Dipinang CEO

Dipinang CEO
Kenekatan Catrine


__ADS_3

Regan keluar dan mengendarai mobilnya kerumah kedua orang tuanya.


Mereka pasti belum tidur, pikir Regan.


Sementara Catrine segera sadar jika dia harus menghentikan Regan bagaimanapun caranya.


"Tidak! Aku tidak boleh kalah! Apalagi dari wanita desa itu."


Gumam Catrine lalu keluar dari rumahnya dan mengendarai sendiri mobilnya. Mereka memang punya dua mobil untuk keperluan masing-masing.


Catrine juga bukan orang miskin, dari sebelum menjadi Istri Regan, dia juga anak orang kaya dan pewaris tunggal semua perusahaan milik papanya.


Catrine segera menyusul Regan yang belum lama keluar dari rumahnya dan akan menemui kedua orang tuanya.


Catrine menyetir dengan tidak peduli pada keselamatanya sendiri.


Dia terus mempercepat laju mobilnya.


Pikiranya sedang kacau saat ini.


Dia lalu menyalip mobil Regan dan Regan tidak sempat menginjak rem, hingga menabrak mobil istrinya sendiri.


Duaaarrrr!


Kecelakaan tidak bisa dihindari dan terjadi dalam hitungan detik.


Polisi segera datang dan memberikan pertolonganan pada mereka berdua dan polisi juga kaget saat melihat korvannya dan di tabrak yang ternyata adalah suami istri.


Mereka lalu dibawa kerumah sakit terdekat.


Polisi menghubungi keluarga mereka yang cukup terkenal dan berpengaruh. Keluarga Nadiya dan ayahnya Catrine adalah pengusaha yang dikenal oleh publik karena kaya dan usahanya yang sukses dimana-mana.


Mereka segera pergi kerumah sakit malam itu juga.

__ADS_1


Mereka menunggu diluar dan saling menatap dengan perasaan cemas.


"Apa yang terjadi pada mereka? Kenapa mereka mengendarai mobilnya masing-masing? Dan Regan, kenapa dia menabrak mobil istrinya sendiri?" Tanya Oma kebingungan melihat mereka terbaring tak berdaya dan penuh dengan luka.


Kecelakaan itu begitu dahsyat, karena mereka saat itu melaju dalam keadaan kencang.


Catrine masih tidak sadarkan diri. Sementara Regan sudah mulai sadar dan saat ini melihat semua keluarganya sedang berkumpul diruanganya.


Regan mengingat apa yang terjadi hingga membuatnya terbaring tak berdaya dirumah sakit ini.


Dia ingat jika semalam mereka berbicara soal cerai, dan itulah yang membuat Catrine nekat melakukan aksi bunuh diri dengan mobilnya.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Oma lalu duduk disamping Regan.


Nadiya masih tidak berhenti menangis melihat putra kesayanganya mengalami semua ini.


"Mami...." Panggil Regan pelan.


"Mami sangat khawatir melihatmu seperti ini."


Regan melihat keranjang disebelahnya.


Catrine masih ada disana dengan selang dimana-mana. Dia masih koma dan belum sadarkan diri.


"Kenapa kau menabrak istrimu sendiri?" Tanya Nadiya bingung melihat apa yang sudah terjadi.


Sedangkan Prasetyo nampak sedang berbicara pada ayah ya Catrine diluar karena tidak ingin ada keributan.


Terlihat ayahnya Catrine marah karena Putri satu-satunya mengalami kecelakaan dan ditabrak oleh suaminya sendiri.


"Maafkan Regan Mami....Regan telah membuat kalian semua khawatir." Kata Regan dan tidak lama polisi datang.


Semua keluarga yang hadir keluar dan polisi datang untuk menanyakan bagaimana bisa terjadi kecelakaan itu.

__ADS_1


"Apakah bapak Regan bisa menjelaskannya pada kami?"


Tanya seorang polisi karena melihat Regan sudah sadar.


Lukanya juga lumayan parah, terutama pada kedua kakinya, namun dia bisa berbicara dan menjelaskan kejadian itu pada kepolisian.


"Awalnya saya berjalan seperti biasa dengan kecepatan lumayan, karena saya pikir jalanan sepi. Lalu tiba-tiba istri saja berhenti tepat didepan mobil saya. Dan saya tidak sempat menginjak rem. Akhirnya terjadilah kecelakaan itu." Kata Regan yang juga didengar oleh Prasetyo dan Ayahnya Catrine.


Papanya Catrine terlihat berbalik dan menghadap ke tembok. Dia lalu menyandarkan dahinya disana dan menyesali kebodohan putrinya.


"Apakah kalian bertengkar sebelumnya?" Tanya polisi wanita didekatnya.


"Ya. Kami bertengkar."


Kata Regan.


Polisi wanita itu mengangguk-angguk.


Aku sudah menduganya, pertengkaran adalah pemicunya.


"Baiklah, Tuan Regan, kami akan pergi. Nanti setelah istri anda sadar, kami juga akan meminta keterangan darinya." Kata Polisi itu.


Setelah mereka pergi, keluarga Regan masuk kembali.


"Kalian bertengkar?" Tanya Nadiya menatap putranya.


"Ya mi, kami bertengkar, tapi aku tidak menyangka Catrine akan melakukan hal konyol seperti ini."


"Apa!? Kau bilang putriku konyol! Kau yang kelewatan! Pasti ada sesuatu yang membuatnya bertindak sejauh ini!?" Kata Ayahnya Catrine terlihat marah pada Regan.


Lalu Prasetyo menengahi.


"Sudah-sudah, sebaiknya sekarang kita fokus pada kesembuhan mereka berdua. Dan masalah pertengkaran yang terjadi, kita tidak perlu ikut campur. Biarkan mereka akan menyelesaikannya setelah Catrine sadar." Kata Prasetyo lalu mengajak besannya keluar.

__ADS_1


Oma sudah menduga jika ada yang disembunyikan Catrine dan Regan dari sejak mereka memutuskan akan mengadopsi anak dari panti asuhan.


Bahkan mereka pindah rumah agar tidak ada yang mencurigai jika hubungan pernikahan mereka sedang bermasalah dan ada yang ditutupi.


__ADS_2