Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Aku akan melamarnya


__ADS_3

"Maafkan Paman, Naina. Paman mengatakan ini bukan maksud untuk merendahkanmu. Namun Paman ingin permasalahan diantara kalian bisa terselesaikan dengan baik." Papa Alex menatap wajah Naina dengan tulus. Dan Naina dapat menangkap jika Papa Alex tidak berniat merendahkannya.


"Naina, apa benar kau sudah memiliki seorang anak?" Tanya Papa Andrew dengan lembut. Ia meresa tadi intonasi suaranya cukup meninggi dan pasti membuat Naina tersinggung.


Naina mengangguk lemah. "Saya sudah memiliki seorang putri yang kini berusia empat tahun, Paman." Naina menggigit bibir bawahnya agar dapat menahan tangisannya tidak keluar. Oh tolonglah. Naina sangat rapuh jika ada yang membahas putri kecilnya.


"Dan ayah dari anakmu adalah Daniel?" Tanya Papa Andrew lagi.


Naina kembali mengangguk. Kepalanya tertunduk. Tangannya saling bertaut seolah memberi kekuatan untuk dirinya sendiri.


"Oh astaga..." Papa Andrew mengusap wajahnya kasar. Pandangannya kini jatuh pada Daniel yang masih bersikap tenang di tempat duduknya. "Bagaimana bisa kau dan Naina memiliki seorang anak yang sudah berusia empat tahun sedangkan kalian belum menikah?" Papa Andrew menatap Daniel tajam.

__ADS_1


"Aku dan Naina adalah sepasang kekasih saat kami masih kuliah dulu." Ucap Daniel tanpa menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Lagi pula Daniel tidak memiliki kewajiban menjelaskan pada semua orang bukan jika dia adalah pria berengsek yang menjadikan Naina sebagai bahan taruhannya dulu?


"Sepasang kekasih?" Papa Andrew kembali dibuat terkejut. "Apa kau dan Naina menjalani hubungan di luar batas hingga putri kalian hadir di dunia ini?"


"Seperti yang ada dipikiran Paman saat ini. Kesalahan itu hadir karena ulahku yang tidak bisa menjaga kehormatan Naina dan lebih mementingkan hasratku." Walau pun terkesan tidak pantas untuk mengatakannya, namun Daniel terpaksa mengatakannya karena ia tidak ingin Naina tersudutkan dalam masalah ini. Apa lagi Daniel dapat melihat saat ini Naina tengah mati-matian menahan air matanya agar tidak keluar.


Helaan nafas Papa Andrew semakin memberat. Pandangannya beralih pada Aga yang kini nampak tenang tanpa ekspresi apa pun. Papa Andrew dapat menangkap jika putranya itu sudah dapat menerima keadaan Naina dengan hati lapang.


"Aga, kau sudah mengetahui kebenaran jika Naina sudah memiliki anak dengan Daniel. Apa kau tidak masalah dengan keadaan ini?" tanya Mama Hasna dengan lembut.


"Jangan menyudutkan Naina dalam masalah ini. Aku menerima apa adanya yang ada di diri Naina. Dan aku tidak peduli atas status Naina saat ini. Aku menyayangi Zeline putri Naina jauh sebelum aku mengetahui dia adalah anak Naina." Tekan Aga saat merasa semua orang tengah menunggunya untuk berbicara.

__ADS_1


Papa Andrew menatap intens wajah putranya yang masih tenang saat berbicara.


"Aga, apa kau yakin dengan keputusanmu? Kau harus ingat jika Daniel adalah ayah kandung dari anak Naina." Tanya Papa Andrew.


"Aku sangat yakin. Bukankah Papa menyerahkan seutuhnya siapa saja wanita pilihanku? Dan Naina adalah wanita pilihanku. Naina adalah sumber kebahagiaanku. Tidak peduli masa lalunya yang buruk. Karena aku hidup dengannya untuk di masa depan." Balas Aga dengan yakin.


"Kak Aga..." Naina tak dapat lagi membendung air matanya. Naina dapat merasakan ucapan Aga yang begitu tulus saat mengucapkannya.


"Jadi apa keputusanmu untuk hubungan kalian berdua?" Tanya Papa Alex yang sudah cukup lama diam.


"Aku akan melamar Naina pada orang tuanya dalam waktu dekat ini." Ucap Aga yang membuat semua orang termasuk Naina terkejut mendengarnya.

__ADS_1


***


Berikan vote, gift dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnya. Buat teman-teman yang masih mengikuti DABA sampai sejauh ini SHy ucapkan terimakasih🤍🤍


__ADS_2