
Regan bangun pagi-pagi sekali dan sudah siap duduk dimeja makan. Oma datang dan heran dengan sikap cucunya. Tidak biasanya Regan pagi-pagi sudah duduk manis dimeja makan.
"Apakah kau tidak tidur semalam?" canda Oma sambil duduk disamping Regan.
"...." Regan mendongak dan tersenyum pada Oma.
"Apakah Oma juga tidak tidur semalam?" Canda Regan balik.
"Sepertinya kau sedang bahagia. Katakan pada Oma, apa yang membuat mukamu bersinar seperti itu?" tanya Oma menatap wajah Regan dengan seksama.
"Ohh, itu, Regan bermaksud membawa kekasih Regan kemari. Kan Regan pernah cerita, jika Regan sudah punya anak." kata Regan berbisik pada Omanya.
"Lalu kenapa kau menundanya begitu lama?" tanya Oma tertawa.
"iitu...karena Regan masih menunggu waktu yang tepat. Gadis itu takut tidak diterima oleh kalian, Regan membutuhkan waktu untuk meyakinkanya." Bisik Regan lagi.
"Bawa cepat kemari. Kenalkan pada kami. Setelah itu kau baru melamarnya." kata Oma.
"Oma....." panggil Regan sambil menatap Omanya dengan serius.
"Ada apa?"
"......." Regan berfikir keras.
"Bagaimana jika mami menolaknya? Haruskah kami kawin lari?"
Oma langsung memukul tangan Regan begitu mendengar ucapannya.
"Apa yang kau katakan? Apakah kau tidak ingat siapa dirimu? Sedikit kesalahan akan membuat nama keluarga kita menjadi pembicaraan orang?"
"Regan harus bagaimana?"
"Kau ini....." Oma sepertinya geregetan dengan apa yang Regan pikirkan.
"Bawa dia kemari. Setelah Oma melihatnya, baru Oma tahu apa yang harus kau lakukan?"
Tiba-tiba Nadiya dan Prasetyo datang dan Nadiya bertatapan dengan putranya Regan.
__ADS_1
Nadiya belum mengatakan apapun pada Prasetyo tentang apa yang terjadi antara dirinya dan Regan. Mereka akan berseteru lagi karena masalah jodoh pilihan Regan.
"Hai! Kau pagi-pagi sudah bangun. Apakah kau tidak tidur semalam?"
"......" Regan dan Oma saling berpandangan.
"Kenapa kalian berfikir aku tidak tidur? Apakah aku tidak bisa bangun pagi?" Kata Regan dan menatap pada Omanya. Tadi Oma juga bilang begitu. Ibu dan anak sama saja cara berpikirnya, gumam Regan.
Regan lalu menatap wajah maminya. Dan Nadiya memalingkan mukanya. Dia masih kesal dengan keinginan Regan.
Prasetyo dan Oma saling berpandangan melihat sikap Nadiya dan juga Regan. Oma mengangkat bahu saat Prasetyo menatapnya dengan kode sebuah pertanyaan.
"Ayo sarapan.....Kalian harus sarapan dengan hati yang senang pagi ini. Sebentar lagi akan ada kabar bahagia dikeluarga kita."
Regan, Prasetyo dan juga Nadiya menatap Oma. Dan Oma baru sadar jika dia keceplosan dan kebablasan bicara.
Oma menutup mulutnya dan tersenyum sambil menatap wajah mereka satu persatu.
"Hahaha, maksud Oma, bukankah setiap hari kita harus mengawali hari dengan bersuka cita? Ya...itu...maksud Oma." kata Oma lalu mulai memakan makananya dengan tertunduk.
Ada apa dengan mereka? Mereka makan tanpa berbicara?
"Ohh itu...." Tiba-tiba Regan dan Oma menjawab bersamaan.
"Hahahaha...." mereka malah tertawa bersamaan.
Tiba-tiba mereka terdiam dan saling bertatapan.
"Ehm, Regan sudah punya kekasih." Akhirnya Regan buka suara dan membuat Prasetyo menatapnya kaget lalu tertawa padanya.
"Om senang mendengarnya." kata Prasetyo.
Berbeda dengan ekspresi Nadiya yang menatap Regan dengan dingin dan tanpa ekspresi.
"Jadi, kapan kau akan mengenalkanya pada kami?" tanya Prasetyo.
"Segera Om." kata Regan dan melirik wajah maminya yang terlihat tidak senang.
__ADS_1
"Bagus. Akhirnya kau benar-benar membawa kabar bahagia." kata Prasetyo sambil menatap Nadiya.
Dalam hati Prasetyo bingung dengan sikap Nadiya yang terlihat biasa saja mendengar kabar baik dari Regan. Biasanya dia akan sangat senang dan menjadi cerewet.
Tapi kali ini dia diam seribu bahasa.
Prasetyo lalu mengalihkan pembicaraan pada pekerjaan di kantor Regan.
"Bagaimana dengan pekerjaan kantor mu? Aku dengar kau mengirim beberapa senior manager keluar negeri?" tanya Prasetyo.
"Iya om. Ada proyek disana."
"Kau tidak pergi kan?" tanya Prasetyo.
"Ngga om."
"Kita ke kantor bersama?" Ajak Prasetyo pada Regan.
Regan mengangguk dan ikut mobil Prasetyo kali ini.
Didalam mobil Prasetyo menanyakan masalah kekasih Regan.
"Apakah kau dan mamimu berselisih lagi? Mamimu terlihat berbeda tadi." tanya Prasetyo ingin tahu yang sebenarnya.
Regan menatap Prasetyo sebentar dan mengalihkan pandanganya.
"Om, kekasih Regan itu adalah dokter Mila." kata Regan tiba-tiba dan membuat Prasetyo kaget lalu menghentikan mobilnya secara mendadak.
Prasetyo menatap Regan dan ingat jika Dokter Mila adalah mantan istri Dokter Irwan dan ada gosip tentang nya yang tidak sedap.
"Dokter Mila? Kau menjalin hubungan dengannya?"
"Iya Om."
"Kami akan menikah. Tapi mami sepertinya tidak menyukainya."
"....." Prasetyo masih diam dan tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
"Ya. Itukah yang membuat kalian tadi pagi bersikap aneh? Jadi mamimu sudah tahu semuanya?"
Regan mengangguk dan mereka tidak berbicara lagi. Mereka terlena dengan pikirannya masing-masing.