
Bang Yoga itu orang nya baik, Bang! dia nggak banyak bicara, dia juga sayang ama anak kita.”
“Syukurlah Nay, abang mempercayai kalian kepada dia, semoga aja dia bisa memegang amanah yang Abang bebankan dipundak nya.”
Malam itu suasana di peraduan Nayla memang sangat menyenangkan, tapi bukan pada Yoga yang saat itu masih asik duduk didepan televisi, entah siaran apa yang sedang ditonton nya, tapi yang pasti Yoga hanya mengacak-acak semua siarang yang sudah didepan matanya.
Seperti pikirnya saat itu sedang kacau Bayangan Wajah Nayla seakan tak mau pergi dari pelupuk matanya, Yoga semakin bingung memikirkannya.
Saat malam semakin sunyi, tiba-tiba saja Yoga dikagetkan dengan kehadiran Yuda disisinya.
“Hai lagi nonton apa Yog?” tanya Yuda seraya menepuk pundak Yoga.
“Heh Yud, ini lagi nyari berita, belum tidur?”
“Ada yang perlu ku bicarakan Yog?”
“Mm, masalah apa?” tanya Yoga dengan perasaan was-was.
“ Masalah Nayla?”
Mendengar kata yang keluar dari mulut Yuda, jantung Yoga langsung berdebar kuat, denyut nadinya pun memompa tak beraturan, Yoga begitu takut, kalau-kalau Nayla membocorkan semua pertemuan mereka berdua.
Dengan sangat berhati-hati sekali, Yoga mencoba menyakinkan pertanyaan yang baru dilontarkan Yuda pada dirinya.
“Ada apa dengan Nayla Yud?” kata Yoga memastikan pertanyaan Yuda.
“Sebenarnya Nayla telah menceritakan semuanya pada ku, Yog!”
“Menceritakan apa Yud?” tanya Yoga semakin kuatir.
“Menceritakan semuanya tentang, kesulitannya pada saat melahirkan. Aku sangat berterimakasih sekali pada mu,kalau bukan karena mu, mungkin istri dan anakku nggak selamat.”
“Ooo, itu sudah tugasku Yud, selagi aku masih hidup, tak akan mungkin kubiarkan kau dan keluargamu celaka.”
“Terimakasih Yog, kau memang saudaraku yang baik.”
“O iya Yud! kenapa sih, nggak Mama aja yang kau suruh datang ke sini?”
“Nggak Yog? aku nggak mau menyusahkan nya, lagian Mama udah tua! jangankan untuk bekerja berjalan aja Mama udah kesulitan.
“kalau begitu baiklah, seperti yang kau minta,aku akan tetap menjaga istri dan anakmu disini, sampai kau kembali.”
__ADS_1
“Baiklah, kalau begitu aku tidur dulu.”
“Ya silahkan,” jawab Yoga dengan perasaan lega.
Setelah kepergian Yuda,tinggallah Yoga sendirian, dia tampak sedikit tenang kali ini, karena Yuda tidak membahas masalah hubungannya dengan Nayla.
Merasa bosan duduk sendirian dia pun mencoba berjalan-jalan dihalaman rumah. Cuaca sangat cerah malam itu, angin berhembus sepoi-sepoi, banyak bintang bertaburan di langit yang indah, cahaya bulan yang terang sepertinya telah menutup kegelapan hati Yoga dimalam itu.
Dingin sekali rasanya tubuh Yoga yang kekar itu, gemetaran seluruh persendian tulangnya. Tiba-tiba saja hatinya semakin kacau, jika saja nanti Yuda pergi menjalankan tugasnya, apa lagi yang bakalan terjadi antara dia dan Nayla.
Hingga pagi menjelang, mata Yoga begitu sulit di pejamkan, dari balik gorden rumah itu, sekilas Yoga melihat Nayla keluar dari kamarnya, yoga pun segera masuk dan tidur diatas sofa, takut kalau nanti Nayla merasa curiga padanya.
Benar saja, Nayla memandangi televisi masih menyala, dan diapun mematikannya. Dan langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu.
Dalam sholatnya Nayla menghadapkan dirinya pada sang kholiq. Nayla menangis tersedu-sedu saat sujud, dia begitu menyesali semua perbuatannya yang telah mengkhianati suami tercintanya, namun apa daya, dia sungguh tak kuasa menghindar dari apa yang telah terjadi.
“Ada apa Nay, kenapa menangis? tanya Yuda heran.
“Nggak ada apa-apa Bang,” jawab Nayla mencoba untuk menutupinya.
“Tapi kenapa nangis?”
“Nay sedih Abang akan pergi lagi meninggalkan kami disini!”
“Benar begitu Bang?”
“Iya sayang, untuk apa Abang berbohong pada orang yang sangat Abang cintai.”
“Ya udah, kalau gitu besok Abang boleh pergi, Nay ikhlas kok. Tapi ingat jaga kesehatan selama disana dan jangan lupa istirahat yang cukup, agar tubuh Abang tetap fit.”
“Iya sayang Abang akan selalu ingat pesan Nay. Istri yang sangat luar biasa dan patut dipuji.”
Mendengar kata-kata terakhir dari Yuda, hati Nayla langsung bergetar seketika. Dalam relung hatinya yang paling dalam ada berjuta pertanyaan yang datang menyerangnya secara serentak. “Apa benar aku memiliki hati mulia?”
pertanyaan itu terus saja menekan dan menekan perasaannya. Untuk menghindari kecurigaan suaminya, Nayla langsung saja berlari menuju kamar mandi, dan disana ditumpahkannya seluruh yang dirasakannya "Oh… tidaaaaak!” teriak Nayla sekuat mungkin.
Yoga yang berada diruang tamu, langsung saja berlari menuju kamar mandi, takut terjadi sesuatu pada Nayla.
Diruang makan Yoga menunggu Nayla keluar dari kamar mandi . Lama Yoga menunggu, dan akhirnya Nayla keluar dengan sempoyongan.
Spontan Yoga menangkap tubuh Naya kedalam pelukannya.
__ADS_1
“Ada apa Nay, kenapa menjerit?”
“Apa Abang mendengar jeritan Nay?”
“Ya, jelas sekali terdengar.”
“Apa Bang Yuda juga mendengarnya?”
“Entahlah, tapi Abang rasa Yuda nggak mendengarnya.”
“Syukurlah kalau begitu.”
“Sebenarnya ada apa Nay?”
“Nggak ada apa-apa Bang,” jawab Nayla singkat, seraya menutupi apa yang telah terjadi.dan berlalu menuju kamarnya.
Melihat gelagat aneh dari Nayla, Yoga menjadi heran dan bertanya-tanya didalam hati, tentang apa yang baru terjadi pada diri Nayla bersama suaminya.
Tapi yang dapat ditangkap oleh Yoga dari kejadian yang baru terjadi, sepertinya Nayla sedang menyembunyikan sesuatu pada suaminya Yuda.
Diluar hari sudah pagi , angin berhembus dengan sejuk, matahari tak lagi sembunyi dalam peraduannya, Yuda sekeluarga sudah bangun.
Di dapur Yoga sudah mempersiapkan sarapan pagi , menunya adalah nasi goreng kesukaan Yuda. Di saat Yoga menoleh keluar tampak Yuda di halaman depan sedang asik menggendong bayinya.
“Siapa rencananya nama anakmu Yud?” tanya Yoga seraya duduk santai di serambi rumah.
“Entahlah, aku belum mendapatkan nya , menurutmu siapa nama terbaik yang cocok untuknya Yog?”
“Lho, lho! masa Ayahnya nanya nama untuk anaknya sama orang lain?”
“Siapa tau kau punya nama simpanan untuk anak ku,” kata Yuda tersenyum manis.
“Kalau kau nggak punya nama untuk anakmu , kau pinjam aja nama tetanggamu,” jawab Yoga bercanda.
Mendengar kata dari Yoga itu, semuanya jadi tertawa terbahak-bahak, suasana pagi pun menjadi semakin ceria.
Dari jauh tiba-tiba sekelompok ibu-ibu datang menyambangi rumah Yuda, mereka bertiga memandangi dengan perasaan heran. Akan tetapi Yuda yang sudah terbiasa menghadapi kaum Ibu, dia tampak biasa-biasa saja.
Lalu dengan tenang Yuda menghampiri para Ibu-ibu itu. Sementara itu Yoga dan Nayla tampak sedikit cemas, kalau-kalau para Ibu-Ibu itu sudah tau tentang perbuatannya didalam rumah dinas Yuda itu.
Nayla yang merasa cemas langsung bersembunyi di belakang Yoga.
__ADS_1
Bersambung...
*Selamat membaca*