Dipinang CEO

Dipinang CEO
Bella dan Johan


__ADS_3

POV Author.


Flashback.


Masa lalu, kisah bagaimana Bella bisa masuk kedalam lembah hitam dan dijual oleh suaminya sendiri karena kalah dalam berjudi. Bella yang memang cantik dan badannya semok langsung menjadi rebutan dan menjadi hiburan seorang mafia yang terkenal suka meminjamkan uang jika ada yang kalah dalam judi atau taruhan.


Mafia itu bernama Bonar. Orangnya gemuk dan wajahnya seram, namun diseluruh jari-jarinya berhias cincin yang sangat tebal. Dia memakai cincin emas, kalung emas dan juga gelang dengan nilai ratusan juta rupiah.


Matanya merah dan maniknya langsung melebar saat melihat wanita molek dan seksi didepannya.


"Bagaimana kau akan membayar hutangmu? Apakah kau punya rumah?" Tanya Bonar saat itu.


"Tidak Tuan."


"Kalau gitu kau punya kendaraan?"


"Tidak juga Tuan."


"Lalu bagaimana kau akan membayar hutangmu padaku?"


"Aku punya seorang istri yang cantik dan seksi." Kata Johan.


"Bawa dia kemari!" Hardik Tuan Bonar dengan senyum menyeringai.


Saat itu Sharmila masih berusia tiga tahun dan sedang disuapi makan oleh Bella, ibunya. Dan tiba-tiba para preman itu masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung membawa Bella keluar dari rumah itu.


Sharmila yang saat itu masih kecil hanya bisa mengangis dan mencoba turun dari bangku. Tapi karena usianya masih tiga tahun maka Sharmila pun jatuh kelantai.


"Ibu......" Sharmila berteriak memanggil ibunya yang tiba-tiba dibawa oleh para preman itu. Sharmila terus menangis tidak berhenti hingga berjam-jam. Rupanya kakinya terluka saat dia mencoba turun dari kursi. Kursinya terlalu tinggi dan kakinya masih sangat pendek untuk bisa menjangkau lantai.


Tetangga yang mendengar tangisan Sharmila pun datang dan dia lihat pintu rumah itu terbuka. Kemudian tetangga yang baik hati itu menggendong Sharmila dan membawanya kerumahnya. Tetangga itu sangat mengenal kelakuan ayah Sharmila yang tidak peduli kepada anaknya. Dan mereka juga tidak habis pikir kemana ibunya hingga membiarkan anak berusia tiga tahun sendirian didalam rumah dan kakinya terluka.


Tetangga yang baik hati itu kemudian mengobati kaki Sharmila dan menyuapinya makan dan juga memberinya minum.

__ADS_1


Sudah berjam-jam Sharmila ada dirumah tetangga yang baik hati itu dan pak Johan maupun Ibu Bella tidak mencarinya. Hingga Sharmila tertidur dipangkuan dan tetangga yang baik hati itupun memindahkannya keranjang hingga pagi tiba.


Dan sampai Sharmila terbangun dan mencari ibunya bahkan tidak ada tanda-tanda jika ayah dan ibunya sudah pulang kerumah.


Sementara didalam gedung yang tertutup itu penuh dengan laki-laki berbau mesum dan mata mereka langsung melebar saat Bella dibawa masuk kedalam.


Bella hanya bisa menangis sepanjang perjalanan karena kedua lelaki berbadan tegap itu dengan kuat memegangi lengannya. Dia sangat menghawatirkan putrinya yang dia tinggal sendirian didalam rumah.


Suaminya saat ini sedang duduk bersama lelaki gemuk yang penuh dengan Kilauan emas diseluruh badanya. Lelaki gemuk yang mereka panggil pak Bonar itupun tertawa menyeringai.


"Kau sangat cantik sekali. Apakah kau tahu kenapa kau dibawa kemari?" Kata Pak Bonar kepada Bella.


"Tidak Tuan." Kata Bella dengan mata tertunduk malu.


"Suamimu berhutang banyak padaku. Dan karena dia tidak punya apapun sebagai jaminan maka dia berniat menjualmu dan tugasmu adalah menghibur kami disini." Kata Pak Bonar itu.


"Apa? Aku tidak sudi bekerja disini!" Kata Bella dengan berurai air mata. Dia sangat terkejut dengan kelakuan suaminya yang tega menjualnya ketempat hiburan seperti ini.


"Kurang ajar! Dasar lelaki tidak berakhlak! Kau punya hak apa atas diriku hingga kau berani menjadikanku wanita penebus hutang!"


"Aku adalah suamimu. Dan aku berhak melakukan apapun terhadap dirimu!"


"Kurang ajar! Kau memang lelaki tidak bermoral. Apakah kau tidak pikirkan bagaimana nasib putrimu?"


"Dia bukan putriku. Kau telah berselingkuh!"


"Berapa kali aku katakan kalau dia adalah darah dagingmu. Tapi kau buta karena omongan orang lain yang tidak ada buktinya. Dia adalah putrimu."


"Aku tidak punya anak. Dia bukan anakku. Dan aku tidak peduli denganya. Sekarang kau layani Tuan Bonar dengan baik. Aku akan menunggumu disini!"


"Kau memang iblis!"


"Bawa dia ke kamarku!" Kata Tuan Bonar kepada kedua anak buahnya.

__ADS_1


"Kau sangat bejat Mas. Kau seperti iblis!" Kata Bella terus mengutuk suaminya saat dia dibawa oleh kedua pengawal itu kesebuah kamar.


Kemudian mereka mendorong Bella masuk kedalam kamar dan menguncinya dari luar.


Didalam kamar Bella terus menangis dan hatinya hancur saat mengingat nasibnya kini dan juga teringat pada putrinya yang sendirian dirumahnya.


Tidak lama kemudian seseorang membuka pintu dan masuk kedalam. Dia adalah Tuan Bonar yang kaya raya.


Tuan Bonar kemudian mendekat dan menyentuh pipi dan juga kepala Bella.


"Kau sangat cantik dan badanmu montok sekali. Harusnya kau menjadi istriku dan memakai semua perhiasan ini."


"Aku tidak sudi menjadi istrimu!"


"Kau sama bodohnya dengan suamimu. Lihatlah perhiasan ini sangat cocok untukmu dan menambah kecantikanmu."


"Biarkan saya pulang Tuan. Anak saya dirumah sendirian."


"Oohh kasihan...jika kau pulang lalu siapa yang akan membayar hutang suamimu hah?!" Kata Tuan Bonar dengan mata menakutkan. Matanya merah dan air liurnya hampir menetes saat melihat kedua paha Bella yang bajunya tersingkap.


"Biarkan suamiku membayarnya. Tapi lepaskan saya."


"Sekarang aku sudah tidak peduli dengan hutang suamimu. Tapi aku lebih peduli pada dirimu." Kata Tuan Bonar sambil menyentuh bokong Bella.


Bella pun berangsut dan bergeser menjauh dari Tuan Bonar.


"Kemarilah....jangan jauh-jauh. Ayo kita bermain dan bersenang-senang." Kata Tuan Bonar sambil melepaskan perhiasan dan juga bajunya.


Bella tetap tak bergeming namun ruangan itu terlalu sempit untuk bisa mengelak apalagi melarikan diri.


Saat ini Bella bersandar pada pintu dan tembok. Namun dengan cepat Tuan Bonar menggendongnya dan tidak butuh banyak tenaga untuk membawa Bella keatas tempat tidur. Karena badan Tuan Bonar yang sangat besar dan juga kuat.


Dan tiba-tiba pintu diketuk oleh seseorang sehingga Bella bisa bernafas lega. Tuan Bonar kemudian melangkah ke pintu dan melihat siapa yang datang untuk menganggunya.

__ADS_1


__ADS_2