Dipinang CEO

Dipinang CEO
Akhiri saja


__ADS_3

"Tapi apa?" Tanya Mila penasaran dengan kalimat Regan yang tidak diteruskan.


"Tapi, dia sangat beruntung mendapatkan gadis seperti dirimu."


"He, ck, aku pikir apa?" Tanya Mila lalu tersenyum pada Regan.


Merekapun bertukar pasangan dansa lagi saat mereka berputar dan melepaskan pasangannya.


Dokter Mila tersenyum pada Dokter Irwan.


"Kau sepertinya sudah kenal dekat dengan Regan?"


"Bukankah dulu aku pernah tinggal dirumahnya? Aku mengasuh kedua adiknya saat aku masih sekolah."


"Aku salut dengan perjuanganmu." dokter Irwan kagum dengan kerja keras dokter Mila hingga bisa meraih gelar dokter tanpa biaya orang tua.


"Apalagi yang bisa kulakukan, jika aku tidak berjuang, maka aku tidak akan menjadi seperti sekarang."


"Ya, dan kita tidak akan bertemu." Kata Dokter Irwan.


Dokter Irwan berfikir untuk memikirkan perkataan Catrine. Bahwa yang dia katakan ada benarnya juga.


Jika semakin lama dia menunda pernikahanya maka, siapa yang tahu apa yang akan terjadi dengan esok hari.


"Aku ingin berbicara serius denganmu." Bisik dokter Irwan.


"Apa, katakanlah."

__ADS_1


" Aku akan mengatakanya besok malam."


"Kenapa tidak sekarang? Kau membuatku penasaran."


"Tidak. Aku akan mengatakannya besok malam saja."


"Kau membuatku berpikir keras, hhh.."


"Ini kejutan!"


***


Regan berbaring diranjangnya dan menatap langit-langit kamarnya.


Dia tidak sabar menunggu esok hari dan akan mengajak dokter Mila makan siang.


Banyak yang ingin dia katakan padanya. Dan rasa rindu untuk menatap matanya lagi dan lagi terus mengusik hatinya.


"Kau disini? Sejak kapan, kenapa kau tidak tidur dikamarmu?" Tanya Regan karena Catrine tiba-tiba muncul dikamarnya.


"Aku tidak bisa tidur. Aku berfikir, sebaiknya kita percepat proses adopsi anak." Kata Catrine pada Regan.


"Ada yang harus aku katakan padamu." Kata Regan.


Catrine mulai bertanya-tanya kira-kira apa yang akan Regan katakan.


"Bagaimana kalau kita akhiri saja sandiwara ini?" Kata Regan tiba-tiba.

__ADS_1


"Maksudmu?" Tanya Catrine dengan mata terbelalak.


"Kita tidak bahagia dengan pernikahan yang sedang kita jalani. Kita hanya akan membuang waktu saja." Kata Regan.


Mata Catrine mulai berkaca-kaca, dua butiran kristal mulai menggenang dimatanya.


"Tapi, bukankah kita sudah sepakat, tetap akan menjalaninya hingga akhir? Aku bisa menjadi temanmu, dan aku bahkan tidak menuntut hakku sebagai istrimu. Tapi kenapa kau tiba-tiba ingin mengakhiri nya?" Tanya Catrine dengan terisak-isak.


"Aku tertekan dengan semua ini. Dari awal pernikahan kita sudah memulainya dengan salah. Ini hanya pernikahan sandiwara. Dan tidakkah kau berfikir, kau juga mendambakan suami yang mencintaimu dan bisa memberimu anak?" Tanya Regan dengan memejamkan matanya.


"Bukan itu alasanmu. Kau ingin mengakhirinya bukan untuk kebahagiaanku. Tapi kau sedang memikirkan orang lain. Jika demi kebahagiaanku, bukankah sudah kelas, jika aku bahagia menjadi istrimu, meskipun hanya diatas kertas. Tapi kau sepertinya mulai tergoda dengan orang lain." Kata Catrine sambil mengusap airmatanya dan mencari kebenaran Dimata Regan.


Regan memalingkan mukanya.


"Keluargaku harus tahu jika selama ini kita sudah banyak berkorban demi mereka. Demi kesepakatan bisnis. Dan sekarang tidak lagi. Kau cantik. Kau juga masih muda. Kau bisa mendapatkan suami yang lebih baik daripada aku. Sebelum semuanya terlambat, pikirkanlah." Kata Regan pelan dan hati-hati saat mengatakanya pada Catrine.


"Kau benar-benar akan mengatakan pada keluargamu?"


"Daripada setiap hari kita memberikan harapan palsu pada mereka, akan lebih menyakitkan jika mereka tahu apa yang kita lakukan pada akhirnya."


Catrine menutup matanya dan membiarkan pipinya basah oleh airmata yang tidak mau berhenti mengalir.


Regan benar-benar ingin mengakhiri semuanya. Dan Catrine sangat yakin semua ini ada kaitannya dengan kembalinya dokter Mila.


Aku sudah menduga jika gadis itu pasti akan mempengaruhi Regan. Dan sekarang semua hampir jelas.


Awalnya Regan baik-baik saja dan sejak bertemu dengan dokter Mila, perlahan semuanya mulai berubah.

__ADS_1


Status, keturunan, pernikahan sandiwara, dan hal kecil lainya seperti menjadi alasan untuk mengakhiri hubungan yang sudah terjalin selama enam tahun.


Regan pergi keluar dan menemui keluarganya. Dia akan mengatakanya hari ini juga. Malam ini juga. Dia sudah memikirkan masak-masak.


__ADS_2