Dibalik Kesetiaan Nayla

Dibalik Kesetiaan Nayla
Part 24 Bingung


__ADS_3

“Baik Ma, aku akan selalu mengingatnya."


“Bagus, kau pasti mengingatnya, karena kejadian yang baru saja terjadi, hal itu tentu tak pernah kalian sangka sama sekali,” kata Kartini menasehati kedua putranya.


“Mama benar, kami memang salah, dan perkataan Mama akan kami ingat selalu,” jawab Yuda.


“Nah sekarang masuklah ke kamarmu, minta maaflah pada istrimu, nggak perlu malu mengakui semua kesalahan yang telah kita lakukan.”


“Baik, Ma.”


“Kita nggak akan dianggap rendah, kalau kita mengulurkan tangan terlebih dahulu.”


“Baiklah, Ma! kalau begitu, aku permisi dulu.”


“Silahkan,” jawab Kartini, seraya membenahi tempat duduknya.


Saat Yuda pergi, Kartini hanya memandanginya dari belakang, dia sangat bersyukur sekali kepada Allah, diusianya yang sudah lanjut, kedua orang putranya masih menghormati dan menyayanginya sebagai orang tua yang harus dipatuhi setiap ucapannya.


“Dan kau Yog.”


“Iya, Ma!” jawab Yoga lembut.


“Apa kau tau nak, kalau Dinda itu sangat menyukaimu.”


“Tapi selama ini, dia nggak pernah melihatkan hal itu pada ku, kok Ma.”


“Anak Mama yang ganteng, perempuan itu punya sifat pemalu yang sangat tinggi, dia punya harga diri yang tak bisa ditawar-tawar oleh lelaki manapun, jadi untuk masaalah percintaan, perempuan paling anti untuk mengungkapkan perasaannya sendiri."


" O ya ?"


" Apalagi dia itu seorang wanita Sholehah dia lebih baik menunggu, walau hal itu tak akan pernah terwujudkan, itu sebabnya perempuan lebih banyak yang menjadi perawan tua.”


“Tapi, bukankah sekarang zaman udah semakin canggih, Ma! Kulihat pada zaman sekarang ini, banyak sekali perempuan yang mempertanyakan cintanya pada laki-laki yang disukainya.”


“Itu Namanya, perempuan murahan yang tak punya harga diri.”


“Gimana kalau perempuan yang udah bersuami, menginginkan cinta pada pria lain.”


:Na’uzubillahiminzhaliq! Mama mohon hal itu jangan sampai terjadi pada kalian nantinya.”


“Kenapa begitu, Ma?” tanya Yoga penasaran.


“Karena dosa perselingkuhan, sangat berat azabnya, Nak.”


“Bagai mana, kalau mereka itu nggak pernah melakukan hubungan badan.”


“Sama saja, Nak.”


“Kenapa mesti sama, kan mereka nggak melakukan dosa?”


“Ketahuilah, Nak! perempuan yang telah dinikahi suaminya, dia itu berada dalam garis suci, jika seseorang mencoba untuk menodainya, maka rusaklah garis suci itu, dan mereka disebut perempuan kotor.”


“Lalu.”

__ADS_1


“Lalu, bisa jadi dia nggak halal lagi bagi suaminya. Bukan itu saja, dosa perselingkuhan yang telah dia lakukan, akan menyeretnya ke jurang neraka yang paling dalam.”


Mendengar cerita dari Mamanya, hati Yoga merasa bergidik, betapa tidak, dosa yang dilakukannya selama ini bersama Nayla, ternyata sangat besar dan tak bisa diampuni.


“Oh, apakah udah begitu besar dosa yang kulakukan saat ini?” tanya Yoga seraya merintih didalam hatinya.


“Ada apa, Nak? kenapa kau terdiam?” tanya Kartini heran.


“Oh, nggak ada apa-apa, Ma .”


“Nggak? nggak, apa maksudmu?”


“Kalau begitu baiklah, aku mau istirahat dulu Ma,” jawab Yoga mengalihkan pertanyaan yang sedang dipertanyakan Kartini padanya.


“Kau mau kemana, Nak? Mama belum selesai bicara!”


“Tapi aku capek Ma, mau istirahat sebentar,” jawab Yoga seraya menjauhi Mamanya.


“Lalu, gimana dengan Dinda?” tanya Kartini dengan nada tinggi.


“Nanti aja kita bahas, Ma.”


“Nanti kapan? nanti malam maksudmu?”


“Bukan, maksudku besok pagi aja.”


Melihat gelagat putra bungsunya itu, Kartini hanya bisa geleng-geleng kepala dibuatnya.


Sedangkan Yuda yang saat itu sudah berada disisi Nayla, melihat istrinya terus saja diam, Yuda kemudian bertanya padanya.


“Nggak ada masalah kok Bang, Nay baik-baik saja, Nay nggak ada marah sama Abang.”


“Kalau gitu, kenapa Nay diam?”


“Nay capek Bang, Nay mau istirahat,” jawab Nayla dengan suara pelan.


“Baiklah, kalau Nay, merasa capek, Nay boleh istirahat. Tapi, Kalau Nay marah, abang akan minta maaf pada Nay.”


“Bang Yuda sayang, Nay nggak marah kok, kenapa Abang sensitif gitu sih?"


“Habis Nay, terus aja membelakangi Abang, itu berarti Nay sedang marah, pada Abang.”


“Baiklah, sekarang Nay, akan menghadapkan wajah Nay ke Abang, tapi Abang nggak boleh merasa bersalah lagi ya!”


“Baiklah sayang, kalau begitu sekarang hati Abang udah sedikit lega.” Jawab Yuda seraya tersenyum manis pada istri yang dicintainya.


Setelah merasa tenang, Yuda langsung tidur disisi istri dan anaknya, malam itu mereka tidur dengan nyenyak. Tapi sebelum tidur, Yuda masih sempat menghubungi Siska, teman semasa kuliah, yang saat ini telah menjadi seorang dokter.


Akan tetapi lain dengan Yoga, malam itu matanya begitu sulit, untuk di pejamkan, dia selalu ingat akan wajah Nayla.


“Hmmm, sedang apa Nayla sekarang ya, pasti dia sedang tidur dipelukan Yuda. Oh aku sangat iri pada Yuda, selain dapat istri yang cantik, Nayla juga baik orangnya,” kata Yoga pada dirinya sendiri.


Malam yang indah, bulan bersinar sempurna dimalam itu, banyak bintang yang bertebaran di angkasa, Yoga memandanginya dengan penuh khidmat, banyak arti yang ditemukannya di keindahan malam itu.

__ADS_1


Hingga pagi menjelang, mata Yoga belum bisa di pejamkan.


Sementara itu Saat ayam jantan berkokok, Nayla pun mulai berkemas-kemas untuk segera pulang kerumahnya.


“Mau kemana sayang, kenapa berkemas-kemas?” tanya Yuda heran, saat dilihatnya Nayla sudah berdandan dengan rapi.


“Kita mau pulang sekarang Bang,” jawab Nayla dengan suara lirih.


“Kamu sakit.”


“Nggak!” jawab Nayla singkat


“Lalu kenapa mesti pulang sekarang? kan cuti Abang masih lama.”


“Nay, ingin pulang sekarang Bang,” jawab Nayla datar.


“Nay serius?”


Mendengar pertanyaan Yuda kali ini, Nayla tak menjawabnya sama sekali, dia tampak diam,dan tak sepatah katapun yang dia ucapkan.


“Kenapa diam sayang?” tanya Yuda penasaran.


Namun Nayla tetap saja diam, hati Yuda semakin bingung, Nayla tampak begitu aneh sekali, dia tak banyak bicara, namun tak mau menjawab pertanyaan Yuda dengan benar.


“Apa Nay masih marah?” tanya Yuda sekali lagi.


“Ayo Dika, sini Mama mandikan, kata Nayla seraya menggendong Dika kekamar mandi.


Melihat tingkah istrinya itu, Yuda pun jadi serba salah dibuatnya, lalu Yuda berinisiatif untuk mengikuti kemauan Nayla.


Dia pergi kekamar mandi dan mandi bersama anaknya. Walau basah kena percikan air mandi Yuda, Nayla tak marah sama sekali.


Selesai memandikan sikecil, Nayla langsung mengganti pakaiannya. Dan keluar dari kamar untuk menemui Mamanya.


Dari kejauhan Kartini melihat Dika berlari menyongsong neneknya, Kartini pun heran saat melihat Nayla berdandan rapi pagi itu.


“Lho, loh, loh ! kalian ini mau kemana, kok rapi banget?”


“Kami mau pulang Ma!” jawab Nayla yang berada dibelakang Andika.


“Pulang Ma? Kenapa begitu cepat?” tanya Mamanya heran.


“Iya Nek, kata Mama dia rindu sama rumah.”


“Itu pasti alasan Mamamu kan?”


“Benar, Nek! aku nggak bohong,” jawab Andika dengan polos.


“Kau baik-baik saja kan Nay?” tanya Mamanya heran.


“Iya Ma, Nay baik-baik aja kok.”


“Sekarang jelaskan sama Mama, kenapa kalian begitu cepat pulang kerumah?”

__ADS_1


Bersambung...


*Selamat membaca*


__ADS_2