Dipinang CEO

Dipinang CEO
Pembunuhan


__ADS_3

Satu jam sebelum acara dimulai. Mila masih duduk dihotel dengan bimbang. Wajahnya sudah dirias dan sudah memakai baju pengantin lengkap dengan semua riasannya.


Mila menarik nafas panjang berulang kali. Mila melihat layar dihandphonenya dan menunggu telepon dari seseorang.


Sebuah pesan masuk ke hp Mila.


~Jangan menikah, kau akan menyesalinya. Katakan kalau kau tak mencintainya, tinggalkan tempat itu dan pergilah dari pernikahan yang hanya akan menjadi penjara bagimu~


"Regan....." Dengan cepat Mila menghapus pesan itu dan melihat kejendela.


Regan ada dibawah dan sedang menatap keatas, tepat kearah kamarnya.


Mila berdiri dan menjatuhkan sebuah bunga dari jendelanya. Dibunga itu ada tulisan ~Pergilah, aku akan menikah~


Regan mengambil bunga itu dan membacanya. Regan lalu menatap keatas lagi setelah dia membacanya.


Tidak lama kemudian dokter Irwan masuk dan mengajak Mila keluar dari kamar hotel.


tok,tok,tok


"Mila, ayo kita turun!" Kata Irwan sambil menggandeng tangan Mila.


Mila dan Irwan menikah disaksikan seluruh keluarga Irwan dan tidak ada satupun dari orang tua Mila yang datang.


Diluar gedung saat acara sedang berlangsung, Ibu Mila datang tapi tidak masuk kedalam.


Dia hanya datang untuk memastikan jika Johan tidak datang dan mengganggu acara pernikahan Mila.


Bella lalu berdiri diantara mobil yang terparkir. Tidak lama kemudian sebuah mobil datang dan seseorang turun dari mobil itu. Ternyata dia adalah Johan dan Bonar.

__ADS_1


Bella kaget, dan sudah menyiapkan sesuatu untuk mencegah Johan masuk kedalam.


"Untuk apa kau datang kemari?" Tanya Bella mendekati Johan, suaminya.


"Tentu saja untuk menghadiri pernikahan putriku." Kata Johan.


"Dia bukan putrimu, dari awal sudah kukatakan jangan mendekati putriku. Pergilah, dia tidak membutuhkan restu darimu." Kata Bella.


"Kau lah yang harus menyingkir, wanita bodoh!" Hardik Johan.


"Aku bilang menyingkir!" Kata Bella dengan nada tinggi.


"Aku masuk dulu, kau selesaikan saja urusanmu dengan dia." Kata Bonar.


"Hai bodoh! Cepat pergi dari hadapanku! Aku akan masuk dan memberikan restu untuk putriku seorang dokter spesialis kandungan. Hhhh, ck, dia sudah sukses sekarang, dan dia tidak mengingatku sama sekali." Kata Johan.


"Aku tidak akan mengganggunya, aku hanya butuh sedikit uang untuk refreshing." Kata Johan yang malas dan suka judi.


"Jika kau sampai mendekatinya, maka aku akan melewati batasanku." Kata Bella.


"Apa salahnya hah! Aku hanya akan minta nomor teleponnya dan minta sedikit uang padanya. Aku sudah memberinya makan hingga dia besar? Aku juga......"


"Apa!? Haha, makanan apa yang kau berikan padanya? Makanan apa? Cepat pergi dari sini? Jika tidak, aku bisa melewati batasanku." Ancam Bella dengan emosi yang tinggi.


"Sudahlah! Aku tidak perlu berdebat denganmu. putriku sudah sukses dan aku akan hidup dengan mudah mulai sekarang!" Kata Johan sambil tangannya menyingkirkan badan Bella.


Bella terpelanting dan menatapnya dengan sorot mata tajam seperti singa yang akan mencengkeram musuhnya.


"Johaaaaannnnn!!!" Teriak Bella sambil menghunuskan pisau tepat dipunggungnya.

__ADS_1


"Aaaahhhhkkkk, Belllaaaaaaa!" Teriak Johan lalu pingsan dengan mata melotot.


Bella terengah-engah dan menarik pisau itu lalu menyimpannya dan segera meninggalkan tempat itu.


Tidak lama kemudian acara pernikahan sudah selesai dan diluar terjadi keributan karena satpam melihat pria yang tertusuk dan sudah tidak bernyawa.


Satpam lalu menghubungi polisi dan pria itu dibawa kerumah sakit untuk diotopsi.


Saat ini Mila dan dokter Irwan sudah naik pesawat dan pergi berbulan madu.


Mila tidak tahu jika ada keributan didepan hotel dimana dia melangsungkan pernikahan.


***


Sementara Bella berlari ketakutan meninggalkan parkiran hotel. Bella pergi ke kos-kosan nya.


Bella tahu jika diparkiran ada cctv, cepat atau lambat polisi akan segera menemukannya. Dan Bella sudah siap dengan segala resikonya.


Meskipun dia juga sudah melakukan kesalahan karena sudah menghilangkan nyawa orang lain, dan itu adalah suaminya sendiri.


Tapi demi melindungi putrinya dari setiap ancaman Johan, dan demi kebahagiaan putrinya, Bella rela melakukan apa saja, meskipun sebagai sanksinya, mungkin dia akan lama mendekam didalam penjara.


Bagi Bella, tidak ada cara lain selain menyingkirkan suaminya.


Dan benar saja, saat Bella selesai membersihkan pisau itu, Polisi datang dan menangkapnya. Polisi lalu membawanya kekantor untuk meminta keterangan darinya berdasarkan rekaman cctv yang sudah ada ditangan kepolisian.


Bella menurut tanpa perlawanan. Dia sudah siap dengan segala resikonya, dan dia sedikit tenang saat tahu jika suaminya sudah tiada. Artinya saat ini Mila tidak perlu takut atau cemas.


Mila akan hidup bahagia bersama suaminya yang juga seorang dokter, gumam Bella dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2