
Regan menginap di rumah Mila. Dengan susah payah Mila memapahnya ke kamar tamu.
Mila membaringkan Regan dengan pelan. saat Mila akan pergi dari kamar itu, tiba-tiba dia tergerak untuk memegang dahi Regan.
Dia melihat Regan menggigil kedinginan. Badannya panas, akhirnya Mila mengompresnya dan membangunkannya.
"Bangunlah Regan. Makanlah sedikit, lalu minum obat. Badanmu panas sekali." Kata Mila lalu membantu Regan bangun setelah dia membuka matanya.
Regan membuka mulutnya saat Mila menyuapinya beberapa suap nasi.
Mila lalu memberikan obat agar diminum setelah makan.
"Tidurlah. Besok kau harus sehat dan pulang pagi-pagi sekali," kata Mila.
Regan menatap Mila dan mengangguk.
Saat Mila akan beranjak dan pergi, Regan meraih tangannya dan menggenggamnya erat sekali. Regan berharap Mila tetap berada dikamar itu bersamanya.
"Tidak Regan....lepaskan, dan istirahatlah."
Perlahan sambil menatap mata Regan, Mila melepaskan pegangan tangan Regan.
***
Pagi-pagi sekali, Mila sudah bangun dan membuatkan sarapan untuk Regan sebelum dia pulang kerumahnya.
Mila membuka pintu dan dia lihat, Regan masih tidur. Mila lalu membuka gorden dan membangunkannya.
"Regan, bangunlah, sarapan dulu. Setelah itu kau pulanglah kerumahmu. Aku harus pergi kehotel. Hari ini aku akan menikah." Kata Mila agar Regan segera pergi dari rumahnya setelah sarapan.
"Kau benar-benar akan menikah?" Tanya Regan dengan wajah penuh rasa kecewa.
"Maafkan aku Regan, aku tetap akan menikah dengan dokter Irwan. Mungkin, dokter Irwan memang ditakdirkan untuk menjadi jodohku." Mila lalu menyiapkan piring untuk mereka berdua.
Saat mereka makan, tanpa pemberitahuan dokter Irwan datang kerumah Mila. Hal itu karena saat bangun tidur dokter Irwan melihat panggilan tidak terjawab dari Mila. Dia mengkhawatirkan keadaan Mila, makanya dia datang pagi-pagi sekali.
__ADS_1
Pintu depan tidak dikunci, karena tadi pagi Mila sempat keluar membeli sayur dan tidak dia kunci kembali.
Mengetahui pintunya tidak dikunci, maka dokter Irwan langsung masuk kedalam.
Mila saat itu sedang sarapan bersama Regan.
Betapa terkejutnya dokter Irwan, saat melihat Mila sedang sarapan bersama Regan pagi-pagi sekali.
Artinya apakah Regan bermalam di rumah Mila dan apa yang mereka lakukan semalam berduaan didalam rumah, tanpa ada siapapun?
Pikiran buruk terlintas dipikiran dokter Irwan tentang norma yang dilanggar calon istrinya.
Membiarkan pria lain masuk kedalam rumahnya dan tidak ada siapapun dirumahnya. Dan hal ini terjadi disaat satu hari mereka akan menikah. Ironi sekali!
Tiba-tiba tanpa sengaja, dokter Irwan menyenggol vas bunga, dan vas itu jatuh ke lantai.
Praanggg!
Pyarrrr!
Mereka berdua sangat terkejut saat melihat dokter Irwan berdiri disana.
Mila yang paling terkejut serasa jantungnya mau berhenti. Apa yang dia khawatirkan saat ini benar-benar terjadi. Dia tidak bisa menghindar dari kesalahpahaman yang mungkin terjadi.
Mila tidak menyangka dokter Irwan datang sepagi ini tanpa pemberitahuan.
"Irwan?!" Sebut Mila dan berdiri dari tempat duduknya.
"Dokter Irwan!?" Regan juga sangat terkejut melihatnya.
"Irwan aku bisa jelaskan semuanya." Kata Mila dan berjalan mendekati dokter Irwan.
Dokter Irwan diam tak bergeming, dan hanya menatap mereka berdua tanpa bersuara.
Tapi kemudian nalurinya sebagai lelaki terusik saat ada pria lain ada dirumah calon istrinya sepagi ini.
__ADS_1
Tanganya mengepal dan dia berjalan kearah Regan.
"Apa yang kau lakukan dirumah calon istriku sepagi ini?" Tanya dokter Irwan sambil mengepalkan tangannya.
Dia semakin dekat dan mencengkeram kerah baju Regan dengan wajah terbakar cemburu.
Regan diam saja dan menatap Mila. Regan bisa merasakan kepanikan dari wajah Mila.
Mila terlihat bingung, panik dan ketakutan. Apa yang akan terjadi dengan pernikahannya? Apakah dokter Irwan akan membatalkanya setelah melihat kejadian ini?
"Aku....." Belum sempat Regan berbicara, dokter Irwan sudah menariknya keluar dari rumah Mila.
Dokter Irwan menghela nafas panjang dan masuk kembali kerumah Mila.
Wajah Mila sudah memerah, dan matanya berkaca-kaca. Kakinya gemetar dan jantungnya berdegup kencang dengan apa yang akan dokter Irwan lakukan padanya.
Malu.
Dan merasa bersalah didepan calon suaminya.
Hanya itu ya g dia rasakan saat ini.
Aku malu dan bahkan merasa tidak berharga didepan calon suamiku. Hari ini aku akan menikah dan aku malah membiarkan pria lain menginap dirumahku, meskipun aku tidak melakukan apapun dengan Regan, tapi apakah dia percaya jika tidak terjadi apapun diantara kami semalam?
Dokter irwan mendekati Mila dan memegang kedua bahunya. Mereka berdiri saling berhadapan. Mila tertunduk tanpa berani menatap mata calon suaminya.
"Kau seorang dokter yang berpendidikan, harusnya kau tidak melakukan hal seperti ini. Kau membiarkan pria lain ada dirumahmu sepagi ini. Sedangkan kau tahu malam ini kita akan menikah. Aku tidak tahu harus berkata apa padamu. Tapi harga diriku sebagai lelaki merasa sangat terluka saat melihat kau bersama Regan duduk bersama tadi. Jantungku mungkin berdarah dan hatiku hancur melihat yang seharusnya tidak aku lihat." Dokter Irwan berkata tanpa ekspresi. Setiap kata seperti penuh dengan tekanan.
Dokter Irwan lalu melepaskan pegangannya pada Mila, dan pergi meninggalkan Mila tanpa menunggu klarifikasi dari Mila.
Mila hanya terpana dengan kepergian dokter Irwan. Dia tidak mampu bersuara dan mengatakan sepatah katapun.
Kata-kata dokter Irwan sudah cukup mewakili betapa terlukanya hatinya dan betapa rendahnya aku dimatanya hari ini.
Haruskah aku datang kehotel nanti malam? Apakah pernikahan ini masih layak dilanjutkan?
__ADS_1