
"Maaf, aku tidak sengaja. Ada binatang lewat menghalangi jalanku." Ucap Daniel berbohong.
"Hati-hatilah, Niel. Kau hampir saja membuat jantung Mama copot." Ucap Mama Hasna yang juga tak kalah terkejut.
"Paman ingin membunuh kami, ya?" Farhan dan Fahri yang duduk di sebelah Daniel pun ikut mencecar Daniel.
Daniel hanya menanggapinya dengan menghela nafas panjang lalu kembali melanjutkan mengemudikan mobilnya menuju rumah Kakaknya.
Naina? Apa Naina yang sama dengan pemikiranku saat ini yang Kak Dara maksud? Batin Daniel bertanya-tanya. Tak lama banyaknya pertanyaan kini yang bersarang di benaknya pun perlahan terjawab dengan ucapan Kakaknya.
"Naina? Nama yang mirip dengan nama kekasih Aga." Ucap Mama Hasna saat mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka yang sempat terhenti.
"Mama sudah berkenalan dengan kekasih Aga?" Tanya Dara yang diangguki oleh Mama Hasna.
"Naina kekasih Aga itu wanita yang baik dan juga tulus. Mama dapat merasakan aura kebaikan saat pertama kali bertemu dengannya."
"Kebetulan sekali namanya sangat mirip dengan Naina yang Dara ceritakan."
"Oh iya Dara, siapakah nama gadis kecil yang kau maksud itu?" Tanya Mama Hasna merasa penasaran.
"Zeline... Gadis kecil itu bernama Zeline."
Deg
__ADS_1
Apa mungkin Naina dan Zeline yang Kak Dara maksud adalah dua wanita yang sama? Detak jantung Daniel semakin berdetak tak karuan dengan banyaknya praduga di benaknya saat ini. Aku harus memastikannya hari ini juga. Daniel yang dibuat begitu kacau oleh pembicaraan ibu dan kakaknya itu pun berniat mencari kebenaran siapakah gerangan dua wanita yang kakaknya maksud.
*
Rumah sakit.
Suara derap langkah kaki yang mengarah ke arahnya membuat Naina mengalihkan pandangan ke sumber suara.
"Kak Aga..." Naina bangkit dari duduknya. Menatap sendu pada Aga yang kini menatap khawatir padanya.
"Apa benar Zeline sakit? Dan bagaimana keadaannya saat ini?" Tanya Aga merasa khawatir.
Naina mengangguk membenarkan. "Zeline demam tinggi yang menyebabkan ia harus dirawat inap. Keadaannya saat ini masih sama seperti awal aku membawanya ke rumah sakit. Dan saat ini dokter sedang memeriksa keadaanya." Balas Naina dengan sendu. Wajahnya nampak bersedih menahan tangis.
"Aku sangat takut Zel kenapa-napa, Kak..." Naina mulai menangis. Rasa takut akan penyakit putrinya kembali memenuhi relung hatinya.
Aga mengelus rambut Naina. "Tenanglah... Semua akan baik-baik saja." Ucap Aga meyakinkan Naina.
Tak jauh dari mereka berdiri, sosok wanita yang baru saja kembali dari membeli minuman untuk Kakaknya itu dibuat mematung di tempatnya melihat pemandangan yang entah mengapa membuat dadanya terasa sesak. Dengan mengumpulkan kekuatan hatinya, wanita itu pun berjalan mendekat ke arah Naina dan Aga yang masih berpelukan.
"Amara... Kau sudah kembali..." Naina buru-buru melepaskan pelukan Aga saat melihat wajah Amara.
Amara mengangguk. "Minumlah lebih dulu, Kak..." Amara menyerahkan sebotol minuman di tangannya pada Naina.
__ADS_1
Naina menerimannya. "Terimakasih Amara." Balasnya.
Amara mengangguk.
Mereka pun duduk di kursi tunggu sambil menunggu dokter memeriksa keadaan Zeline.
"Dimas, Thoriq dan Sasa akan datang besok hari untuk menjenguk Zeline." Ucap Aga.
Naina menolehkan wajahnya ke arah samping. "Apa Kakak mendapatkan informasi tentang Zeline dari Sasa?" Tebak Naina. Karena ia sudah sempat mengabari Sasa tentang apa yang menimpa adiknya.
Aga mengangguk. "Aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu dan Zel saat mengetahui Zel sedang sakit. Aku tahu kau sangat menyayanginya. Dan kau pasti akan terluka saat melihatnya seperti ini." Tutur Aga merasa iba pada Naina.
Begitu pula denganku. Entah mengapa aku pun turut terluka melihat kedekatan kalian saat ini. Timpal batin Amara.
***
Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺
Sambil menunggu cerita DABA update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
- Hanya Sekedar menikahi (On Going)
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
__ADS_1
- Oh My Introvert Husband (End)