
Dua Minggu kemudian keadaan Mila mulai membaik. Masih ada perban dikepalanya dan dia masih duduk dikursi roda. Tapi Mila meminta pada dokter untuk rawat jalan dirumahnya saja.
Saat ini Mila bersama CEO Handoko yang setiap hari mengunjunginya karena Regan menjaga Matthew.
CEO tahu jika Mila sebatang kara dan tidak punya keluarga, jadi dia sangat bersimpati dengan keadaan Mila. Terlebih Mila memang sudah mengisi hatinya atas nama cinta, dan bukan sekedar rasa simpati belaka.
Selama Mila tidak mempublikasikan nama ayah dari Matthew, maka CEO artinya masih memiliki peluang untuk bersama Mila. Dan masih punya harapan untuk membuatnya jatuh cinta padanya terlepas dari siapa ayah Matthew sebenarnya.
"Kau yakin akan rawat jalan? Disini banyak suster yang akan merawatmu." kata CEO Handoko.
"Aku bosan disini selama dua Minggu. Dan aku tidak bisa melihat Matthew. Rumah sakit bukan tempat yang baik baginya jika sering berkunjung. Sebaiknya aku akan rawat jalan dirumah saja." kata Mila bersikeras karena sudah tidak tahan lagi untuk tidak melihat Matthew.
CEO menatap Mila dan Mila juga menatapnya seperti memohon.
"Baiklah, jika kau bersikeras. Aku akan membawa seorang suster untuk merawatmu dirumah." kata CEO Handoko mengangguk pelan dan dia menyetujui permintaan Mila.
CEO lalu ke ruangan dokter dan bertanya pada dokter apakah Mila sudah bisa rawat jalan dirumah.
"Bagaimana dokter? Apakah bisa rawat jalan?" tanya CEO.
"Baiklah. Ada suster yang bersamanya bukan? Dia masih belum bisa berjalan dengan sempurna."
"Saya akan membawa seorang suster untuk merawatnya." kata CEO Handoko.
"Baiklah." kata Regan lalu menatap dokter didepannya.
"Berapa biaya untuk semua perawatan Mila dokter?"
Dokter tersenyum dan memberikan tanda bukti lunas pada CEO Handoko.
"Tapi saya belum membayarnya." kata CEO yang merasa belum membayar biaya pengobatan Mila.
"Tuan Regan sudah melunasi semuanya." kata Dokter memberitahu CEO Handoko.
"Apakah dia kemari?" tanya CEO bingung karena jika Regan kemari kok dia tidak melihatnya.
"Tidak. Dia menelpon kami setiap pagi dan sore untuk menanyakan keadaan dokter Mila." kata Dokter tersenyum melihat dua pria yang sepertinya sedang mendekati dokter Mila.
"Benarkah?" CEO terkejut mendengar pengakuan dokter yang merawat Mila.
Dokter mengangguk lalu CEO Handoko berpamitan karena sudah tidak ada keperluan lagi.
__ADS_1
***
Mila akhirnya membawa seorang suster bersamanya. Perlahan-lahan suster membantunya turun dari mobilnya dan CEO Handoko meletakkan kursi roda untuknya.
"Terimakasih...." Mila lalu didorong oleh suster dan masuk kerumahnya.
Regan sudah mendapat kabar dari dokter jika Mila akan rawat jalan. Regan lalu mempersiapkan kejutan kecil untuk Mila.
Ruang tamu yang bersih dan beberapa hiasan pita dan juga rangkaian bunga. Saat Mila masuk dia sangat terkejut dengan semua yang dilihatnya.
"Kejutan!!!" teriak Regan bersama Matthew yang tertawa sambil memainkan pita ditanganya.
Regan lalu jongkok didepan Mila sambil menggendong Matthew. Mila bisa memegang pipi Matthew dan menciumnya.
"Terimakasih Regan...kau sudah menjaganya..."
Regan tersenyum dan Matthew memberikan sebuah pita ditanganya.
"Ooohhh manisnya. Terimakasih sayang, mami sangat merindukanmu." kata Mila sambil menatap Matthew dan akhirnya sekarang dia akan bisa melihat putranya setiap hari.
"Aku sudah mempersiapkan pesta kecil untuk kedatangan mu Mila. Ayo kita masuk kedalam." kata Regan mempersilahkan CEO dan juga suster untuk ikut masuk kedalam.
"Kau yang mempersiapkan semua ini?" tanya Mila melihat begitu banyak makanan terhidang dimeja dengan beberapa rangkaian bunga dan juga lilin yang menyala.
"Benarkah, aku ingin melihatnya." kata Mila dan suster mendorong kursi rodanya hingga Mila bisa melihat semua hidangan yang sangat lezat.
"Aku akan membantumu." kata CEO dan berjalan ke dekat Mila untuk menggendongnya duduk dimeja makan.
Regan mencibirkan bibirnya dan kesal melihat CEO menggunakan kesempatan untuk menyentuh Mila.
"Ahh, dia lagi." kata Regan lirih.
"Mari kita makan sama-sama. Matthew dekat mami ya, jika kau besar nanti, kita akan makan sama-sama seperti ini." Matthew tersenyum dan Regan menaruhnya di stroller.
Regan duduk didekat Mila dan akan mengambilkan sushi dengan isi salmon kesukaannya. Tapi tangannya bersamaan dengan gerakan cepat CEO yang juga tahu makanan kesukaan Mila. Dia juga akan mengambilkannya.
Merekapun saling tarik menarik dan berebut untuk mengambilkan satu sushi kesukaan Mila. Mereka terus bertatapan dan tetap memperebutkannya, hingga sushi itu terlempar kepiring suster yang merawat Mila.
Mereka semua berpandangan dan kaget saat sushi itu jatuh kepiting suster. Mila mulai kesal dengan keduanya yang mulai bertingkah aneh.
Mereka lalu berusaha dengan cepat untuk mengambil sushi lagi untuk diberikan kepada Mila.
__ADS_1
Mila menatap keanehan mereka berdua dan berteriak.
"Aku akan makan sendiri. Dan kalian makan sendiri. Aku bisa mengambil makanan yang aku sukai. Jadi, kalian berdua, makanlah..." kata Mila dengan nada agak keras dan mereka berdua berpandangan lalu tertunduk.
Suster yang melihat keanehan kedua CEO itu hanya bisa menahan ketawanya didalam hati.
Ternyata mereka sangat imut saat memperebutkan seorang wanita. Dan terlihat dingin dan menakutkan hanya saat sedang bekerja.
Suster itu bergumam sendirian karena pernah melihat mereka dengan sikap yang jauh berbeda.
Selesai makan, Regan mengusir CEO Handoko secara halus.
"Kau pulanglah kerumah, sekarang sudah ada suster yang akan merawat Mila."
"Apakah kau mengusirku?"
"Aku akan merawat Matthew, dan apa yang akan kau kerjakan disini? Mila sudah ada yang merawatnya. Kamarnya juga tidak cukup."
Mila mendengarkan apa yang mereka katakan dan hanya meliriknya sebentar, dia masih belum bereaksi dan sedang sibuk bermain dengan Matthew dan bercanda dengannya. Saat ini Matthew ada dipangkuanya.
"Aku akan membantumu merawat Matthew." kata CEO itu karena hari sudah larut.
"Tidak perlu. Aku bisa merawatnya sendiri. Dia akan menangis melihat wajahmu." kata Regan pada CEO Handoko yang tetap tidak mau pergi dari rumah Mila dan mencari alasan untuk tetap bersama Mila.
"Kau!?" CEO Handoko mengepalkan tangannya dan geram mendengar ucapan Regan.
"Sudah!" teriak Mila melihat mereka terus bertengkar dan berteriak.
"Kalian berdua pulanglah. Bibi akan datang besok pagi. Malam ini ada aku dan juga suster yang akan membantu merawat Matthew." kata Mila menatap mereka berdua bergantian.
Mereka saling bertatapan lalu mengambil tas masing-masing dan berpamitan pada Mila yang melotot karena kesal.
"Aku pulang Mil, besok aku akan datang pagi-pagi." kata Regan.
"Aku juga pulang. Besok aku akan melihat keadaan mu." kata CEO Handoko sambil melirik Regan.
Mila diam saja dan masih menatap mereka berdua tanpa kedip.
Mereka lalu cepat-cepat pergi dan meninggalkan rumah Mila.
"Dokter, mereka sangat lucu." kata suster pada dokter Mila.
__ADS_1
"Mereka menyebalkan. Meskipun kadang bersikap sangat manis." kata Mila dan suster itu tersenyum.
Suster lalu menutup pintu dan menguncinya.