Dipinang CEO

Dipinang CEO
Dokter Irwan


__ADS_3

Sharmila baru saja selesai mandi dan menyisir rambutnya, tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.


"Siapa?" Tanya Sharmila.


"Aku, Irwan."


"Dokter, masuklah." Kata Sharmila.


"Maaf, saya belum siap. Tunggulah sebentar, saya akan mengganti baju."


"Silahkan..."


Dokter Irwan lalu duduk sambil mengamati ruangan itu.


"Simpel dan manis!" Kata Dokter Irwan memuji ruangan itu.


"Apa?" Tanya Sharmila yang baru saja keluar dan mendengar jika dokter Irwan memuji dengan mengatakan simpel dan manis.


Dokter Irwan nampak kaget dan bingung.


"Maksudku, kau cantik dengan gaun itu. Sangat elegan, kau berbeda dengan saat melakukan tugasmu, kau sangat kaku." Kata Dokter Irwan.


"Apa dok? Mungkin karena kita baru beberapa bulan berkenalan, sehingga anda tidak tahu dan salah mengira tentang saya."


"Iya, mungkin kau sebenarnya lebih manis dan humble, jika kau sering tersenyum seperti ini." Kata Dokter Irwan.


"Baiklah, mari kita berangkat sekarang." Kata Dokter Irwan.


Mereka tiba direstoran mewah dan duduk ditempat yang sudah dipesan oleh Dokter Irwan sebelumnya.


Mereka seperti sedang berkencan jika seperti ini.


"Silahkan duduk..." Kata Dokter Irwan mempersilahkan Sharmila untuk duduk.


"Terimakasih." Sharmila lalu duduk dan melihat sekeliling. Lama dia tidak pergi makan ke restoran, hal ini terasa canggung menurutnya.

__ADS_1


"Saya sangat canggung." Kata Sharmila.


"Kenapa?" Tanya Dokter Irwan.


"Karena sudah lama saya makan dirumah dan hanya memesan saja. Jarang sekali saya makan diluar apalagi sejak pasien begitu rame dan membuat saya sering lembur." Kata Sharmila.


"Kau populer dan terkenal diantara para dokter."


"Dokter Irwan terlalu memuji saya. Tapi... terimakasih atas pujiannya." Namun tiba-tiba raut wajahnya menjadi berubah saat dia melihat Regan sedang makan bersama istrinya dan juga keluarga besarnya.


"Tuan Regan...." Tanpa sadar Sharmila menyebut nama Regan.


Dokter Irwan yang mendengarnya langsung melihat kearah yang dilihat oleh Sharmila.


"Itu adalah CEO Regan, dia dan istrinya belum lama mengundangku makan malam. Mereka satu keluarga sering datang kepraktekku." Kata Dokter Irwan.


"Apakah mereka pasien anda?" Tanya Sharmila tidak percaya bisa bertemu dengan Regan kembali. Dia berfikir jika Regan dan istrinya tinggal diluar negeri setelah mereka menikah.


"Mereka pasti sangat bahagia." Gumam Sharmila tanpa sadar.


"Dulu saya menjaga kedua adiknya saat masih SMA."


"Benarkah?" Dokter Irwan terlihat sangat terkejut.


"Apakah kita perlu kesana dan bergabung dengan mereka?" Tanya Dokter Irwan.


"Jangan." Dengan reflek, Sharmila mencegahnya


"Bukankah kita akan malam berdua saja malam ini. Dan aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan mereka." Kata Sharmila lagi-lagi tidak disadarinya dia berbicara tentang Regan dan istrinya.


"Sepertinya kau sudah lama tidak bertemu dengan mereka." Tengah Dokter Irwan.


"Hhhhhh, ya...mungkin sudah enam tahun uang lalu, terakhir kali saya bertemu dengan mereka."


"Lain kali, kita akan mengundang mereka makan dirumah kita." Kata Dokter Irwan.

__ADS_1


"Dirumah kita? Maksud Dokter?" Tanya Sharmila kaget dan merasa ada yang salah dengan ucapan Dokter Irwan.


"Maksudku....ini...." Tiba-tiba Dokter Irwan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dan membukanya.


Cincin berlian yang sangat indah bertahta didalamnya.


"Mari kita bertunangan!"


"Apa!?" Sharmila lagi-lagi sangat terkejut.


"Bukankah kita tidak sedang berkencan?" Tanya Sharmila menatap dokter Irwan dengan bingung.


"Itulah maksudku, mari kita berkencan, aku sangat mengagumimu sejak pertama kali melihatmu, dan aku terlalu naif untuk terus mendamnya dan tidak segera mengungkapkannya." Kata Dokter Irwan.


"Tapi....."


"Jawablah dalam tiga detik." Kata Dokter Irwan.


Apa!? Tiga detik? Untuk memutuskan berkencan dengannya? Ini benar-benar sangat mendadak!


"Tiga...."


Sharmila masih melongo.


"Dua...."


"Satu...."


Tapi dokter Irwan tidak mau menyerah.


"0.50....0,25....0,125...."


Sudahlah, aku mengangguk saja!


"Baiklah." Kata Sharmila tanpa mau ambil pusing akan seperti apa hubungan mereka kedepannya nanti.

__ADS_1


__ADS_2