
Mila dibawa oleh Johan lewat pintu yang lain sehingga Tuan Regan tidak melihatnya karena sedang melihat kearah yang lainya.
Mila berusaha minta tolong saat dilihatnya Tuan Regan tidak jauh dari dirinya.
"Tu......" Mila tercekik dan tidak sempat meneruskan teriakannya karena mulutnya dengan cepat ditutup oleh syal yang dipakai Johan, ayahnya.
Johan langsung menarik Mila untuk masuk kedalam mobil yang disewa oleh Johan, namun sekilas Regan melihat jika Sharmila dibawa masuk kedalam mobil.
Dengan cepat Regan langsung mengikuti mobil itu di belakangnya. Regan berhasil melihat sosok Sharmila dari kaca yang nampak samar-samar.
Akhirnya Regan berhasil mendahului mobil itu dan menghalangi lajunya. Regan berhenti tepat didepannya.
Ssssiiiiittt!
Regan turun dan menggedor-gedor pintu mobil itu, dua anak buah Johan turun dan mereka langsung dikalahkan oleh Regan yang menguasai ilmu bela diri.
Sharmila lalu keluar, begitu ada kesempatan, dan bersembunyi dibelakang Regan. Sementara Johan keluar dan tidak membutuhkan waktu lama berhasil dilumpuhkannya.
Begitu mereka tidak berdaya Regan langsung masuk kemobil dan Johan serta anak buahnya juga tertatih masuk kedalam.
Mereka meninggalkan tempat itu, sedangkan Sharmila dibawa pulang kerumah.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Regan.
"Tidak Tuan."
__ADS_1
"Kita akan langsung pulang kerumah." Kata Regan karena khawatir Johan membawa anak buahnya yang lain dan mencelakai Sharmila.
Sampai dirumah Nadiya dan Prasetyo sudah tiba dari luar negeri.
Nadiya nampak terkejut dengan apa yang dia lihat. Terlebih Regan yang menggandeng seorang perempuan. Dia masih sangat belia.
"Kami masuk dulu, nanti akan Regan jelaskan." Kata Regan begitu melihat papi dan Maminya kebingungan.
Oma lalu duduk bersama mereka.
"Dia baby sitter Edsel dan juga Eiden. Dia masih sekolah dan butuh biaya. Regan bersimpati padanya."
"Ohhh, aku ingat, apakah dia gadis yang tertabrak waktu itu?" Tanya Nadiya.
Regan lalu keluar tidak lama lagi. Nadiya memanggilnya untuk duduk didekatnya.
"Ada yang ingin mami bicarakan." Kata Nadiya pada Regan.
Kau akan menikah bulan depan." Kata Nadiya pelan karena dia tahu jika Regan akan bereaksi.
"Tapi mi...."
"Kau tahu jika pernikahanmu sangat penting, ini permintaan dari ayahnya Catrine. Dia ingin agar pernikahan kalian dipercepat bulan depan." Kata Nadiya.
Regan diam saja, tapi akhirnya dia mengangguk. "Baiklah, kalau begitu Regan keluar dulu." Kata Regan yang menjadi tidak ingin berlama-lama duduk disamping maminya.
__ADS_1
***
Hari ini, Regan akan menikah dengan Catrine, sedangkan Sharmila, sudah menyelesaikan sekolah menengahnya dan berhasil mendapatkan beasiswa.
Sharmila tidak hadir di pernikahan Regan karena dia harus pergi keluar negeri, karena tiket pesawat yang dipesan dari pemberi bea siswa juga akan berangkat hari itu juga.
Sharmila mendapatkan beasiswa untuk kuliahnya dan bahkan mendapatkan uang setiap bulan.
***
Enam tahun kemudian, Sharmila berhasil menyelesaikan kuliahnya dan pulang kembali ke negaranya.
Dia bekerja disebuah rumah sakit ternama. Dan bersama seorang dokter yang masih muda. Dokter itu sangat mengagumi Sharmila karena dia adalah dokter spesialis yang selalu rame pasien.
Banyak pasien yang senang setelah ditangani olehnya. Dia adalah dokter spesialis kandungan.
"Apakah kau ada waktu nanti malam?" Tanya dokter Irwan.
"Tidak." Jawab Sharmila lalu mengambil jaketnya dan naik ke motor gedenya. Dia memang lebih suka mengendarai moge daripada mobilnya.
"Apakah kita bisa pergi makan malam?" Tanya dokter Irwan.
"Baiklah. Datanglah nanti kerumahku." Kata Sharmila.
Dia lalu mengenakan helm yang tertutup rapat dan naik keatas mogenya, pulang kerumahnya yang belum lama dia beli.
__ADS_1