Dibalik Kesetiaan Nayla

Dibalik Kesetiaan Nayla
Part 48 Panik saat kehilangan Nayla


__ADS_3

Lalu dari luar tiba-tiba saja seorang satpam masuk dan memergoki Yoga diruang CCTV, dengan suara lantang satpam itu langsung meneriaki Yoga.


“Maling! hoy, ada maling! ada maling!” teriak satpam rumah sakit itu sembari berusaha masuk kedalam.


Mendengar teriakan itu, beberapa karyawan, penjaga malam dan perawat rumah sakit langsung berdatangan kedalam ruangan itu.


Merasa posisinya sedang terancam, Yoga langsung mendobrak barisan penghuni rumah sakit itu dengan sekali dorong. Beberapa orang ada yang terpental, ada pula yang terjatuh dan terjungkal kebelakang, namun Yoga tidak memperdulikannya.


Melihat buruannya lepas, para penjaga rumah sakit itu langsung mengejar Yoga dari belakang, mereka mencoba memukuli Yoga yang terus berjalan dengan cepat, salah seorang dari satpam itu langsung melayangkan pukulannya ke wajah Yoga, akan tetapi pukulan itu tidak tepat sasaran.


Lalu dua orang diantara mereka mencoba menarik pakaian Yoga dan memegang pergelangan tangannya.


Walau terasa kesal dengan tingkah laku kedua satpam itu, namun Yoga terus berjalan tampa menggubrisnya sama sekali.


“kurang ajar, kau mau mempermainkan kami ya!” ujar salah seorang diantara mereka berdua.


Namun Yoga terus saja berjalan kearah yang ditujunya, karena merasa begitu kesal dengan kedua satpam itu, Yoga pun berhenti dan mencoba menghadang keduanya.


“Kalian mau apa? mau adu jotos dengan ku? ayo sini biar kulayani,” ajak Yoga pada keduanya.


Benar saja mendengar tawaran Yoga kedua satpam itu langsung terpancing, dan demi menjalankan tugasnya, adu jotospun tak dapat terelakkan lagi.


Lalu salah seorang dari satpam itu, dibekuk oleh Yoga dengan mudahnya, akan tetapi merasa temannya dalam bahaya, teman yang satunya lagi juga datang membantu, namun Yoga tak semudah itu dikalahkan, pria pemegang sabuk hitam itu, adalah lawan yang sangat tangguh.


Dengan sekali tendang saja, yang satunya lagipun langsung terpental hingga menyeser dilantai.


“Ingat, aku bukan maling. Kalian yang tak becus bekerja, pasien diruang tiga dua kabur, tapi kalian nggak tau sama sekali.”


“Hei tunggu!” teriak seorang perawat rumah sakit itu.


Lalu mereka bertiga langsung menghentikan pertengkarannya, dan menoleh kearah sumber suara berasal.


“Rasanya aku kenal dengan mu! kau saudara kembarnya dr.Yuda kan?”


“Udah tau masih nanya!” jawab Yoga dengan kesal.


Karena sudah ada yang mengenalinya, Yoga langsung saja pergi meninggalkan, mereka semua, akan tetapi setelah kepergian Yoga salah seorang dari satpam itu membeberkan kalau pasien dikamar tiga dua hilang.


Mendengar informasi itu, barulah para penjaga dan perawat terkejut dan mereka langsung memastikan keberadaan Nayla dari CCTV rumah sakit itu.

__ADS_1


Akan tetapi, sebelum mereka semua mengetahui keberadaan Nayla, Yoga telah terlebih dahulu mengetahuinya. Dari kejauhan Yoga melihat Nayla duduk sendiri di balkon rumah sakit.


“Ngapain disini sendiri sayang?” tanya Yoga seraya memegang pundak Nayla.


Tanpa sadar, saat Yoga menyentuh pundaknya, Nayla langsung saja melompat kebawah.


“Oh, Nayla! teriak Yoga dengan suara lantang.


Mendengar suara teriakan seseorang semua pasien yang berada ditempat itu langsung terkejut, dan beberapa orang yang berada di sekitar tempat itu langsung berlarian ketempat Yoga berada.


Namun saat Yoga melihat kebawah, dia tak menemukan Nayla disana, perasaannya langsung berubah menjadi cemas dan takut.


Tanpa berfikir Panjang lagi, Yoga langsung saja berlari kebawah, satu persatu anak tangga itu dia lalui tanpa harus melihatnya terlebih dahulu. Ternyata perasaan cemas telah mengukur jarak langkah kakinya.


“Nayla! Nayla!” seru Yoga di keheningan malam itu.


Bukan hanya Yoga yang begitu sibuk saat itu, akan tetapi, semua orang yang menyaksikan kejadian dimalam itu juga sibuk mencari keberadaan Nayla yang tiba-tiba saja menghilang dari pandangan mata.


“Bapak yakin, kalau Ibu Nayla melompat dari balkon?”


“Iya Sus, saya lihat sendiri tadi, rencananya saya ingin memanggilnya, tapi ketika dia melihat saya, Nayla langsung melompat kebawah.”


“Ya Allah, apa yang harus saya katakan pada Yuda nanti, kalau dia bertanya tentang keberadaan istrinya?”


“Baiklah,” jawab Yoga seraya *******-***** rambutnya yang tebal


Sambil menunggu, pemberitahuan, dari perawat itu kepada dr. Yuda, Yoga hanya diam terpaku menatap balkon rumah sakit , tiada terbayangkan olehnya sama sekali kalau hal itu akan terjadi menimpa Nayla.


Perasaan sedih karena kehilangan orang yang paling di cintanya, mulai terlihat dari air yang menggenangi bola mata yang bening itu. Satu persatu butiran itu jatuh membasahi kedua pipinya.


“Abang nggak berniat untuk menyakitimu, Nay! Abang hanya ingin membuat jarak diantara kita sedikit menjauh, hanya itu saja Nay, tapi kenapa kau melakukan hal sekonyol ini,” gumamnya pelan.


“Ada apa Yog?” tanya Yuda seraya menyentuh pundak Yoga.


“Nayla, Yud! Nayla lari dari rumah sakit saat aku tertidur tadi, tapi saat aku mencarinya, kutemui dia sedang duduk diatas balkon sendirian, aku hanya sekedar bertanya padanya, kenapa tengah malam duduk sendiri disitu, tapi saat Nayla melihat wajah ku, Dia langsung melompat kebawah.”


“Maksud mu Nayla bunuh diri?”


“Ya Allah! aku tak pantas hidup didunia ini, Yud! Aku telah mengabaikan amanah mu. Gara-gara kelalaian ku, dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya.”

__ADS_1


“Tenanglah, Yog! mari kita cari bersama-sama, siapa tau Nayla ada disekitar sini.”


“Baiklah, ayo kita cari Yud.”


Kemudian Yuda dan Yoga langsung mencarinya, disekitar rumah sakit, di setiap sudut dan Lorong, tak ada yang tidak mereka periksa, namun Nayla tetap belum di temukan.


“Gimana Yog, kau menemukannya?”


“Nggak Yud, aku nggak melihat seorangpun diluar sana.”


“Ya Allah, kau kemana saja Nay, kenapa begitu tega meninggalkan kami semua?” ujar Yuda dalam kesendiriannya.


Setelah sekian kali mengelilingi rumah sakit itu, tiba-tiba saja dari ruang rawat Nayla keluar seorang pria, tampan.


“Kau lagi mencari apa, Yud?” tanya pria itu yang tak lain adalah Rangga.


“Hei Rangga? kau sedang ngapain tengah malam begini dirumah sakit?”


“Ada saudara perempuanku, yang kecelakaan tadi sore. Dan dia dibawa kerumah sakit ini. Jadi kami sekeluarga terpaksa bermalam menjaganya.”


“Ooo, gitu!”


“Maaf, saat aku melintasi tempat ini, aku melihat seseorang melompat dari balkon, lalu aku berusaha menyambutnya, tapi ternyata dia itu istrimu.”


“Apa! kau menemui Nayla?”


“Iya, dia saat ini sedang berada didalam ruangannya.”


“Ya Allah! terimakasih ya Allah, engkau telah menyelamatkan istriku.”


Mendengar Yuda berdo’a, Rangga semakin kasihan pada Yuda yang begitu menyayangi Nayla istrinya.


Pandangan matanya yang kosong saat itu, membuatnya terpaku disaat Yuda mengucapkan rasa terimakasih karena telah menyelamatkan istrinya.


Tanpa harus berlama-lama, Yuda dan Yoga langsung berlari menuju ruang rawat Nayla, dan meninggalkan Rangga sendirian.


Benar saja, didalam Nayla sudah terbaring dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


“Ya Allah, Nay! kau telah membuat seisi rumah sakit ini, kewalahan mencari keberadaan dirimu. Tapi ternyata kau disini,” gerutu Yoga pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


*Selamat membaca*


__ADS_2