesalahanmu?" Tanya Mama Hasna.


"Besok aku akan menemui orang tua Naina untuk meminta maaf. Aku siap menerima apa pun balasan dari kedua orang tua Naina. Dan mulai saat ini aku akan bertanggung jawab atas putriku walau pun Naina menolak menerimanya. Aku akan membayar waktuku yang telah terbuang untuk memberikan kasih sayang pada anakku."


"Harusnya sejak awal mengetahuinya kau sudah melakukannya Daniel." Tekan Mama Hasna.


"Maaf. Aku memiliki alasan untuk itu. Dan salah satu alasan terbesarku karena Kak Aga adalah kekasih Naina. Aku tidak ingin Kak Aga mengetahui masa laluku dengan Naina yang akan membuat hubungan mereka hancur. Cukup sekali aku menghancurkan hidup Naina. Tidak untuk saat ini. Kenyataan ini bukan hanya menyakiti Naina, tapi juga Kak Aga."


Mama Hasna terdiam. Pandangannya terus mengamati wajah putranya yang nampak bersungguh-sungguh saat mengatakannya.


"Apa kau tidak berniat menikahinya?" Tanya Dara tiba-tiba. "Zeline berhak merasakan kasih sayang utuh dari kedua orang tuanya."


Daniel memiringkan wajahnya. Menatap pada Dara yang kini menatapnya dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Akan banyak hati yang terluka jika aku melakukannya. Kak aga, Queen dan Naina sendiri. Aku yakin Kakak pasti paham perasaan Naina saat ini. Dia pasti sangat membenciku atas kejadian ini. Aku tidak ingin membuatnya semakin membenciku karena aku memaksanya untuk menikah demi anak kami. Lagi pula Zeline masih bisa merasakan kasih sayang dari aku dan Naina tanpa hubungan pernikahan." Jelas Daniel.


"Daniel..." Dara menatap adiknya dengan sendu. Dapat ia lihat jika Daniel juga terluka dengan kenyataan yang ia hadapi saat ini.


"Maaf jika aku sudah membuat Mama dan Kakak kecewa. Aku memang bersalah dan pantas mendapatkan ganjaran atas sikapku selama ini." Sesal Daniel. Jika saja Kakak dan Mamanya tahu alasan apa yang membuat Naina sampai mengandung anaknya, entah bagaimana kekecewaan dan kemarahan mereka untuknya saat ini.


*


Pagi itu Daniel sudah nampak rapi dengan kemeja hitam dan celana hitam yang melekat sempurna di tubuhnya. Hari ini Daniel memilih untuk tidak masuk bekerja dan ingin menemui kedua orang tua Naina seperti perkataannya tadi malam kepada Mama Hasna.


"Apa Mama belum turun?" Tanya Daniel pada pelayan.


"Nyonya Hasna belum turun, Tuan." Balasnya.

__ADS_1


Daniel mengangguk paham. Setelah mengetahui kesalahan besarnya tadi malam, Mama Hasna memang berkata tidak ingin berada di dekatnya sampai ia benar-benar menyelesaikan masalah yang telah ia perbuat.


"Saya pergi dulu. Panggil Mama untuk sarapan dan katakan jika saya sudah pergi." Titah Daniel.


"Apa anda tidak sarapan lebih dulu, Tuan?"


Daniel menggeleng. "Saya akan sarapan di luar." Balas Daniel yang diangguki paham oleh pelayan.


Kaki jenjang Daniel pun melangkah dengan lebar keluar dari mansion keluarganya. Hari ini adalah waktu dimana ia menemui orang tua dari wanita yang sudah dipermainkannya beberapa tahun yanh lalu.


Daniel menghela nafasnya sejenak sebelum masuk ke dalam mobilnya. Hari ini ia sudah benar-benar siap mendapatkan amukan dari kedua orang tua Naina dan ia akan berjuang untuk mendapatkan haknya untuk memberikan kasih sayang untuk permata hatinya— Zeline.


***

__ADS_1


Lanjut? Banyakin like, komen dan votenya dulu yuk.


Sambil menunggu cerita Naina dan Daniel update, silahkan mampir ke karya aku yang baru yang berjudul Bukan Sekedar Menikahi. Lanjutan dari novel aku Hanya Sekedar Menikahi. Terimakasih😉


__ADS_2