Dipinang CEO

Dipinang CEO
Menemani belanja


__ADS_3

Beberapa hari dirumah anaknya, akhirnya mamanya mendapat telepon jika kakak perempuan dokter Irwan sedang tidak enak badan, sehingga kedua anaknya tidak ada yang mengurusnya.


Cucunya Bima dan Arya terus rewel dan membuat menantunya yang bernama Edo Raharja kewalahan.


Maklum, usia mereka baru dua tahun dan satu tahun, jadi pasti sangat repot mengurus keduanya saat ibunya sakit.


"Ma, mama pulang ya, Kinan sedang tidak enak badan." Kata Putri sulungnya saat mereka sedang sarapan.


"Ya, setelah sarapan mama akan segera pulang, apakah suamimu pergi kekantor?" Tanya mamanya.


"Tidak ma, Mas Edo sudah dua hari tidak kekantor. Dia menjaga Bima dan Arya."


"Tunggulah, nanti mama akan siap-siap dulu." Kata mamanya.


Irwan yang sedang makan sudah tahu pasti yang menelpon adalah kakak perempuannya.


"Pasti mbak Kinan." Kata Irwan.


"Dia sedang sakit. Anaknya tidak ada yang mengurusnya. Suaminya tidak bisa kekantor dua hari ini."


"Kenapa tidak ada baby sitter sih ma dirumah mbak Kinan. Biar bisa membantunya saat dia sakit begini." Kata Irwan merasa kasihan pada kakak perempuannya.


"Ahk, kau tahu gaji suaminya berapa? Bekerja dikantor dengan gaji umr mana bisa bayar baby sitter." Kata Mamanya.


"Kan kasihan mbak Kinan kalau kerepotan seperti ini."


"Itu salah kakakmu sendiri. Sudah mama Carikan jodoh calon yang mapan, tapi dia menolaknya." Kata mamanya mengingat penolakan putrinya waktu itu.


"Ya sudah ma, nanti mama pulang saja, kasihan mbak Kinan jika mama terus disini." Kata Irwan mengalihkan pembicaraan mamanya.


Jika diteruskan, mamanya akan terus mengungkit kakaknya yang memilih jodohnya sendiri.

__ADS_1


Dan rasa kecewa masih dirasakan mamanya melihat kehidupan putrinya yang hidup pas-pasan.


Dulu, dia akan menikah dengan pengusaha minyak, namun mbak Kinan menolaknya karena alasan yang tidak masuk akal.


Mamanya masih kecewa melihat sikap putrinya dan kehidupanya kini yang ekonominya tergolong menengah kebawah.


"Tapi, mama mau kepasar baru dulu. Mama mau belanja tekstil, mumpung mama kesini. Ada pesanan juga dari beberapa teman mama."


"Mama pergi sama papa kan?" Tanya Irwan.


"Bagaimana jika kau panggil dokter Mila. Inikan hari libur, dokter Mila mungkin bisa menemani mama."


"Mana bisa begitu ma, hari ini Irwan mau jalan-jalan, sudah janji dari kemarin."


"Kau ini, mama kan sudah mau pulang hari ini. Sedangkan kau punya banyak waktu untuk mengajaknya jalan-jalan."


Karena tidak bisa melihat mamanya yang kecewa, akhirnya Irwan mau mengantarkan mamanya pergi belanja tekstil.


"Cepat kau telepon Mila. Kita berangkat lebih pagi. Mama mau punya banyak waktu untuk memilih."


Dokter Irwan akhirnya menelpon dokter Mila dan mengatakan keinginan mamanya.


Tidak lama kemudian Dokter Irwan bersama mamanya pergi kerumah dokter Mila dan mereka langsung ke pasar baru.


Disana ada langganan mamanya. Toko tekstil yang menyediakan berbagai kualitas yang bagus.


Tiba dipasar baru.


Langsung menuju toko langganan.


"Mila, ayo ikut Tante. Kau bisa bantu memilih." Kata mama dokter Irwan.

__ADS_1


"Ya Tante...." Mila lalu memegang beberapa bahan kain yang ditunjukkan oleh pegawai didalam toko itu.


"Ini bagus Mila...." Kata mamanya.


"Ini juga bagus Tante. Membuat Tante terlihat muda saat memakainya."


"Ya, yang kamu bilang benar Mila. Sesekali Tante juga akan memakai brukat pink fanta." Kata mamanya.


"Warna itu terlalu mencolok untuk mama." Kata Dokter Irwan memberi komentar.


Dokter Mila yang memang tidak begitu paham dalam fashion menjadi malu karena mungkin dia telah memberi saran yang salah.


"oouuuhh, ini bagus. Saran Mila ada benarnya juga. Saat dipesta, kadang, kita harus berani tampil beda." Kata mamanya begitu melihat perubahan wajah dokter Mila.


Tiba-tiba kain yang tadi dipegang oleh mamanya dokter Irwan sudah berpindah tangan, ditangan Catrine yang saat itu juga sedang mencari bahan untuk pesta.


Mama dokter Irwan lupa dan meninggalkannya sembarangan, sehingga Catrine berfikir jika dia bisa membelinya.


"Dimana warna pink tadi?" Tanya mamanya kebingungan.


"Mama sudah memasukkanya kan?" Tanya dokter Irwan.


"Mama lupa. Tidak membawanya." Mamanya lalu kembali kelantai dua. Dan melihat jika Catrine sedang memegangnya.


"Itu adalah kain yang sudah saya pilih." Kata mamanya pada gadis didepannya.


"Tapi saat tadi saya ambil, Ibu tidak ada disini. Dan sekarang kain ini akan saya bayar, dan saya akan membelinya."


"Tapi tadi saya lebih dulu memilihnya. Dan saya lupa tidak membawanya."


"Tapi maaf ibu, saat ini kain ini sudah akan saya bayar. Dan ibu memilih yang lain saja." Kata Catrine.

__ADS_1


Dokter Irwan dan Mila yang baru datang kaget saat melihat mamanya sedang ribut sama Catrine, istri CEO Regan.


__ADS_2