Dipinang CEO

Dipinang CEO
Salah paham


__ADS_3

Hari ini Regan mendapatkan undangan untuk datang ke pernikahan dokter Mila dan dokter Irwan.


Regan masih menggenggam undangan itu saat Catrine datang dari dapur. Dia sudah sembuh seperti semula begitu juga dengan Regan.


"Siapa yang akan menikah?" Tanya Catrine pada Regan.


"Mila. Dia akan menikah, dan dia mengundang kita untuk hadir disana."


"Baguslah. Akhirnya mereka menikah."


"Kau terlihat sangat senang dengan pernikahan mereka?" Tanya Regan melihat mata berbinar dari istrinya.


"Ya, tentu saja aku senang. Jika menikah maka kau juga harusnya ikut bahagia untuk mereka." Kata Catrine sambil meminum secangkir kopi.


"Aku akan keluar sebentar."


"Tapi...."


"Hanya sebentar...." Kata Regan.


"Tapi kopinya....."


"Aku akan meminumnya nanti." Kata Regan lalu pergi tanpa menghiraukan kekecewaan Catrine.


"Aku lihat kau masih berharap bisa bersama dokter kampung itu." Kata Catrine dengan kesal.


Catrine tahu jika Regan tidak senang dengan pernikahan dokter Irwan. Tapi, ini akan sangat menguntungkan bagiku. Karena berarti, pernikahanku akan aman. Dan tidak akan ada bayangan dokter Mila dalam hubungan kami.


Regan segera meninggalkan rumahnya dan pergi kerumah dokter Mila.


Dia duduk didepan rumahnya karena dokter Mila belum pulang.


Regan lalu menelponnya.


"Aku ada dirumahmu sekarang. Bisakah kau pulang dan kita bertemu." Kata Regan pada dokter Mila.


"Tapi..."


"Aku akan menunggumu." Kata Regan lalu menutup teleponnya.


Dokter Irwan tiba-tiba masuk keruangan dokter Mila sambil memberikan berkas catatan pasiennya yang sekarang akan dalam perawatan dokter Mila.


"Ini catatan pasien A." Kata Dokter Irwan.


"Baiklah. Taruh saja disitu. Oh iya, Irwan, hari ini sepertinya aku akan pulang lebih awal. Dan kau tidak perlu mengantarkan aku." Kata Dokter Mila.


"Kenapa? Kau ingin pulang sendiri?"


"Iya, sebaiknya aku pulang lebih awal. Dan kita akan bertemu besok pagi." Kata dokter Mila yang artinya tidak ingin bersama dokter Irwan hingga waktu makan malam.


"Baiklah." Kata Dokter Irwan yang menghormati privasi calon istrinya.


Tidak semua urusan harus dia ketahui. Dan tidak setiap waktu harus mereka habiskan berdua.


Dokter Mila mengambil tasnya dan meninggalkan Rumah sakit untuk pulang dan bertemu dengan Regan.


Dokter Mila turun dan Regan berdiri menyambutnya.


"Masuklah kemobilku. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat." Kata Regan.


Dokter Mila lalu masuk kedalam mobil mewah Regan dan duduk disampingnya.


"Ada apa kau menemuiku?" Tanya Dokter Mila yang sebentar lagi akan resmi menjadi istri dokter Irwan.


"Kau akan menikah?" Tanya Regan.


"Ya. Aku akan menikah." Kata Dokter Mila.


"Tapi sebelum itu, ada yang ingin aku katakan padamu." Kata Regan.


"Ayo kita pantai. Aku akan mengatakanya disana." Kata Regan dan memarkir mobilnya didekat lantai.


Mereka lalu berjalan dan duduk dikursi taman menghadap kepantai.


"Katakanlah. Ada apa kau mengajakku bertemu."


"Aku sudah ingin mengatakanya sejak dulu. Tapi aku menahan diri." Kata Regan.


"Maksudmu?" Tanya Dokter Mila.


"Aku akan segera bercerai." Kata Regan pada dokter Mila.

__ADS_1


"Bercerai? Kenapa? Kalian sudah menikah enam tahun dan sekarang akan bercerai?" Tanya Dokter Mila kaget.


"Kami tidak bahagia. Dan aku mencintai orang lain."


"Kau mencintai orang lain!?" Dokter Mila lebih syok lagi mendengar apa yang dikatakan Regan.


"Ini hanya pernikahan sandiwara. Kami menikah demi bisnis keluarga." Kata Regan.


"Tapi....untuk apa kau mengatakanya padaku? Aku akan menikah dan kau mengatakan ini?" Kata Dokter Mila menatap pria didepanya dengan tajam.


"Iya, justru karena kau belum menikah maka aku mengatakannya."


"Maksudmu?" Dokter Mila tidak mengerti maksud perkataan Regan yang tiba-tiba.


"Jangan menikah dengan dokter Irwan." Kata Regan kemudian.


"Jangan????" Dokter Mila bengong.


Jangan apa maksudnya? Persiapan sudah 75 persen tapi dia bilang jangan menikah?


"Kau harus menunda pernikahanmu." Kata Regan.


"Kau ingin aku malu setelah undangan aku sebarkan dan aku menggagalkannya?"


Kata Mila dengan kesal.


"Aku tahu Mila, jika kau juga merasakan perasaan yang sama seperti yang aku rasakan. Kau tidak akan bahagia jika membuat pernikahan seperti pelarian." Kata Regan sangat percaya diri.


"Aku adalah seorang dokter. Etika dan norma melekat padaku. Bagaimana aku bisa bertindak sesuka hatiku seperti kemauanku?" Kata Dokter Mila marah dan kecewa dengan Regan.


Kau mengatakanya saat semua sudah terlambat.


"Pernikahanmu hanya akan berakhir seperti pernikahanku. Tidak ada cinta dan kebahagiaan meskipun tinggal satu atap bersama."


Mila diam saja dengan ocehan Regan yang sudah sangat keterlaluan.


"Aku akan tetap akan menikah. Bagiku pernikahan bukanlah permainan seperti yang kau jalani." Kata Dokter Mila.


"Kau akan tersiksa dalam pilihanmu sendiri." Kata Regan.


"Mila, dengarkan aku, sebelum semuanya terlambat. Katakan pada dokter Irwan jika kau hanya membuatnya sebagai pelarian saja. Dan tinggalkan dia. Aku akan segera bercerai. Mari kita menikah dan kita akan bahagia."


"Kau akan bercerai dan menikah denganku? Kau pikir itu lucu? Apakah aku akan bahagia diatas penderitaan orang lain. Mungkinkah kebahagiaan yang kau janjikan akan menjadi kenyataan?" Kata Mila dengan mata merah dan hampir saja airmatanya tumpah.


Dan lelaki yang baik seperti dokter Irwan akankah dia khianati?


"Tidak Regan! Kau terlambat! Kau salah jika berfikir aku akan menikah denganmj setelah kau bercerai. Aku bukan wanita seperti yang kau sangka. Aku tidak akan menyakiti hati wanita lainnya.


"Kau jangan menipu dirimu sendiri Mila. Aku tahu kau juga mencintaiku. Aku juga mencintaimu. Ini adalah takdir kita, kita disatukan setelah perjalanan panjang ini." Kata Regan mengiba dan berusaha menggoyahkan keyakinan Mila.


"Tidak Regan. Ini bukan takdir kita. Kau pria yang sudah beristri. Takdirmu adalah hidup bersama istrimu. Dan biarkan aku membuat takdirku sendiri." Kata Mila.


Dia mengusap airmatanya.


"Mila! Tunggu!"


Mila berlari kemobil Regan dan masuk kedalam mobil.


"Ayo pulang! Aku tidak ingin meneruskan pembicaraan kita." kata Mila pada Regan.


Regan lalu menatap Mila dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Percayalah padaku Mila. Kali ini saja, bahwa yang kau lakukan itu tidak benar." Kata Regan.


"Kau akan berakhir seperti pernikahanku. Yang ada hanya kesepian dan kehampaan." Kata Regan.


"Jangan katakan itu lagi Regan... Please...aku tidak ingin mendengarnya ..." Kata Mila.


"Baiklah jika begitu, maka kita akan mati bersama." Kata Regan tiba-tiba.


"Regan, apa yang kau lakukan!? Kenapa kau mengendari dengan sangat kencang!? Ini berbahaya." Teriak dokter Mila dan berpegangan pada handle disampingnya.


"Tidak! Jika kau tidak menggagalkan pernikahanmu, maka kita akan mati bersama." Kata Regan dan menambah kecepatan mobilnya.


"Regannn!!! Kau sudah gila! Kau tidak waras!" Hentikaaaan!!!"


Dan tiba-tiba mobil itu bertabrakan dengan mobil lainnya. Mereka berdua pingsan dan terluka parah.


Mereka langsung dibawa kerumah sakit. Polisi mengabari keluarga masing-masing melalui identitas yang ditemukan dilokasi kejadian.


"Apa!? Mila kecelakaan dengan Regan?" Tanya Dokter Irwan kaget saat Catrine menelponnya.

__ADS_1


Catrine lalu pergi kerumah sakit dan menemui Dokter Irwan.


Dokter Irwan segera menuju rumah sakit dimana Mila dan Regan dirawat.


Catrine lalu mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dengan pernikahannya.


"Dia ingin bercerai dariku." Kata Catrine.


"Bercerai? Kenapa? Kalian terlihat sangat serasi dan bahagia."


"Pernikahan ini sebetulnya hanya sandiwara." Kata Catrine pada dokter Irwan.


"Maksudmu sandiwara bagaimana? Aku tidak mengerti." Kata Dokter Irwan.


"Kami menikah demi bisnis keluarga. Tapi aku sebenarnya sangat mencintainya. Tapi Regan...."


"Kau dan Regan saling mencintai bukan? Meskipun kau bilang karena bisnis?"


"Tidak. Aku memang sangat mencintainya. Tapi dia mencintai orang lain." Kata Catrine.


"Dia berselingkuh?"


"Tidak. Dia hanya mencintai orang lain."


"Siapa wanita itu?" Tanya Dokter Irwan.


"Calon istrimu!" Kata Catrine terbuka agar semuanya menjadi mudah dan jelas.


"Mila? Regan mencintai Mila?" Dokter Irwan kaget dan shock.


"Itu tidak mungkin." Kata Dokter Irwan yang melihat Mila adalah gadis yang baik dan polos.


"Jika kau tidak percaya. Tanyakan padanya, kenapa dia bisa kecelakaan dalam satu mobil? Darimana mereka? Mereka habis bertemu dan bersenang-senang bukan?"


"Kau jangan menuduh Mila seperti itu. Dia buka wanita gampangan." Kata Dokter Irwan.


"Tapi buktinya dia kecelakaan didalam mobil dengan suami orang lain. Apa yang akan publik katakan jika mereka tahu dan berita ini tersebar?" Kata Catrine.


"Padahal dia sebentar lagi akan menikah denganmu." Kata Catrine.


"Aku tidak percaya, Mila tega melakukan itu. Kami akan menikah, jadi dia pasti tidak sengaja bertemu dengan Regan."


"Regan sengaja kerumahnya dan mereka pergi bersama." Kata Catrine sengaja membuat Mila jatuh Dimata Dokter Irwan.


"Apa!?" Kata Dokter Irwan kaget dengan perkataan Catrine.


"Kau pasti kaget karena Mila sudah membohongimu. Dia pulang lebih dulu karena berkencan dengan suami orang lain, padahal sebentar lagi kalian akan menikah."


jleebbb!


Kata-kata terakhir Catrine benar-benar membuat dokter Irwan sakit dan kecewa.


Kencan?


Dengan suami orang?


Mungkinkah itu?


Lama-lama perkataan demi perkataan yang diucapkan Catrine terus terngiang di telinganya.


***


Catrine pulang dan akan mengambil beberapa baju untuk Regan dirumah sakit. Tiba-tiba kakinya tersandung sebuah surat.


"Dari pengadilan?"


Gumam Catrine.


"Gugatan perceraian? Dia benar-benar sudah melakukanya tanpa berbicara dulu padaku? Jadi dia benar-benar ingin mengakhiri hubungan kami?"


Baiklah! Kita lihat saja!


Dan semua ini karena dokter Mila.


Maka aku akan membuat sesuatu yang mengejutkan publik dan menghancurkan karirmu, dokter kampung.


Lihatlah, apa yang bisa kulakukan padamu. Dan kau akan menyesal seumur hidupmu.


Setelah membaca kertas dari dalam amplop, Catrine memasukkanya kembali dan menyimpannya didalam tasnya.


Setelah itu, sebelum kerumah sakit, Catrine pergi kesebuah media cetak ABCD.

__ADS_1


Disana Catrine menjual berita pada seorang reporter tentang kecelakaan suaminya dan selingkuhannya yang ternyata seorang dokter.


__ADS_2