
Lalu dengan terpaksa, Yoga pun menghampiri Nayla dan meminta restu dari perempuan yang selama ini selalu di sentuhnya.
Nayla yang saat itu tampak kurang sehat dan tak bersemangat, mencoba memaksakan diri memberi restunya pada Yoga, dengan linangan air mata.
Sebenarnya Yoga tak tahan melihat butiran-butiran bening itu menetes di kedua pipi perempuan cantik itu. Tapi karena di lihat banyak orang Yoga terpaksa harus menelan rasa sedihnya sendirian.
Setelah mendapat restu dari Nayla, Yoga kembali mengulang akad nikahnya. Namun pada saat itu Yoga tampak seperti biasa-biasa saja, dia tak gugup sama sekali dalam mengucapkannya.
“Gimana saksi, sah?”
“Sah!" jawab saksi serentak.
Ketika kedua saksi mengatakan Sah, disaat itu pula Nayla langsung tak sadarkan diri. Dia terkulai lemah diantara para undangan yang sedang menyaksikan pernikahan itu.
“Nayla!” teriak Yuda saat itu.
“Di saat Yuda bergegas menghampiri Nayla, tampa sadar Yoga juga ikut bergegas hendak menghampiri Nayla. Untung saja Ningsih menyelamatkan Yoga saat itu, dengan menarik tangan Yoga agar tetap duduk di depannya.
“Jangan kesana kak!” bisik Ningsih ke telinga Yoga.
Seraya menganggukkan kepalanya, Yoga pun kembali duduk di samping Siska, sementara Nayla saat itu mereka larikan kerumah sakit.
Yoga begitu yakin sekali kalau Nayla seperti itu, pasti karena ulah dirinya yang menikah dengan Siska.
Mesti pun Nayla masuk rumah sakit, pesta pernikahan Yoga tetap di langsungkan. Karena pada saat itu semua undangan telah hadir memenuhi rumah kediaman Siska sekeluarga.
Siska yang merasa acara pernikahannya kali itu, merupakan momen yang sangat berharga, dia pun mengabadikannya, dalam sebuah Video.
Sedangkan Yoga bersanding dalam keadaan sedih sekali, Yoga berusaha tersenyum saat para undangan mengucapkan kata selamat untuk mereka berdua.
“Kenapa sih Bang? kau kelihatan nggak bahagia?” tanya Siska ingin tau.
“Kata siapa sayang! Abang bahagia kok,”
jawab Yoga berbohong.
Sebenarnya Yoga saat itu memang sedang bersedih, karena Nayla orang yang dicintainya sedang mengalami rasa sakit oleh ulah dirinya.
Namun karena hari itu adalah hari pernikahannya, yoga tentu tak bisa meninggalkan mereka semua hanya demi Nayla.
Hingga larut malam, pesta pernikahan Yoga belum juga selesai, terasa sesak rasa dadanya saat itu. Ingin sekali dia pergi meninggalkan Siska demi melihat kondisi Nayla dirumah sakit, namun Yoga tak mampu.
Di malam pertama satu ranjang, Yoga tak menyentuh Siska sama sekali, karena pikirannya masih tertuju pada Nayla.
“Kau sedang memikirkan apa, Bang?” tanya Siska heran.
“Abang teringat dengan Yuda, yang saat ini istrinya sedang terbaring di rumah sakit.”
“Kalau Abang mau, Siska bisa kok mengantarkan Abang kerumah sakit malam ini juga?”
__ADS_1
“Tapi kamu masih capek kan sayang?”
“Nggak apa-apa, Siska nggak keberatan kok.”
“Benar, ntar kalau Siska sakit gimana?”
“Siska kan seorang dokter, Bang.”
“Hm, iya! Abang jadi lupa, kalau saat ini Abang udah menikahi seorang dokter cantik seperti mu.”
“Ah, gombal,” jawab Siska bermanja.
Walau Yoga tak mengharapkan Siska yang jadi pendamping hidupnya. Namun Yoga tetap menyukai kesucian hati Siska. Karena menurut Yoga, Siska bukan saja berwajah cantik, akan tetapi Siska juga berhati mulia.
Wanita idaman setiap pria itu, kini telah jatuh kedalam pelukan Yoga. Namun hati Yoga masih saja belum bisa menaruh lebih banyak lagi cinta di dalam lubuk hatinya.
Malam itu juga, Siska dan Yoga berangkat kerumah sakit, untuk membesuk Nayla yang sedang mengalami sakit.
Setelah tiba diparkiran Yoga langsung menarik rem tangan, bertanda mobil akan berhenti. Yoga langsung membuka pintu, begitu juga dengan Siska, lalu mereka berdua bergegas menuju ruangan Nayla.
Di luar tampak Yuda sedang duduk sendirian, seraya memegang rambutnya, Yoga melihat ada kesedihan yang mendalam di hati Yuda saat itu.
Ketika melihat Yoga dan Siska datang, Yuda begitu terkejut, karena saat itu Yuda tak menyangka kalau Yoga dan Siska akan datang kerumah sakit sampai selarut itu.
“Kalian, kenapa datang selarut ini?”
“Sis, kalau kamu udah menikah dengan Yoga, secara tak langsung, kamu juga harus manggil saya Abang dong!”
“O iya, siska jadi lupa, maaf yang Bang Yuda.”
Mendengar Siska langsung merubah kebiasaannya, Yuda dan Yoga langsung tertawa geli.
“Gimana kabar istri mu Yud?”
“Dia belum sadar Yog.”
“Sebenarnya dia sakit apa kata dokter Yud?”
“Dokter belum memeriksa kondisi fisiknya Yog, tapi kalau menurut pemeriksaan ku, Nayla cuma merasa sedikit Shock.”
“Shock? shock kenapa Bang?”
“Seperti ada tekanan pada dirinya,” jelas Yuda.
Yoga yang mendengar langsung dari Yuda, hatinya merasa sedikit takut. Pasalnya, di Saat mahligai rumah tangganya baru hendak dia jalani, jika saja Nayla membocorkan semua masalahnya, pastilah semuanya jadi berantakan.
“O iya, gimana acara pesta pernikahan kalian, berjalan lancar bukan?”
“Alhamdulillah, semuanya aman dan lancar, semua baik-baik saja dan nggak ada yang perlu di khawatirkan,” jawab Siska dengan suara lembut.
__ADS_1
“Syukurlah, lalu Mama dimana sekarang Yog?”
“Mama dan Ningsih, mereka masih di rumah Siska, Yud.”
“Ooo, gitu,” jawab Yuda singkat.
“Boleh Siska masuk Yud?”
“Ya, tentu, silahkan Sis!”
Setelah mendapat izin dari Yuda, Siska pun masuk kedalam, dengan langkah pelan Siska menghampiri Nayla yang sedang terbaring diatas ranjang.
Siska memandangi wajah Nayla yang begitu lembut dan cantik. Di saat itu timbul dalam pikirannya, kalau Nayla pingsan itu ada hubungannya dengan pernikahan mereka berdua.
“Atau barang kali Nayla sakit karena dia merasa tersakiti oleh Bang Yoga?” tanya SIska pada dirinya sendiri.
Sedang asik berspekulasi, tiba-tiba Yoga datang dari belakang, dan menyentuh pundak Siska yang sedang berdiri memandangi wajah Nayla
.
“Sedang ngapain kamu Sis?”
“Ah, Bang Yoga! bikin kaget tau!”
“Abang kan cuma nanya, lagi ngapain berdiri aja, kayak orang lagi bingung?”
“Bang, lihat ekspresi wajah Kak Nayla, Yuda benar, kak Nayla sedang mengalami tekanan batin yang cukup hebat.”
“Alah sok tau kamu, Sis?”
“Siska tau Bang, karena kami di Kedokteran mempelajari ilmu kejiwaan, jadi kami bisa mempelajarinya dari pasien yang mengalami gejala serupa.”
Mendengar penjelasan Siska, Jantung Yoga terasa berhenti berdetak, keringat dingin langsung mengucur dari keningnya, Yoga begitu takut, kalau Siska dapat mengetahui apa penyebab Nayla seperti itu.
Tak ingin berlama-lama di sisi Nayla, Yoga segera mengajak Siska keluar dari ruangan itu.
“Kenapa sih, Bang?” tanya Siska heran.
“Jangan mengganggu orang yang sedang mengalami koma, sayang."
“Siapa yang mengganggu sih.”
“Tadi itu, kenapa Siska kelihatan sedang memeriksa sesuatu?”
“Ah nggak, Abang kayaknya udah mulai mengada-ada ini.”
Bersambung...
"Selamat membaca*
__ADS_1