Dipinang CEO

Dipinang CEO
Regan menginap dirumah Mila


__ADS_3

Keesokan harinya Wandah datang menemui Mila dirumah sakit. Mila kaget saat dia melihat ibu dari Irwan yang pernah menjadi mertuanya datang menemuinya.


"Silahkan masuk." kata Mila dan dia melihat jika Wandah tersenyum padanya.


"Silahkan duduk Tante....ada yang bisa saya bantu?" tanya Mila tersenyum ramah. Dalam hati dia juga bertanya-tanya kenapa ibu dari dokter Irwan datang menemuinya.


"Mila, aku dengar kau akan dilamar oleh CEO Handoko." kata Wandah.


"Ohh, itu, Mila belum memikirkan sejauh itu Tante." kata Mila


"Mila, Tante tidak datang untuk periksa, Tante ingin mengatakan jika yang terjadi antara kau dan Irwan, jangan kau ambil hati." kata Wandah.


Mila menatap Wandah dan hatinya menahan rasa kesal dengan apa yang sudah mereka lakukan.


"Mila, berita yang tersebar itu, Tante tidak sengaja, dan Tante minta maaf, dan juga jika tidak ada berita seperti itu, mungkin CEO tidak akan bersimpati padamu."


Apa?


Kenapa dia berkata seperti itu?


Mila berusaha tenang dan tidak ingin meladeni Wandah.


"Ehm, sepertinya masalah ini bisa kita bicarakan dirumah saja Tante, sekarang Mila sedang bekerja dan banyak pasien yang sudah menunggu." kata Mila agar Wandah segera pergi dari ruanganya.


Dia juga tidak ingin ada yang mendengar apa yang mereka bicarakan terlebih dia juga malu jika terdengar oleh CEO Handoko.


CEO belum melamarnya tapi semua orang sudah mengkhawatirkan jabatanya.


"Baiklah, kalau begitu Tante permisi." kata Wandah lalu pergi dari ruangan Dokter Mila.


Mila mengangkat kedua tangannya dan menahan kepalanya yang sakit akibat masalah ini.

__ADS_1


Tiba-tiba kepalanya pusing dan dia akhirnya meminta izin untuk pulang lebih awal. Kepalanya mendadak sakit.


Mila lalu pulang lebih awal dari jam pulang kantor. Dia langsung tiduran dikamarnya. Dan keringat dingin mulai membasahi keningnya.


Mila demam karena banyak pikiran hingga daya tahan tubuhnya menurun.


Regan datang dan bibi mengatakan jika majikanya sedang istirahat karena sakit. Regan lalu datang menengok kekamarnya. Dia lihat Mila sedang tidur tapi mulutnya terus bergumam tidak begitu jelas.


Artinya Mila sedang demam tinggi. Regan langsung meminta kain dan air untuk mengompres keningnya.


Perlahan terdengar suara dari kedua bibir Mila.


"Ibu....maafkan Mila...." hanya itu yang Mila ucapkan berulangkali.


Dalam mimpinya Mila meminta maaf kepada ibunya karena tidak bisa mempertahankan pernikahanya dan tidak berani menemuinya.


Regan lalu terus mengompres Mila dan berfikir untuk menemaninya. Apalagi Matthew terus saja rewel ingin bersama dengan ibunya. Regan tidak bisa meninggalkan Mila begitu saja.


Regan mengajak Matthew tidur dikamar lainnya. Dan kamar itu bersebelahan dengan kamar Mila.


Saat tengah malam, Mila terbangun dan dia merasa badanya sudah agak baikan. Dia lalu menyentuh dahinya dan berfikir siapa yang sudah mengompresnya.


Mila lalu duduk dan teringat pada Matthew. Dia keluar dari kamarnya karena tidak melihat Matthew disampingnya.


Tiba-tiba dia melihat kamar disebelahnya terbuka dan dia lihat Matthew tidur bersama Regan.


Sejak kapan dia ada disini? gumam Mila.


Mila berdiri menatap mereka berdua. Mereka memang sangat mirip.


Mila tidak ingin membangunkan Matthew yang sudah lelap tertidur. Karena ada Regan yang menjaganya, Mila lalu masuk kembali kedalam kamarnya.

__ADS_1


Pagi harinya, Mila bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan seperti biasanya dibantu oleh Bibi.


Regan bangun dan menatap Matthew yang masih terlelap disampingnya. Regan lalu tersenyum dan mencium kening Matthew.


Regan lalu keluar dan mencari Mila dikamarnya. Tapi Mila sudah sehat dan sudah ada didapur saat ini.


"Aku sudah menyiapkan sarapan. Sebaiknya kita sarapan bersama." kata Mila.


"Apakah kau sudah tidak sakit lagi?"


"Aku sudah sembuh. Aku hanya kelelahan." kata Mila dan duduk dimeja makan bersama Regan.


Mereka lalu sarapan dan mereka tidak tahu jika sejak semalam ada seseorang yang mengintai mereka. Dia adalah orang suruhan Wandah.


Wandah tidak ingin Mila menikah dengan CEO Handoko dan mengancam pekerjaan putranya.


Wandah tahu jika anak itu adalah anak Regan, jadi dia memanfaatkan kedekatan Regan untuk menciptakan jarak antara Mila dan CEO Handoko.


Wandah mendapatkan kesempatan tidak lama setelah dia memikirkan untuk menjatuhkan Mila didepan CEO Handoko.


Setelah mendapatkan laporan dari orang suruhannya, Wandah lalu keesokan harinya menemui CEO Handoko di rumah sakit.


"Anda bukankah ibu dari dokter Irwan?" tanya CEO yang pernah bertemu dengannya di acara pernikahan Mila waktu itu.


"Iya, benar. Saya adalah ibu dari Irwan. Dan saya ada keperluan dengan anda." kata Wandah.


"Silahkan katakan." kata CEO.


"Ini...." Wandah memperlihatkan video Regan yang datang kerumah Mila dan keluar dipagi hari. Artinya dia menginap disana.


Wajah CEO terlihat kesal dan tangannya mengepal karena melihat video yang diperlihatkan Wandah.

__ADS_1


__ADS_2