Dibalik Kesetiaan Nayla

Dibalik Kesetiaan Nayla
Part 125 Jodoh yang baik untuk Yuda


__ADS_3

“Gimana, kau suka?”


“Suka Ma, suka!” jawab Yuda senang.


“Dan Dinda, bersedia menjadi istri kedua mu, kau tau kenapa? karena Dinda sangat sayang pada anak-anakmu, dia nggak ingin kedua anak mu nggak mendapatkan kasih sayang seorang Ibu, setelah di tinggal Mamanya.”


Mendengar cerita Mama nya, hati Yuda terasa tak menentu, sehingga karena harunya Yuda sampai meneteskan air mata.


“Nah, kalau kamu juga setuju, Mama dan Bu saidah akan melangsungkan pernikahan kalian secepat mungkin, karena kalau menurut Mama lebih cepat itu lebih baik.


“Iya, Ma,” jawab Yuda pelan.


“Gimana kau setuju kan Dah?”


“Aku setuju aja Tini, demi anak-anak kita aku nggak merasa keberatan kok.”


“Nah Dinda, kamu dengar sendirikan? kalau Yuda akan menjadikan mu sebagai istrinya, kau tau sendiri kalau Yuda itu seorang duda dan punya dua orang anak. Kelak mereka itu kan menjadi tanggung jawab mu sebagai Ibu sambung mereka.”


Dinda diam saja, dia hanya tampak tertunduk malu di hadapan semua orang yang ada.”


“Diam bertanda setuju,” potong Kartini.


Mendengar keputusan yang di buat Kartini, semuanya jadi tertawa senang.


“Yud, coba kau hubungi Yoga, Mama mau bicara dengannya.


“Baik, Ma,” jawab Yuda seraya mengambil ponselnya yang berada didalam kamar.


Saat dia keluar dari kamar, ponsel itu telah tersambung langsung dengan Yuda, yang saat itu masih berada dirumahnya.


“Hallo, Ma! Assalamua’alaikum.”


“Wa’alaikum salam, nak.”


“Apa kabar Ma? kok pagi-pagi gini Mama udah nelpon?”


“Mama mau ngasih kabar kamu Yog, kalau besok kamu bersama Siska datang kerumah Yuda.”


“Ada kabar apa Ma?”


“Hanya kabar baik Yog, Yuda mau Mama jodoh kan dengan Dinda.”


Mendengar Kartini bicara seperti itu, jantung Yoga terasa berhenti berdetak seketika.


“Apa! Dinda mau Mama jodohkan dengan Yuda?”


“Iya Yog, nih Dinda nya udah berada dirumah Yuda, dan besok pagi mereka akan melangsungkan pernikahannya.”


“Apa Dinda!”


“Apa Dinda setuju maksud mu?” potong Kartini.


“Iya Ma?”

__ADS_1


“Dinda nggak keberatan kok, justru dia merasa senang saat kami hendak menjodohkan mereka.”


“Oh, syukurlah.”


“Iya yog, kamu datang ya, jangan lupa bawa istrimu Siska.


“Baik Ma,” jawab Yoga lembut.


“Assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikum salam, Ma.”


Setelah hemfonnya dimatikan Yoga tampak duduk terhenyak diatas sofa, seraya menarik nafas panjang, yoga pun tersenyum dengan senang.


Siska yang melihat suaminya tersenyum-senyum sendiri, dia pun merasa sedikit heran, dengan pelan dihampiri Yoga yang sedang duduk.


“Ada apa Bang, kok kayak mendapat durian runtuh?”


“Yuda, Sis.”


“Ada apa dengan Bang Yuda.”


“Saat ini dia telah mendapatkan pengganti Nayla.”


“Benarkah?”


“Iya sayang, tuh sebentar ini, Mama baru nelpon, besok kita disuruh datang kerumah Yuda, karena mereka akan menikahnya besok pagi.”


“Dengan siapa?”


“Oh, syukurlah, semoga kali ini pertemuan mereka berlanjut hingga tua ya Bang.”


“Iya sayang.”


Sesuai kesepakatannya dengan Siska, pagi itu Yoga dan Siska beserta kedua adiknya, langsung berangkat dengan menaiki mobil.


Setibanya mereka dirumah Yuda, suasana sudah tampak ramai, banyak tamu yang hadir untuk menyaksikan pernikahan Yuda dengan Dinda.


Di hadapan penghulu dan disaksikan oleh Yoga, Siska dan yang lainnya, Yuda pun resmi menikah dengan Dinda, gadis lembut yang berhati mulia itu kini telah menjadi Ibu sambung dari kedua anak-anak Yuda.


Dimalam pertama pernikahan mereka, Dinda begitu malu sekali disentuh oleh Yuda, jantungnya terasa bergetar sangat kencang, akan tetapi Yuda yang memiliki jiwa lembut berusaha untuk menenangkan Dinda.


“Nggak usah takut sayang, Abang nggak akan memaksa Dinda kok.”


“Aku takut sekali Yud?”


“panggil Abang dong, masa Yuda.”


“Aduh, aku jadi grogi kayaknya.”


“Nggak apa-apa, Namanya aja orang baru menikah, ya pasti grogi lah.”


“Apa seperti ini ya, Yud orang yang baru menikah itu?”

__ADS_1


“Kan manggil Yuda lagi.”


“Aduh, habis gimana? udah kebiasaan sih.”


“Ya nggak apa-apa, nanti kalau kamu udah nggak gugup lagi, kamu baru panggil Abang.”


“Iya, Yud. Eh iya Bang,” awab Dinda gugup.


Malam itu terasa seperti malam yang sepesial buat mereka berdua. Dua hati yang sudah lama saling kenal, di malam itu seperti baru bertemu.


Begitu juga dengan kedua anak-anak Yuda, mereka seperti mendapat kebahagian tersendiri semenjak Dinda hadir ditengah keluarga mereka.


Hati Dinda yang bersih membuat kedua anak Yuda nyaman berada didalam pelukannya, sedangkan Andika yang saat itu sudah duduk di bangku SD, sangat menyukai Dinda yang telah dianggap sebagai Mama nya.


Pernikahan yang dilakukan sesederhana mungkin, membuat hati Saidah menjadi senang, bersama dengan Yuda, Saidah bisa melihat senyum manis terkuak dari bibir putrinya.


Sejak hari itu baik keluarga Yoga dan begitu juga dengan keluarga Yuda, mereka sama-sama saling menjaga, tak ada yang merasa kehilangan dan tak ada pula yang merasa dicurangi.


Kekosongan hati Yuda, setelah kepergian Nayla telah terobati dengan kehadiran Dinda di ranjangnya.


Yuda yang selama ini telah merasakan terluka karena ditinggal istrinya, diapun mengikhlaskan apa yang dikehendaki Allah terhadap dirinya.


Bersama jasad Nayla terkubur lah, rahasia cintanya bersama Yoga. Itulah yang ada dibalik kesetiaannya selama ini kepada suaminya, yang selama bertahun disimpan menjadi rahasianya sendiri.


Sementara Yoga, dia telah menyadari semua kesalahannya selama ini, diam-diam dia bertobat kepada Allah, lewat sholat malam yang sering dilakukannya sendirian.


Yoga sering menangis di tengah malam saat melaksanakan sholat tahajud.


Siska yang melihat suaminya menangis, mencoba bertanya, tentang rasa sedih yang telah dipendamnya selama ini.


“Tadi malam Siska melihat Abang menangis, kenapa?”


“Abang takut dengan dosa yang telah abang pikul selama ini, Sis.”


“Dosa, apa? Siska melihat, hanya ada kebaikan dihati mu Bang!”


“Itu kan hanya cara pandang seorang istri pada suaminya sayang.”


“Lalu cara apa lagi yang harus Siska lakukan?”


“Nggak ada sayang, karena dosa yang telah kita lakukan hanya kita dan tuhan kita sendiri yang mengetahuinya.


Jadi Abang menangis itu karena dosa masa lalu Abang yang besar?” tanya Siska ingin tau.


“Nggak juga! tapi terkadang kita sendiri nggak tau, dosa apa yang telah kita lakukan, untuk itu kita harus banyak-banyak bertobat, sehingga dosa yang tidak kita ketahui bisa terhapus dengan sendirinya.


“Begitu kah?”


“Iya, sayang, semoga saja Allah mau mengampuni dosa yang telah kita perbuat dimasa lalu, sehingga tak ada lagi penyesalan di akhir hayat kita nantinya.”


Yoga sengaja menyimpan rahasia itu, karena dia tak ingin Yuda merasa tersakiti oleh kelakuannya bersama Nayla. Begitu juga dengan istri yang dicintainya, Yoga tak ingin Siska merasa terluka ulah kelakuan dimasa mudanya.


Tamat

__ADS_1


*Selamat membaca*


__ADS_2