
Saat ini Weni dipindahkan ke ruang tahanan yang berbeda. Dan ternyata di ruangan itu ada Bella, ibunya Mila. Weni tidak mengenalnya dan tidak tahu jika itu adalah ibunya Mila.
Weni masuk dan duduk didekat Bella. Semua tahanan yang lain melihatnya dan bertanya kenapa wanita hamil seperti dirinya bisa ada di dalam penjara?
Weni ketakutan dan berlindung dibelakang badan Bella yang terlihat baik, dan Weni berfikir jika Bella tidak seperti teman-teman yang lain yang menatapnya dengan sinis.
"Kau sedang hamil?" tanya Bella pada Weni sambil tersenyum.
Weni mengangguk.
"Duduklah disini. Kau dipindahkan?" tanya Bella lagi
"Ada sesama perempuan yang suka membuat ribut didalam. Saya jadi dipindahkan karena sedang hamil. Mereka setiap hari bertengkar dan saya ketakutan." kata Weni pada Bella.
"Kau sepertinya baru disini?" tanya Bella.
Weni mengangguk dan tersenyum pada perempuan didepannya.
Sejak saat itu mereka sering ngobrol dan berbicara. Bella sering membantu Weni saat dia sakit atau pusing, maka Bella akan memijitnya dan membayangkan saat Mila hamil dan dia tidak berada disampingnya.
Mereka menjadi akrab dan dekat. Saat pagi hari , setelah bersih-bersih diluar secara bersamaan, maka Bella akan menyuruh Weni duduk dan Bella yang mengerjakan tugasnya. Saat sarapan, Bella juga menyuruh Weni menunggu dan Bella yang mengantri mengambilkan sarapan untuk Weni.
Bella iba melihatnya dan setiap melihatnya Bella teringat pada anak perempuannya. Tidak banyak yang bisa Bella lakukan untuk Mila. Dan melihat Weni, dia membayangkan seakan dia adalah Mila sehingga dia menyayangi Weni.
Weni sendiri senang akhirnya dia mendapatkan teman yang seperti seorang ibu baginya. Dia berkeluh kesah dan menganggapnya sebagai malaikat yang Tuhan kirim untuk mengurangi penderitaannya.
Suatu hari Mila bertemu dengan ibunya dan membawakan makanan. Tapi Mila tidak melihat Weni, karena Weni bersembunyi dibelakang badan tahanan lainya yang berbadan besar.
Mila? Kenapa dia kesini? Apa yang dia lakukan disini? gumam Weni.
Kenapa dia berbicara dengan Tante Bella? Apa hubungan Mila denganya? Kenapa mereka terlihat sangat akrab?
Mila lalu pergi bersama Bella kesebuah ruangan ditemani oleh seorang polisi.
"Ibu.....Mila sangat merindukan ibu...."
__ADS_1
"Mila? Ibu juga sangat merindukanmu? Rambutmu? Apa yang terjadi?" tanya Bella dan memegang rambut Mila.
"Mila pakai Wig Bu...."
Bella terkejut karena Mila pakai Wig. Setahunya rambutnya indah, hitam dan tebal, tapi kenapa dia harus pakai Wig?
"Kenapa harus pakai Wig?'
"Mila kecelakaan Bu, dan ada luka di kepala Mila. Mila terpaksa kehilangan semua rambut Mila, dan Mila harus memakai wig agar orang tidak takut saat melihat Mila." kata Mila sambil melepas wig nya.
"Pakai saja. Jangan melepasnya." kata Bella sambil menatap wajah putrinya.
"Pantas saja kau lama tidak datang kemari."
"Maafkan Mila ya Bu...." Mereka lalu berpelukan.
"Apakah sekarang kau sudah sembuh?" tanya Bella pada Mila.
"Sudah."
"Sudahlah Bu, jangan sedih, Mila baik-baik saja dan sekarang, Mila sudah sehat. Mila akan lebih hati-hati sehingga tidak akan terjadi hal seperti ini lagi. Jadi kita bisa sering bertemu." kata Mila tersenyum pada ibunya dan mengusap air mata Bella yang menetes di pipinya.
Waktu bertemu sudah habis dan Bella menuju ke ruang tahananya, dan saat itulah dia berpapasan dengan Wandah. Mereka saling bertatapan dan Bella ingat foto yang pernah dibawa Mila tentang ayah dokter Irwan.
Wandah juga kaget bertemu Bella, dan dia ingat jika Bella adalah orang yang sudah mendorong suaminya. Dia melihat kejadian itu. Dia ada disana saat itu karena sedang mencari suaminya.
"Bisa kita bicara?" kata Bella pada wanita itu yang dia kenali dari foto Mila. Bella akan meluruskan kesalahpahaman yang selama ini diyakini oleh wanita itu.
Wandah akhirnya mengangguk karena berfikir akan menjambak rambutnya saat nanti bertemu.
Dengan izin polisi akhirnya Wandah berbicara dengan Bella di sebuah ruangan. Wandah tidak jadi bertemu dengan Weni. Tadinya Wandah akan menemui Weni atas permintaan putranya yang sangat sibuk dan tidak bisa mengunjungi Weni.
Tidak bertemu Weni dan malam bertemu dengan orang yang sangat dia benci.
"Kenalkan, aku Bella, ibu dari Mila. Aku mengajakmu kemari karena ada kesalahpahaman diantara kita. Dan itu berdampak pada putriku. Aku harus meluruskanya. Kau adalah istri dari orang yang akan memperkosaku malam itu, dan aku tidak sengaja mendorongnya demi menyelamatkan diriku." kata Bella menjelaskan pada wanita didepanya yang pernah menjadi ibu mertua Mila.
__ADS_1
Saat itu Bella tidak menghadiri acara pernikahanya dan justru berakhir didalam penjara.
"Aku tidak percaya suamiku melakukan itu padamu. Dia sangat mencintaiku dan tidak mungkin punya niat jahat dengan wanita lain." Wandah seakan tidak mempercayai jika suaminya akan berbuat rendah pada wanita lain.
"Itu kenyataanya. Aku tidak mengenalmu, dan aku tidak tahu siapa dia. Tapi balas dendammu yang tidak beralasan pada putriku, aku tidak bisa menerimanya." kata Bella.
"Aku tidak percaya, suamiku mencoba mengkhianatiku, dia sangat mencintaiku...." kata Wandah sambil menatap wanita didepannya.
"Seandainya aku tahu jika dia tiada maka aku akan menemuimu dan menjelaskan semuanya. Tapi kau juga tidak melaporkan pada polisi hingga semuanya bisa dijelaskan penyebabnya." kata Wandah pada Bella.
"Apakah kau sudah mengerang cerita ini? Apakah mungkin suamiku tergoda olehmu?"
"Terserah padamu. Kau boleh percaya atau tidak. Tapi kau pikir, untuk apa kami bertengkar padahal kami tidak saling kenal? Dia sepertinya baru saja minum. Dan dia terpengaruh oleh minuman."
"Cukup! Aku tidak mau lagi mendengar apapun darimu!" kata Wandah lalu meninggalkan Bella sendirian.
Bella hanya menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya.
Wanita yang keras kepala dan dibutakan oleh cinta dan kepercayaan!
Bella lalu kembali ke sel tahananya. Dia duduk didekat Weni.
"Apakah keluargamu tidak datang untuk menjengukmu?" tanya Bella menatap pada Weni yang sedang melamun.
Weni menggelengkan kepalanya.
Bella tidak tahu jika niat Wandah sebenarnya datang kesana adalah untuk menjenguk menantunya Weni.
Namun sebelum bertemu dengannya, Wandah bertemu dengan Bella lebih dulu yang baru saja di jenguk oleh Mila.
Bella masih belum tahu jika Weni adalah perusak kehidupan Mila dan juga duri dalam rumah tangga putrinya.
Sementara Weni juga tidak tahu jika Bella adalah ibu dari Mila.
Mereka menjadi teman dan akrab didalam tahanan tanpa tahu latar belakangnya.
__ADS_1