Dipinang CEO

Dipinang CEO
Benci untuk mencintai nya


__ADS_3

Edo mengantarkan Mila hingga kekamarnya dan meninggalkan Irwan agar ber bicara dengan Mila secara pribadi.


Mila tertunduk sambil duduk dipinggir ranjang tanpa berani menatap mata Irwan sedikitpun. Harga dirinya seperti sedang dilucuti seakan dia seperti orang tanpa busana.


"Mila, dokter bilang jika kau hamil. Sedangkan kau tahu kita belum melakukannya. Apakah kau bisa menjelaskan semuanya?" Tanya Irwan dan berharap Mila akan menyebut nama ayah dari bayi itu.


Mila hanya diam saja.


"Aku bersalah padamu. Semua ini terjadi tanpa sengaja, dan....kau berhak marah. Aku tidak bisa menjelaskan apapun tentang bayi ini. Tapi aku pasrah jika kau akan menceraikan aku. Aku tidak layak menjadi istrimu." Kata Mila menangis sambil menutup wajahnya.


Dokter Irwan kaget karena Mila tidak mau menyebut nama Regan dan bahkan sudah siap dengan kemungkinan terburuknya, yaitu diceraikan. Irwan dengan sekejap mengubah rencananya.


"Aku tidak akan menceraikanmu. Jika aku menceraikanmu, maka publik akan mempertanyakan mengapa aku menceraikanmu. Dan karirmu akan hancur."


Kata Irwan dan ini adalah cara terbaik untuk balas dendam. Mila akan menjadi seperti tawanan perang dirumahnya dengan aib yang dia tanggung. Dia akan selalu tertunduk malu didepannya. Dan Irwan ingin melihat dia seperti itu setiap hari.


Aku akan pura-pura menjadi malaikat baginya. Dan dia akan terpenjara dirumahnya yang akan menjadi seperti neraka baginya.


Mila diam dan masih menangis dengan sangat sedih.


"Sebagai pria sejati, aku terluka dengan semua ini. Tapi demi kau dan bayimu, maka kau tetap akan menjadi istriku dan tinggal dirumahku. Biarkan orang menganggap jika kita adalah suami istri. Tapi Mila, maafkan aku, karena mulai malam ini, aku tidak bisa tidur satu kamar denganmu." Kata dokter Irwan lalu keluar dari kamar Mila.


Mila menangis semakin keras hingga suaranya habis. Dia tidak makan, tidak mandi dan tidak merias dirinya seperti biasanya. Dia hanya menangis dan meratapi nasib pernikahanya. Kebahagiaan yang harusnya dia rasakan hancur karena perbuatan seseorang. Dan dia menyalahkan Regan untuk semua ini.


Perbuatanya menyebabkan dia menanggung malu dirumah suaminya. Dan Mila tidak akan pernah memaafkan Regan untuk rasa sakit ini.


***


Dokter Irwan menemui keluarganya dan mereka berbicara tanpa Mila. Mila sedang ada dikamarnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Wandah sambil menatap putranya.


Edo dan Kinan juga ada disana. Mereka tidak sabar untuk mengetahui apa yang terjadi dengan mereka berdua.

__ADS_1


"Tidak ada yang terjadi diantara kami ma. Kami baik-baik saja," kata Irwan yang mengubah rencananya bersama mamanya.


"Tapi kau tadi bilang dirumah sakit.....kalau kau bukan ayah dari bayi itu," kata Wandah tidak mengerti kenapa Irwan mengubah rencananya.


"Sudahlah mama. Paling kak Irwan lagi ngeprank Mila. Sekarang kan lagi musim kayak gitu," kata Kinan yang tidak mau ikut campur terlalu dalam rumah tangga Irwan dan Mila.


"...." Edo bengong dengan sikap Irwan yang terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.


"Ma, Kinan pulang dulu. Mam mau menginap disini kan?" tanya Kinan.


"Ngga. Mama juga mau pulang dengan kalian," kata Wandah.


"Irwan, kami pamit dulu. Nanti kau telpon mami ya? Kinan kan sudah ambil rumah tidak jauh dari rumahmu. Bulan depan kami akan pindah kesini." Kata Wandah pada Irwan.


"Kak Kinan jadi ambil rumah?"


"Iyalah, kalau ngga begitu kita ngga akan punya rumah. Kita juga ingin mandiri. Dan juga kasihan Edo jika setiap hari melaju terus ke kota," kata Kinan setelah mempertimbangkan semuanya akhirnya menjual pekarangan dibelakang rumah mamanya sebagai uang muka untuk membeli perumahan didekat rumahnya Irwan.


"Iya. Kau nanti bantu kami pindahan ya?"


Irwan mengangguk dan mengantar keluarganya sampai dipintu.


Setelah itu Irwan duduk diruang tamu sendirian. Sedangkan Mila ada dikamarnya. Irwan lalu menelpon seseorang untuk datang kerumahnya.


Satu jam kemudian seorang wanita dengan paras cantik dan seksi datang menemuinya. Dia adalah Weni yang waktu itu dia panggil saat malam bulan madu.


"Kau cepat sampai," kata Irwan lalu merangkul Weni dan mengajaknya kekamar yang lainnya.


Sikap Irwan mulai berubah. Irwan yang tadinya lembut dan memperlakukan Mila dengan penuh kasih, sekarang mulai bersikap seperti monster yang tidak berperasaan.


"Jika aku terlambat, kau akan memotong bayaranku bukan?" kata Weni dengan manja.


Mereka lalu berada dikamar lain dan mengunci pintunya.

__ADS_1


Saat tengah malam, Mila mulai merasa haus dan lapar. Mila lalu keluar dari kamarnya dengan mata pandanya akibat menangis terlalu lama.


Dia berjalan kedapur dan menyalakan lampu. Dia lalu menyeduh minuman hangat dan membuat roti bakar.


Setelah itu dia duduk dimeja makan dan makan sendirian.


"Mulai malam ini kita akan tidur dikamar yang berbeda." Kata-kata dokter Irwan terus terngiang di telinganya.


Hingga akhirnya Mila hanya memakan separo dari roti bakar yang dia buat. Dia meminumnya lalu duduk melamun dimeja makan.


"Artinya kau menceraikanmu secara pribadi dan menyembunyikan kebenaran ini dari publik? Agar orang lain mengira jika kita masih menjadi suami istri dan saat anaku lahir, dia punya keluarga dan seorang ayah?"


Mila mengusap airmatanya dengan keputusan yang dibuat dokter Irwan.


"Aku memang bersalah. Aku mengira itu adalah kau, tapi ternyata yang ada dikamar justru Regan. Dan akibat perbuatanya, aku hamil. Suami mana yang bisa menerima jika istrinya hamil dengan pria lain bahkan saat dia belum menyentuhnya sama sekali?" Itu yang dipikirkan Mila. Dan Mila merasa pantas mendapatkan hukuman dari kesalahannya. Mila juga merasa pantas menerima kemarahan suaminya.


Mila juga merasa suaminya masih berbaik hati dan tidak menceraikanya. Nama baiknya dan juga bayi dalam rahimnya, merasa telah diselamatkan oleh dokter Irwan. Dan yang harus disalahkan atas semua ini adalah Regan.


Aku dulu sangat mencintaimu karena kau adalah cinta pertamaku. Tapi sekarang, aku bersumpah untuk membencimu seumur hidupku. Karena perbuatanmu, aku kehilangan muka didepan suamiku. Aku seperti tanpa busana setiap kali suamiku menatapku. Aku malu dan kehilangan harga diriku didepannya.


Regan....aku sangat membencimu....


Kenapa kau lakukan ini padaku. Kau telah menghancurkan pernikahanku.


Aku sangat membencimu....


Mila tertidur dimeja makan hingga pagi hari. Dan saat Weni akan turun dari lantai dua dia kaget melihat istri dokter Irwan ada disana.


Mila yang baru bangun juga kaget, melihat seorang wanita turun dari lantai dua sepagi ini. Mila mengusap bekas airmatanya dan menatap wanita itu.


Tidak lama kemudian, dokter Irwan ada dibelakangnya. Dokter Irwan juga kaget karena Mila ada disana. Tapi tiba-tiba dokter Irwan menjadi tenang dan mengajak Weni turun kebawah.


Dokter Irwan dengan tenang mengenalkan Weni pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2