
Pagi harinya, Mila terbangun dan terkejut saat melihat lampu sudah menyala dan orang yang tertidur pulas disampingnya adalah Regan.
Namun Dokter Irwan tidak segera masuk kedalam dan dia punya rencana lain lagi untuk Mila.
Dengan penuh kemarahan Mila memakai semua bajunya dan memukul Regan dengan sangat keras.
"Apa yang kau lakukan disini? Biad*b! Cepat keluar! Keluar dari kamarku!" Teriak Mila dan mendorong Regan hingga jatuh dari ranjangnya dan terpental kelantai.
Regan juga bingung dengan apa yang terjadi padanya, tanpa berbicara Regan memungut bajunya dan memakainya.
Sementara Mila lari kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Dia merasa sangat kotor dan ternoda. Padahal dokter Irwan suaminya bahkan belum menyentuhnya sama sekali. Namun, orang lain justru sudah merenggut keperawanannya. Dia tidak lain adalah Regan, cinta pertamanya.
Merasa sangat kotor, akhirnya Mila tidak keluar-keluar dari kamar mandi.
Regan yang tidak bisa menjelaskan apapun dan juga merasa bersalah pada Mila, lebih memilih untuk pergi tanpa berani menatap mata Mila.
Setelah Regan pergi, dokter Irwan masuk kedalam dan pura-pura tidak tahu jika semalam Mila telah ternodai oleh Regan.
Dokter Irwan ingin agar setiap ada dihadapannya Mila merasa bersalah dan tak layak baginya hingga tidak akan pernah mau dia sentuh.
Dia ingin kehancuran Mila dari dalam dirinya sendiri dan Mila akan mulai hancur bukan dari orang lain, melainkan dari rasa bersalah, penyesalan, merasa kotor, hingga merasa tidak berharga dan tak layak untuk hidup.
__ADS_1
Semua wanita akan merasa seperti itu dan pada akhirnya dia ingin agar Mila bunuh diri dan akan dengan senang hati, mengabarkan berita itu pada ibunya yang ada didalam penjara.
Tidak lama kemudian Mila keluar dan tertunduk tanpa berani menatap wajah suaminya.
Irwan sendiri terlihat biasa saja seakan tidak tahu apa-apa.
"Aku sudah mendapatkan obat untukmu. Tadi aku juga membeli sarapan ini." Kata Irwan dan tersenyum pada Mila.
Mila berdiri diam tak bergeming.
"Aku....aku...."
"Mila...sini sayang....maaf ya, tadi malam aku meninggalkanmu sendirian. Aku tertidur saat mengantri membeli obat."
Haruskah dia katakan apa yang terjadi semalam? Dan konsekuensinya adalah dia akan diceraikan saat ini juga. Atau haruskan aku menyimpan noktah merah pernikahan ini hingga aku akan tenggelam dalam rasa bersalah?
"Mila...kok malah bengong. Kau terlihat cantik hari ini. Duduklah disini dan sarapan denganku. Setelah itu kau akan minum obat." Kata Dokter Irwan.
Mila masih terdiam dan rasa sesak dan gelisah memenuhi ruang didadanya.
Dokter Irwan akhirnya berdiri dan menyentuh bahu Mila. Lalu mengajaknya duduk disampingnya.
__ADS_1
Dokter Irwan menyuapi Mila yang duduk seperti patung dan tanpa jiwa. Jiwanya seperti masih terpatri pada malam yang memalukan itu.
"Sudah ....aku sudah kenyang." Kata Mila pelan tanpa ekspresi.
Aku seorang dokter. Tapi apa yang sudah kulakukan benar-benar tak termaafkan. Kenapa aku sampai mengira jika Regan adalah dokter Irwan? Apakah aku sedemikian gila hingga tidak bisa mengenali aroma tubuhnya?
"Mila.....Jangan melamun. Setalah ini aku akan mengajakmu ke villa temanku. Dia sedang datang kesini bersama keluarganya." Kata Dokter Irwan.
Mila mengangguk tapi tidak berkata apapun. Dia sangat dilema hingga otaknya bekerja sangat keras.
Dokter Irwan memperhatikan wajah Mila dan dia sangat menikmati wajah menyedihkan itu.
Wajah orang yang menyembunyikan kesalahan dan wajah wanita yang merasa tak berharga seperti sampah.
Dokter Irwan tersenyum sangat puas dan tiba-tiba dia menggenggam tangan Mila dan bersikap lembut.
"Maafkan aku Mila. Aku bahkan belum memenuhi kewajibanku sebagai suamimu. Maafkan aku karena banyak sekali yang terjadi dan semua diluar dugaan."
Mila diam dan menahan airmatanya agar tidak menangis. Sebagai istri, dia merasa hancur karena orang lain sudah mendahuluinya dan merebut yang harusnya menjadi milik dokter Irwan.
Mila lalu berlari kekamarnya dan menangis tersedu-sedu disana.
__ADS_1
"Mila....kamu kenapa? Ada apa sayang?"
Hahaha.....setelah mengatakan itu, dokter Irwan lalu tertawa menyeringai.