Dipinang CEO

Dipinang CEO
Rencana Mila untuk membalas dokter Irwan


__ADS_3

Mila keluar dan Regan mengajaknya pergi ke taman untuk makan siang. Di dekat taman itu ada restoran yang bagus. Tempatnya nyaman dan ada hiasan air mancurnya yang didalamnya dipelihara berbagai macam ikan hias.


"Bagaimana pertemuanku dengan ibumu?" tanya Regan setelah memesan makanan untuk mereka berdua.


"Ibu langsung mengenali foto itu dan dia mengatakan tidak sengaja mendorongnya. Tapi keluarganya tidak pernah melaporkanya pada polisi." kata Mila memikirkan apa yang dipikirkan keluarga dokter Irwan saat itu.


"Jika dokter Irwan sudah tahu semuanya, artinya apakah dia dendam padamu Mila? Dia ingin balas dendam? Tahukah kau? saat bulan madu mereka menjebakku dengan obat perangsang?"


"Apa!?"


"Ya, saat itu Weni pergi ke kantorku, aku diajak pergi ke bukit dibatas kota, tiba-tiba lampu mati dan aku haus lalu minum. Saat itulah semuanya terjadi."


"Maafkan aku karena tidak mempercayaimu." kata Mila.


"Sekarang kau sudah aman. Kau bukan istrinya lagi." kata Regan.


"Tapi, tetap saja apa yang sudah dia lakukan sangat keterlaluan. Aku bahkan tidak bisa memaafkanya. Jika aku ingat bulan madu dan setiap hari yang aku alami....dia selalu membuatku tertelan dan merasa bersalah."


Regan merengkuh Mila dalam pelukannya.


"Jangan menangis. Kau sudah aman sekarang." kata Regan sambil mengusap airmata dokter Mila.


***


Mila kembali kerumah sakit dan dia berpapasan dengan dokter Irwan. Dokter Irwan menatapnya dan Mila tidak menyapanya. Mila benar-benar tidak menduga, jika pernikahanya adalah alat balas dendam.


CEO Handoko lewat dan menatap mereka berdua, setelah itu akan berlalu, tapi Mila mengejarnya.

__ADS_1


Ada yang harus dia jelaskan agar Mila nyaman bekerja disana. Ada kesalahpahaman yang diyakini dokter Irwan tentang kepribadiannya yang mungkin dianggap plin-plan dan buruk.


Apalagi saat CEO tahu jika anak itu adalah anak dari CEO Regan.


"Pak, bisa kita berbicara sebentar? Ada yang ingin saya katakan." kata Mila pada CEO Handoko.


Setiap hari bertemu dengan atasanya, dan dia selalu merasa tidak nyaman karena sikapnya yang menjadi dingin.


Tatapannya juga terasa setajam silet dan menyakitkan.


"Masuklah." kata CEO mempersilahkan Mila masuk keruanganya.


"Katakan, ada apa?" Tanya CEO datar.


"Sebenarnya, pernikahan saya dan dokter Irwan adalah misi balas dendamnya." kata Mila langsung pada point utamanya, dia juga ingin memberi pelajaran pada dokter Irwan melalui CEO Handoko.


Mila lalu menceritakan apa yang terjadi dimasa lalu antara ibunya dan juga ayah dokter Irwan. Dan dari apa yang mungkin dilihat dokter Irwan dia menyimpulkan jika ibu Mila bersalah.


Dia lalu balas dendam melalui pernikahan itu, dan menjebak Mila dan Regan dengan maksud mempermalukan Mila karena mengandung anak orang lain.


"Jadi...semua sudah direncanakan?" tanya CEO menatap Mila.


"Iya, dan maafkan saya karena saya juga baru mengetahuinya. Saya juga minta maaf tidak mengatakan siapa ayah Matthew karena saat itu media terus menekannya."


CEO lalu berjalan mendekati Mila. Dia menggenggam tangan Mila dan menatap matanya.


"Aku telah salah paham padamu. Tapi sejujurnya, aku sedang tidak ingin sendiri. Maukah kau menemaniku makan malam sepulang kantor?" tanya CEO yang memang masih belum bisa move on dari perasaan dihatinya.

__ADS_1


Mila mengangguk dan bersyukur akhirnya CEO tidak marah padanya.


"Apakah kau berniat membalas apa yang sudah Dokter Irwan lakukan padamu?" tanya CEO.


"Bagaimana caranya?" tanya Mila.


"Berpura-puralah kau akan menjadi istriku."


"Apa!?" tanya Mila kaget.


"Hanya itu caranya kau bisa menekan perasaannya."


Mila terlihat ragu dan tidak yakin, karena Regan pasti akan marah padanya.


"Apakah kau ragu karena Regan akan marah?"


Mila menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak yakin akan diterima oleh keluarga Regan yang kaya raya.


"Baiklah, artinya kau setuju bukan?" CEO terlihat senang dan ini seperti sebuah kesempatan untuk dekat dengan Mila.


"Kita mulai dengan makan malam yang romantis dan akan kita unggah di sosial media."


Mila diam saja dan hanya menatap CEO Handoko dan tersenyum. Mila ingin melihat bagaimana reaksi Weni, Wandah dan juga Irwan sendiri.


Mila lalu keluar dari ruangan CEO dan pergi keruanganya.


Didalam ruanganya dia duduk dan memikirkan apakah tindakannya dengan pura-pura menjadi calon istri CEO tidak berlebihan?

__ADS_1


Tapi saat ini, dia benar-benar sedang marah dengan dokter Irwan. Bagaimana tidak? Dia sudah mempermainkan pernikahanya dan tidak hanya itu, ibunya bahkan harus dipenjara demi melindungi pernikahanya dan ternyata pernikahan mereka sudah direncanakan sebagai balas dendam atas apa yang terjadi dimasa lalu.


__ADS_2