Dipinang CEO

Dipinang CEO
Rencana wedding anniversary


__ADS_3

Dokter Irwan berjalan dengan cepat mendekati mamanya, Mila berjalan di belakangnya.


"Ada apa ma?" Tanya dokter Irwan saat melihat mamanya tarik-menarik bahan kain itu sama Catrine.


"Mama sudah milih kain ini lebih dulu, dan gadis ini, dia tidak mau menyerahkannya."


"Dokter Irwan!?" Tanya Catrine kaget.


Regan juga tiba-tiba datang dan kaget melihat Catrine dan mamanya dokter Irwan.


"Catrine, apa yang terjadi?"


"Aku sudah akan membayar kain ini. Tapi ibu ini mengatakan jika dia lebih dulu memilihnya."


"Ya sudah, jika ibu mengatakan sudah memilihnya, sebaiknya kau pilih bahan yang lainnya. Jangan membuat keributan." Kata Regan.


"Tapi aku sudah akan membayarnya. Jika ibu ini memilih duluan, kenapa dia meninggalkanya?"


"Benar Catrine, tadi Tante memang sudah memilih kain itu, tapi Tante lupa untuk membawanya."


"Mana bisa begitu?!" Kata Catrine kesal dengan dokter Mila yang ikut campur.


"Catrine!?" Regan lalu menarik lengan istrinya dan mengambil kain itu dari tanganya. Dia lalu menyerahkannya pada ibu dokter Irwan.


"Ini, biarlah nanti istri saya memilih yang lainnya."


Kata Regan kesal karena Catrine tudakrnurut padanya.


"Apa yang kau lakukan Regan!?" Tapi Regan tidak peduli pada Catrine yang kesal.


Regan menggandengnya dan mengangguk pada dokter Irwan dan juga Sharmila.


Mila lama sekali menatap tangan Regan yang menggenggam erat Catrine.


Dokter Irwan terus memperhatikan apa yang dilihat Mila.


"Mila!" Kata Dokter Irwan.


Mila baru sadar jika dia terhanyut saat memandang mereka berdua. Terutama Regan, yang begitu dirindukannya diam-diam.


"Ohh, ya, maaf!" Mila lalu mendekati ibunya dokter Irwan.


Sementara Regan mengajak Catrine keluar dari butik itu dan mereka masuk kemobilnya.

__ADS_1


"Lepaskan tanganku! Apa yang kau lakukan! Kenapa kau menarikku sangat kencang!" Kata Catrine.


"Maaf, aku terlalu erat menggenggamnya."


Kata Regan lalu melepaskan tangan Catrine.


"Aku lebih dulu mendapatkan kain itu. Aku juga sangat menyukainya, kenapa kau memberikanya pada ibu itu, hah..!?"


"Sudahlah, kau bisa memilih kain yang lain. Banyak yang lebih baik dari kain tadi. Kau tidak lihat, ibu itu begitu senang saat kau memberikanya."


"Aku ingin kain yang sama seperti itu!"


"Aku akan memesannya untukmu. Besok aku akan menemui pemilik butik itu. Dan khusus memesannya untukmu, berapapun harganya."


"Kau janji!" Tanya Catrine.


"Ya, aku akan memesannya."


***


Sampainya dirumah, ibu dokter Irwan melihat lagi kain pink fanta yang dia pegang.


Dia lalu melihat dokter Mila.


Dokter Mila dan Dokter Irwan kaget.


Ibunya kekeh ingin membeli kain itu. Tapi sekarang dia malah memberikanya pada dokter Mila.


"Pakailah ini. Ini lebih pantas untukmu." Kata Ibunya pada dokter Mila.


"Tapi...Tante..."


"Ambillah dokter Mila, kau lebih pantas memakainya."


"Tapi...."


"Kau pasti bingung karena kejadian tadi. Aku dengar ini adalah bahan dengan kualitas terbaik dan model motif terakhir. Jumlahnya juga terbatas. Itulah yang membuat Tante ingin membelinya. Tapi bukan untuk Tante, melainkan untuk calon menantu Tante." kata mamanya dokter Irwan.


Dokter Mila lalu memegang kain itu.


Ini memang sangat anggun dan indah saat dipakai.


Tante memang keren, aku bahkan tidak sadar betapa bagusnya pilihannya.

__ADS_1


"Tante akan pulang hari ini, jadi Tante akan bersiap dulu." Kata mamanya dokter Irwan.


"Iya Tante."


Setelah satu jam kemudian mama dan papanya sudah keluar dengan koper, mereka akan pulang hari ini.


"Apakah Irwan perlu mengantar mama dan papa?"


"Tidak usah, papa bisa menyetir sendiri. Papa masih sehat..." Kata papanya tersenyum.


"Mila, nanti Tante akan kemari lagi. Sekarang, Tante pamit dulu." kata mamanya.


"Iya Tante, hati-hati dijalan."


Setelah kepergian kedua orang tua dokter Irwan, dokter Mila juga berpamitan untuk pulang.


"Aku akan mengantarmu...."


Dokter Mila mengangguk.


"Ini jangan lupa." Kata dokter Irwan mengambil paper bag berisi bahan kain yang tadi di berikan oleh orang tua dokter Irwan.


***


Dirumah Nadiya mereka semua sedang berkumpul untuk membicarakan acara pesta wedding anniversary.


"Kita akan membuat pesta di hotel kali ini." Kata Nadiya.


"Ya, aku setuju, mari kita persiapkan semuanya."


"Ini kejutan untuk Regan dan Catrine." Kata Nadiya.


"Tidak, ini bukan kejutan. Maksudku, mereka juga harus mempersiapkanya. Mereka juga bisa mengundang teman-temannya."


"Ya kau benar. Kali ini pestanya akan lebih besar dari sebelumnya."


"Jika sebelumnya hanya dihadiri keluarga besar, sekarang kita akan mengundang teman-temannya juga."


Tiba-tiba, Catrine dan Regan mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


"Kalian sepertinya sedang berbicara tentang pesta?" Tanya Catrine.


Mereka semua lalu tertawa...

__ADS_1


__ADS_2