Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Tidak bisa jauh dari Zeline


__ADS_3

"Tentu saja boleh." Dio memberikan senyuman manisnya pada Zeline hingga membuat Zeline salah tingkah.


"Zeline..." Naina segera mendudukkan tubuh putrinya di sampingnya. "Om danteng ya Mah." Ucap Zeline dengan pelan pada Naina.


Naina menghela nafasnya. "Semua pria tentu saja ganteng." Balas Naina.


"Tapi Om lebih danteng." Zeline mengerucutkan bibirnya. Jika membahas masalah ketampanan pria, Naina memang tidak seasik aunty Amara.


"Iya, iya." Balas Naina tak ingin merubah mood putrinya.


Pembicaraan mereka pun kembali berlanjut namun tidak membahas masa lalu karena ada Zeline di sana. Kevin, Dio dan Marvel lebih memilih membahas masalah pernikahan Daniel dan Naina yang akan berlangsung dalam waktu dekat.


Pukul sembilan malam, Daniel pun berpamitan membawa Zeline dan Naina untuk pulang.


"Papah, inda bobo sini ja?" Wajah Zeline nampak murung saat turun dari mobil.


"Tidak... malam ini ada pekerjaan yang harus Papa selesaikan." Ucap Daniel memberi pengertian pada putrinya.


"Emh... Tapi Zel mau bobo sama Papah ini." Ucapnya dengan pelan.


Daniel berjongkok menyamakan tingginya dan Zeline. "Bagaimana besok Zel tidur di rumah Papa saja?" Tawar Daniel.

__ADS_1


Zeline mengangguk cepat. "Zel mau Pah. Mau bobo sama Papah di lumah Papah ja. Kan dah janji kemalin itu mau bobo lumah Papah." Ucap Zeline dengan wajah yang sudah berubah ceria.


"Daniel, kenapa kau mengajak Zeline tidur di rumahmu?" Naina yang sejak tadi mencuri dengar pun angkat bicara.


"Napa Mamah beltanya sepelti itu? Apa Zel inda boleh bobo lumah Papah?" Wajah Zeline berubah masam mendengar ucapan Naina.


"Bukan seperti itu. Tapi...." Naina dibuat bingung mengungkapkan jika dirinya tidak bisa tidur jika tidak melihat wajah putrinya.


"Jika kau tidak mengizinkannya, maka aku tidak akan membawa Zel ke rumahku." Tutur Daniel.


"Mamah..." Rengek Zeline.


"Bukan seperti itu. Tentu saja kau boleh membawa Zeline tidur di rumahmu." Ucap Naina tanpa mengungkapkan maksud hatinya.


*


"Zeline... apa Zel benar ingin tidur di rumah Papa malam ini?" Wajah Naina nampak sedih melihat putrinya yang begitu bersemangat meninggalkannya untuk tidur di rumah Daniel malam ini.


"Ya, Ma. Zel inda sabal ini mau bobo sama Papah. Mamah da ja alasannya itu inda mau bobo sama Papah." Balas Zeline.


Naina menghela nafas panjang lalu memasukkan piyama tidur Zeline ke dalam tas ransel putrinya. "Tapi Mama pasti kesulitan tidur jika tidak melihat Zel..." tangan Naina terulur mengelus kepala putrinya.

__ADS_1


"Ya dah Mah. Mamah ikut ja ini ke lumah Papah!" Ajak Zeline.


Naina seketika menggelengkan kepalanya. "Tidak, Mama tidur di rumah saja."


"Ya deh. Mama inda ikut inda apa kok. Zel bobo beldua ja sama Papah itu." Balas Zeline dengan enteng.


Naina dibuat gemas dengan jawaban putrinya yang seolah tak memikirkan hatinya saat ini.


"Baiklah. Kalau begitu ayo pakai jaketnya. Sebentar lagi Papah akan sampai." Naina mengambil jaket Zeline lalu memakaikannya di tubuh Zeline.


"Mamah, Papah itu!" Seru Zeline saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya. Zeline pun segera turun dari ranjang lalu berlari ke depan rumahnya.


"Anak itu..." Naina menggelengkan kepalanya lalu mengambil tas ransel berisi baju Zeline.


Sedangkan di depan rumah, senyuman lebar di wajah Zeline melihat kedatangan Daniel luntur seketika saat melihat dua sosok pria kecil yang berada di belakang Daniel tengah menatapnya dengan tatapan jahil.


***


Jangan lupa berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Semakin banyak dukungannya, SHy semakin semangat menulisnya ini🌹


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).

__ADS_1


Terimakasih☺️


__ADS_2