Dipinang CEO

Dipinang CEO
Mila tertangkap Johan


__ADS_3

POV Sharmila.


Aku kemudian turun dari motor Edo. Dan kemudian menghampiri Tuan Regan yang sudah keluar dari mobilnya. Dan saat ini berdiri didepan mobil Ferrari merahnya sambil melepaskan kacamata hitamnya.


"Kenapa kau memaksa Mila untuk ikut denganmu? Jika dia tidak mau jangan memaksanya. Apakah kau kekasihnya?" Tanya Tuan Regan datar tanpa ekspresi.


"Bukan urusan anda." Kata Edo sambil menyalakan motornya lalu pergi meninggalkan halaman gedung penjara.


"Jangan salahkan Mila. Karena aku yang memaksanya untuk naik diatas motorku." Kata Edo sambil melirik wajah ku yang sedikit cemas.


"Bukan urusan kamu. Mila bekerja padaku dan selama dia bekerja padaku maka keselamatanya menjadi tanggung jawabku. Dan aku melarangnya untuk naik motor bersamamu." Kata Tuan Regan sambil memakai kacamatanya kembali.


"Mila masuklah kedalam dan temui ibumu. Aku akan menunggumu disini." Kata Tuan Regan.


"Tuan tidak marah?" Tanyaku sambil menatap wajah Tuan Regan yang berekspresi datar.


"Kita akan membahasnya nanti. Sekarang masuklah. Ibumu pasti sudah menunggumu." Kata Tuan Regan dan berjalan kearah berlawanan denganku.


Aku melangkah dan sesekali menoleh dan melihat Tuan Regan.


Akhirnya aku melapor pada polisi yang jaga untuk menemui ibuku. Setelah mendapat izin maka aku langsung masuk kedalam dan mencari tempat dimana ibuku ditahan.


Aku melayangkan mataku keseluruh ruangan itu. Namun ternyata aku tidak melihat dan menemukan ibuku. Dan tiba-tiba seorang wanita mendekati ku. Tapi aku tidak mengenali wajahnya karena banyak noda hitam dipipi dan keningnya. Sekilas dia mirip ibuku. Tapi kok wajahnya jadi seperti itu? Apa yang terjadi pada wajah ibuku? Benarkah itu ibuku?


Wanita itu berjalan mendekatiku dan tersenyum manis padaku. Aku membalas senyumannya. Dengan melihat senyumannya, aku langsung mengenali jika itu adalah ibuku. Banyak pertanyaan seputar wajah ibuku yang tadinya sangat cantik bahkan lebih cantik dari pada diriku kok sekarang berubah menjadi seperti ini?


"Ibu...Mila hampir saja tidak mengenali wajah ibu. Kenapa wajahnya jadi seperti ini?" Tanyaku sambil menyentuh lembut wajah ibuku. Dan saat kusentuh ternyata warna hitam itu menempel dijemari tanganku.


"Ini seperti arang." Kataku.


"Benar. Itu adalah arang yang sengaja ibu bedakkan diwajah ibu. Ibu sangat tidak beruntung dengan karunia Tuhan akan kecantikan yang ibu miliki. Bukanya membawa kebaikan wajah ini justru sering membuat ibu celaka." Kata Ibuku sambil menatap hangat kearahku.


"Hampir saja Mila tidak mengenali ibu."


"Mila bagaimana sekolahmu? Masih lancar kan? Jangan sampai putus sekolah ya nak? Masa depanmu harus lebih baik dari ibu. Jangan sampai seperti ibu yang bodoh ini dan ditindas sama suami. Ibu memang bodoh, karena tidak bersekolah dan bahkan tidak bisa membaca. Kamu harus merubah nasibmu menjadi sebuah keberuntungan. Ibu yakin kamu pasti bisa Mila. Masa depanmu akan bersinar, dan kau akan mendapatkan apa yang kamu inginkan."

__ADS_1


"Amin. Terimakasih ibu. Berkat doa dan semangat yang terus ibu berikan Mila menjadi semakin yakin bahwa Mila bisa menggapai masa depan yang indah."


"Ibu pasti akan selalu mendoakanmu Mila."


"Bu, apakah ibu tidak ingin keluar secepatnya dari sini? Jika ibu mau Mila akan meminta tolong majikan Mila untuk membantu ibu keluar dari sini?"


"Tidak Mila. Jika ibu keluar dari sini...ayahmu pasti akan mencari keberadaan ibu. Biarkan ibu disini. Jangan khawatirkan ibu." Kata Ibu Bella sambil mengusap airmata putrinya.


"Jangan menangis. Tidak akan terjadi apa-apa dengan ibu. Justru ibu sering khawatir jika kamu mengunjungi ibu dan terlihat oleh ayahmu." Kata Ibu Bella.


POV Author.


Dan benar saja, saat itu seorang lelaki paruh baya dengan kumis tipis dan sedikit brewokan datang kearah mereka. Sedangkan Ibu Bella dan Mila tidak menyadari kedatanganya.


Lelaki itu berjalan terus mendekat dan matanya lurus melihat Bella yang saat itu sedang berbicara dengan gadis berbaju putih abu-abu. Lelaki itu sepertinya mengenali gadis itu, yang tidak lain adalah putri yang tidak diakuinya.


Derap langkahnya semakin dekat dan dalam waktu sekejap memegangi lengan Mila. Mila sangat terkejut saat menoleh kebelakang, dan ternyata itu adalah ayahnya yang baru saja dibicarakanya dengan ibunya.


"Rupanya kau disini? Kemana saja kau selama ini?" Tanya Johan.


"Akan aku lepaskan! Ikutlah denganku." Kata Johan masih terus memegangi lengan Mila.


Sontak saja Bella sangat terkejut dan shock melihat Johan muncul secara tiba-tiba. Dan bahkan saat ini tengah memegangi Mila putrinya. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu putrinya lepas dari ayah laknat seperti itu.


"Lepaskan dia mas. Mau kau apakan putriku?"


"Ya! Tepat sekali! Dia adalah putrimu! Bukan putriku!" Kata Johan sambil menatap sinis pada Bella.


"Dan kenapa dengan wajahmu? Kenapa wajahmu berubah jadi jelek begitu?"


"Bukan urusanmu mas. Biarpun jelek tapi hatiku tenang."


"Omong kosong!" Hardik Johan.


"Aku akan mengeluarkanmu dari sini. Dan carilah uang untukku."

__ADS_1


"Aku tidak sudi!" Kata Bella.


"Baiklah jika kau tidak mau melakukanya maka dia yang akan menggantikanmu!" Ancam Johan.


"Kamu memang tidak punya hati mas! Kamu lebih jahat dari seekor harimau! Kau bahkan lebih buruk dari iblis!"


"Terserah apa katamu! Aku akan membawanya bersamaku."


"Tidak ayah! Aku tidak mau ikut denganmu! Lepaskan aku!" Kata Mila.


"Jangan bikin gaduh disini!" Teriak penjaga penjara saat dia dengar ada suara keributan.


Sementara Johan terus menarik tangan Mila meskipun Mila melawan, namun tangan Johan lebih kuat darinya.


"Pak! Tolong putri saya. Dia akan dijual oleh ayahnya!" Teriak Bella kepada penjaga.


Mendengar hal itu kemudian penjaga itu mencegat Johan.


"Berhenti! Lepaskan dia!"


"Atas hak apa kau melarangku?! Dia adalah anakku!"


"Bukan aku bukan anaknya! Dia sering mengatakan itu. Dia sering bilang jika aku bukan anaknya....sekarang dia mengatakan aku adalah anaknya karena dia akan menjualku. Pak tolong saya..." Kata Mila sambil terisak-isak.


"Menyingkir dari hadapanku! Ini bukan urusanmu! Ini adalah urusan keluarga! Dia adalah anakku yang kabur dari rumah! Apakah kau tidak akan mencari anakmu? Jika dia kabur dari rumah?"


"Aku akan mencarinya." Kata penjaga itu tak berdaya.


"Bagus! Itulah yang sedang kulakukan untuk membuatnya disiplin dan tahu diri!"


"Pak dia berbohong! Percayalah padaku...dia akan membuatku seperti ibuku..." Mila memohon sambil terisak-isak.


"Maafkan aku nak. Ini adalah urusan keluarga. Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa." Kata penjaga itu sambil menyingkir kepinggir dan memberi jalan pada Johan.


"Milaaaaa....putriku......" Teriak Bella menangis terisak-isak. Hatinya hancur berkeping-keping melihat Johan membawa paksa Mila. Sementara dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong putrinya.

__ADS_1


"Dunia malam sangat kejam! Tuhan aku mohon jangan kau biarkan putriku menjadi seperti diriku...Kirimkan orang untuk membantunya. Jangan kau jadikan dia sebagai wanita kotor dan menjadi mainan laki-laki tak berakhlak. Jika kau sampai membuat putriku menjadi wanita penghibur maka aku tidak akan meminta apapun lagi kepadamu, Tuhan..." Kata Bella sambil terisak-isak penuh kesedihan.


__ADS_2