
"Queen... apa yang kau lakukan?" Daniel dibuat terkejut dengan tingkah Queen.
"Duduk di pangkuanmu." Balas Queen dengan acuh lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Daniel. "Aku sangat merindukanmu, Niel." Bisik Queen di telinga Daniel.
Daniel memejamkan kedua matanya. Ia sudah sangat hapal dengan tingkah kekasihnya yang sejak dulu suka menggodanya seperti saat ini.
Cup
Tak lama menunggu, bibirnya pun sudah terbungkam dengan bibir mungil Queen. Daniel hanya diam. Tak menolak atau pun menerima perlakuan kekasihnya.
"Daniel..." lirih Queen saat melepaskan tautannya. Queen menatap pada wajah Daniel yang memperlihatkan ekspresi biasa saja. Bahkan wajah pria itu terlihat semakin datar dari pada biasanya.
Kini aku sudah mendapatkan jawabannya. Ucap Queen dalam hati. Queen pun segera turun dari pangkuan Daniel. Dan pergerakannya itu tak membuat Daniel meresponnya.
"Aku harus kembali." Ucap Queen sambil merapikan dressnya yang sedikit berantakan.
"Kenapa cepat sekali?" Tanya Daniel setelah membuka kedua matanya.
"Dua jam lagi aku akan pergi bersama Mama dan Papa mengunjungi sepupuku yang sebentar lagi akan menikah." Balas Queen berbohong. Karena sebenarnya ia hanya ingin menenangkan hati dan perasaannya.
"Queen..." Daniel meraih tangan Queen yang hendak mengambil rantang di atas meja.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" Tanya Queen dengan wajah tersenyum.
"Aku menyayangimu." Ucap Daniel lalu memeluk erat tubuh Queen. Perasaan bersalah itu terus menghantuinya. Bukan hanya pada Naina yang sudah banyak ia berikan luka, namun juga pada Queen yang tidak pernah ia berikan kata cinta.
Lagi, kau hanya menyayangiku? Queen membalas pelukan Daniel. Hal yang sudah biasa ia dengar cukup membuat senyumannya melebar walau pun kata cinta tidak pernah ia dapatkan dari Daniel.
"Jangan terlalu lelah bekerja, aku tak ingin kau sakit." Ucap Queen setelah pelukan mereka terlepas. Queen membelai wajah Daniel yang masih terlihat jelas menyimpan beban pikiran.
"Terimakasih. Aku akan menjemputmu nanti malam."
"Menjemputku? Untuk apa?"
"Tidak ada alasan bukan jika aku ingin menjemputmu?" Balas Daniel dengan sedikit tersenyum. Ia sungguh tidak ingin terlalu dalam menyakiti wanita yang sudah banyak berkorban untuknya.
Kali ini Daniel tak melepaskannya begitu saja, Daniel menahan pergerakan Queen saat wanita itu ingin menjauhkan bibirnya. Cukup lama mereka hanyut dalam ciuman lembut yang Daniel ciptakan.
"Aku pergi." Ucap Queen setelah mengambil rantang.
"Hati-hatilah. Aku menunggu kabarmu sudah sampai di rumah." Balas Daniel yang diangguki oleh Queen.
*
__ADS_1
Kedatangan Aga dan Naina masuk ke dalam kantin siang itu membuat suasana kantin yang awalnya tenang mulai ribut oleh bisik-bisik karyawan yang membicarakan tentang kedatangan Aga dan Naina tadi pagi.
Dia terlihat semakin tampan saat keluar dari dalam mobil mewahnya.
Kau benar, dan yang pasti mobil mewah itu adalah miliknya karena aku sempat melihatnya beberapa kali menggunakan mobil itu di luar perusahaan.
Sepertinya Aga bukanlah pria sembarangan.
"Kau mendengar itu Naina? Mereka semakin mengagumi Aga yang datang menggunakan mobil mewah. Mulai saat ini kau harus memperketat penjagaanmu agar Aga tidak diculik oleh salah satu dari mereka." Seloroh Sasa saat sudah mendaratkan bokongnya di kursi.
Naina tersenyum kecil. Walau pun sudah dapat menebak hal ini akan terjadi, namun Naina cukup dibuat risih saat mendengar para wanita memuji ketampanan dan kekayaan Aga di depannya.
"Sudahlah. Walau pun banyak wanita yang mencoba mengambil Aga dari sisi Naina, namun yang pasti Aga tidak akan berpaling dari wanita yang ia cintai." Timpal Dimas mewakili perasaan Aga.
Aga yang mendengarkan ucapan Dimas pun nampak menarik tipis sudut bibirnya.
"Hanya Naina dan tidak ada yang lain." Ucap Aga yang membuat Sasa, Dimas dan Thoriq melebarkan senyumannya.
Akhirnya kenebo kering melunak juga. Batin mereka bersamaan.
***
__ADS_1
Selamat pagi... sudah berikan dukungan buat karya author pagi ini?
Berikan dukungan dengan cara Vote, like dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnya😊