Dipinang CEO

Dipinang CEO
Buah dari perbuatan


__ADS_3

CEO datang kekantor untuk mengambil sesuatu dan sejenak berdiri lama saat sampai didepan ruangan Mila. Ruangan itu kosong, karena Mila sedang dirawat dirumah sakit, dan juga posisi direktur juga kosong saat ini karena dokter Irwan sudah mengundurkan diri dari posisinya dan Mila tertabrak saat akan dilantik.


CEO lalu memanggil orang kepercayaannya yang sudah lama bekerja dirumah sakitnya.


"Aku ingin kau menjadi direktur sementara. Kau sudah lama bekerja disini dan berpengalaman." kata CEO kepada seseorang.


"Baik pak, terimakasih karena bapak mempercayai saya."


"Aku yakin kau bisa bekerja dengan baik."


"Baiklah. Saya akan berusaha sebaik mungkin."


CEO lalu pergi keruangan dokter Irwan.


Terlihat Irwan sedang duduk memegang kedua kepalanya. CEO lama berdiri didepan pintu tanpa memberitahunya dan hanya melihat tanpa bersuara menegurnya.


Tapi akhirnya dia juga ingin tahu kenapa istrinya bisa menabrak Mila, akhirnya dia berjalan mendekati Irwan.


"Aku dengar istri anda saat ini ada dikantor polisi." kata CEO dan mengagetkan Irwan.


"Benar pak." kata Irwan mendongak kan wajahnya dan terkejut dengan kedatangan atasanya.


"Kata polisi istri anda menabrak dokter Mila." kata CEO lagi.


"Saya tidak tahu, polisi berkata seperti itu. Semua belum terbukti." kata Irwan yang tidak ingin Weni dipenjara meskipun dia tidak mencintainya. Dia memikirkan reputasinya dan juga anak yang sedang ada dalam rahimnya.


"Apakah ada masalah antara istri anda dengan Mila? Kalian pernah tinggal satu rumah?"


"Tidak ada. Semua baik-baik saja. Tidak ada masalah diantara kami."


"Ok. Baiklah, aku lihat kau sedang banyak pikiran, jika kau sedang tidak sehat, kau bisa ambil cuti." kata CEO yang melihat Irwan sedang tidak fokus bekerja.


CEO tidak mau ada kesalahan diaknosa atau kesalahan lainya selama menangani pasien. Itu akan membuat masalah jika sampai seorang dokter tidak fokus bekerja. Ini menyangkut nyawa manusia, tidak boleh sembarangan dan harus fokus.


"Jika sedang tidak enak badan, kau boleh mengajukan cuti, kau bisa mengurus masalah ini dengan tenang." CEO memberi saran.

__ADS_1


"Tidak pak. Saya bisa bekerja. Masalah istri saya akan diselesaikan oleh pengacara saya." kata Irwan yang tidak ingin cuti dan mempertaruhkan karirnya karena ulah Weni.


"Baiklah, jika kau yakin, kau bisa fokus bekerja, maka jangan sampai ada masalah dalam pekerjaan mu."


"Baik pak."


CEO lalu pergi dan keluar dari rumah sakit.


Didepan rumah sakit bertemu dengan seorang wartawan dan dia bertanya tentang kondisi dokter Mila.


"CEO Handoko, selamat siang pak. Bisa minta waktunya sebentar?"


"Saya sedang buru-buru...." kata CEO yang berjalan dengan lebih cepat kearah mobilnya.


"Apakah anda akan mengunjungi dokter Mila di rumah sakit? Bisa anda berikan kabar kepada masyarakat bagaimana keadaan dokter Mila? Banyak pasien dokter Mila yang penasaran dengan keadaanya?"


CEO menatap wartawan itu sebentar lalu berhenti dan berfikir jika Mila memang familiar, sehingga tidak ada salahnya dia memberikan sedikit kabar tentang dirinya.


"Mila mengalami luka di kepala saat kecelakaan. Dan sekarang, sudah melewati masa kritis dan dalam masa pemulihan."


"Maaf, saya buru-buru...." CEO Handoko tidak ingin menjawab pertanyaan tentang privasi dokter Mila.


Hanya memberitahu keadaanya saja agar masyarakat tenang setelah tahu dia selamat dan dalam masa pemulihan.


Wartawan itu tidak bisa berbuat apa-apa dan kembali lagi berdiri didepan rumah sakit. Dia menunggu dokter Irwan pulang kantor dan akan meminta keterangan darinya tentang kabar istrinya yang menabrak dokter Mila.


Sore harinya, dokter Irwan keluar dari rumah sakit dan akan bertemu dengan pengacaranya.


"Dokter Irwan, selamat sore, bisa minta waktunya sebentar?"


"Ya, selamat sore, ada apa ya?"


"Kami dengar, istri anda adalah orang yang menabrak dokter Mila, apakah itu benar?"


"Semua menunggu bukti dan keterangan dari kepolisian. Saya tidak berada ditempat dan saya tidak tahu." kata Dokter Irwan sambil berjalan kemobilnya. Dia tidak suka dengan pertanyaan wartawan yang mungkin akan berpengaruh pada sudut pandang orang tentang dirinya.

__ADS_1


"Apakah anda sudah bertemu dengan istri anda?"


"Sudah. Kami bertemu dan berbicara."


"Dan apakah anda juga mengunjungi dokter Mila?"


"Belum. Nanti saya juga akan mengunjunginya."


"Apakah ada masalah antara istri anda dan mantan istri anda?"


"Tidak. Hubungan kami biasa saja dan tidak ada masalah. Maaf, saya harus menemui seseorang." Kata dokter Irwan lalu menutup kaca mobilnya.


***


Wandah sedang makan bersama Kinan serta Edo saat ini dirumahnya. Wandah benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Weni yang sudah membuat putranya menjadi terkena masalah terus menerus.


"Aku tidak habis pikir dengan Weni. Bagaimana dia bisa menabrak Mila dan berniat kabur dari kita."


"Ini semua karena Mama. Mama ingin agar Weni pergi begitu anaknya lahir. Mana mungkin ada ibu yang mau menyerahkan anaknya setelah dia mengandung sembilan bulan." kata Kinan kesal dengan mamanya dan juga Irwan.


"Kau tahu kenapa mama melakukan itu? Semua itu demi nama baik keluarga kita. Dia berasal dari tempat kotor. Sedangkan Irwan adalah orang terpelajar."


"Tapi kenyataannya, Weni adalah istrinya dan dia sudah mengandung anaknya. Apakah mama akan memisahkan mereka berdua hanya karena masa lalunya?"


"Ya. Mereka tidak boleh bersama. Dan harus berpisah sebelum tetangga kita tahu asal-usulnya. Mama tidak berani bertemu dengan tetangga jika sampai mereka tahu profesinya dan masa lalunya. Kau tahukan jika Irwan punya nama baik dan dia adalah dokter yang dikagumi masyarakat?"


"Aku tetap tidak setuju dengan pendapat Mama


Dulu dengan Mila juga Irwan sudah membuat kesalahan. Dan sekarang dengan Weni juga membuat kesalahan. Kenapa kalian suka sekali membuat pernikahan seperti hanya permainan?"


Kinan lalu pergi dari meja makan dan menemui anak-anaknya dikamarnya.


Edo dan mamanya saling bertatapan.


"Kau teruskan saja makanmu. Tidak usah hiraukan ucapanya." kata ibu mertuanya padanya.

__ADS_1


Edo hanya mengangguk dan tidak mengatakan apapun.


__ADS_2