Dipinang CEO

Dipinang CEO
Bertemu orang tua


__ADS_3

Keesokan harinya Tuan Regan seperti biasa menunggu didepan gerbang sekolah. Kami sudah janjian untuk pergi menemui kedua orang tuaku didalam penjara.


"Mila! Kok buru-buru amat! Mau kemana?" Tanya Jihan sambil mengemas buku paket sekolah.


"Aku ada urusan penting hari ini. Jadi sorry ya Jihan aku tidak jadi pulang bareng kamu." Aku berkata sambil memasukan semua buku dengan cepat.


Aku beranjak dari bangku dan langsung keluar menuju pintu. Namun tiba-tiba tanganku ditahan oleh seseorang. Aku berhenti dan saat aku menoleh ternyata Edo yang memegang pergelangan tanganku.


"Mila! Bagaimana kalau aku mengantarmu. Kamu buru-buru bukan? Jika aku mengantarmu maka aku akan membuatmu cepat sampai ketujuanmu." Kata Edo menawarkan untuk mengantarku.


"Tidak Edo, lain kali ya. Hari ini aku sudah janji dengan Tuan Regan. Jadi aku tidak bisa pulang bersama kalian." Aku menolak untuk tawarannya karena memang aku sudah janjian dengan tuan Regan.


"Tuan Regan! Tuan Regan! Baik sekali sih Tuan Reganmu itu." Kata Edo sedikit meninggikan suaranya.


"Dia memang baik Edo. Jika kalian mengenalnya maka kalian akan tahu betapa baiknya Tuan Regan itu."


"Aku juga selalu berusaha bersikap sebaik mungkin padamu. Dan sering kutawarkan bantuan untukmu. Namun kau hampir selalu menolakku. Dan kau lebih mempercayai Tuan Reganmu itu yang belum lama kau kenal." Kata Edo sedikit menyinggung perasaanku.


"Tidak Edo, kita dihadapkan pada masalah yang berbeda." Aku berusaha memberi penjelasan namun Edo tetap tidak mau mengerti.


"Seandainya kamu memberi kesempatan padaku Mila. Sekali saja, maka kau mungkin tidak membutuhkan Tuan Reganmu itu." Kata Edo masih menatapku dengan sangat tajam.


"Baiklah, lain kali kita bahas ini lagi. Kali ini aku ada urusan yang sangat penting." Aku berkata sambil menarik tanganku dari genggaman Edo.


Awalnya Edo tidak mau melepaskan genggamanya, namun aku memberi isyarat dengan tatapanku yang tajam dan melirik kearah genggamanya, barulah kemudian Edo melepaskan pegangan tangannya dan aku langsung berlari tanpa menoleh lagi.


Aku harus segera menemui Tuan Regan yang mungkin sudah menungguku dipintu gerbang. Dan benar saja saat aku sampai di gerbang sekolah, aku lihat Tuan Regan sudah berdiri sambil berbicara pada satpam sekolah. Mereka sepertinya sedang asyik mengobrol.


Aku berjalan mendekat dan tersenyum manis pada Tuan Regan.


"Mila! Kok tumben lama."


"Iya. Tadi ada pelajaran tambahan." Aku menjawab sekenanya.


"Apakah Tuan Regan sudah menungguku dari tadi?" Aku bertanya karena menyesal telah membuat Tuan Regan menunggu begitu lama. Dan semua ini karena Edo sempat menghalangi jalanku tadi. Dan berbicara yang aneh-aneh sehingga membuat Tuan Regan menunggu lama.

__ADS_1


"Ayo masuk kemobil!" Seru Tuan Regan. Aku kemudian bergegas masuk kedalam mobil dan menutup pintunya kembali.


Mobil kami melaju kekantor polisi dengan cepat dan kebetulan jalanan tidak macet, sehingga kami tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa sampai kesana.


Awalnya aku ragu-ragu untuk turun dari mobil namun akhirnya aku menata hatiku untuk menemui kedua orang tuaku.


Kami langsung menuju ke arah penjara dimana kedua orang tuaku ditahan. Aku kemudian menemui penjaga untuk menanyakan ruangannya. Setelah seorang penjaga memberitahuku maka aku langsung masuk kedalam dan aku mencari ruangan dimana kedua orangtuaku berada.


"Anda berjalan dari sini lalu sampai ujung jalan belok kanan. Ruangan ibu Bella dan Pak Johan ada disana." Kata seorang penjaga.


Aku kemudian berjalan dan setelah sampai disebuah ruangan yang dikatakan oleh penjaga tadi akupun berhenti. Aku kemudian mencari ibuku dan kulihat dia sedang duduk disudut ruangan.


Aku kemudian mendekatkan diriku diantara jeruji besi dan aku memanggil ibuku.


"Ibu...."


"Mila? Bagaimana kau bisa kemari?" Tanya ibu sambil berjalan mendekatiku.


"Maafkan Mila ibu, Mila baru datang setelah berminggu-minggu Ibu ditahan. Dan dimana ayah?"


"Sudah bebas?" Aku sangat kaget. Bagaimana mungkin ayahku sudah bebas sementara ibuku berada didalam penjara?


"Iya. Dia sudah bebas dengan jaminan dari seseorang."


"Lalu kenapa ibu tidak dibebaskan juga?"


"Karena ibu lebih suka tinggal disini. Ibu sudah bertobat Mila. Dan ibu sudah menyadari kesalahan ibu yang telah mentelantarkanmu. Ibu tidak akan kembali kerumah neraka itu dan ibu ingin berpisah dari ayahmu yang sudah membuat hidup kita seperti dineraka."


"Iya ibu....kita akan hidup berdua tanpa ayah." Aku menangis dan bahagia karena akhirnya aku mendapatkan kasih sayang ibuku yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Tatapan hangatnya sangat aku rindukan selama ini. Perkataannya yang lembut juga sangat aku impikan. Dan hari ini aku mendapatkan ibuku yang sungguh menyayangiku.


"Maafkan ibu Mila. Kau maukan memaafkan ibu?" Ibuku bertanya dengan berlinang air mata dipipinya.


"Tentu saja ibu...ibu tidak bersalah, semua ini terjadi karena keadaan..." Aku kemudian memeluk ibuku meskipun dibatasi oleh jeruji besi.


"Bagaimana kamu hidup dan makan Mila? Dan apakah kau masih sekolah?" Tanya Ibuku dengan menatapku sangat lembut.

__ADS_1


"Masih Ibu. Saat ini Mila bekerja dirumah Sultan. Dan menjadi baby sitter sambil sekolah."


"Benarkah Mila? Kamu sudah tidak tinggal dirumah kita yang lama itu?"


"Tidak Ibu. Mila takut setiap kali ada saja preman yang datang dan mengganggu Mila. Bahkan mereka ingin membawa Mila ketempat hiburan malam."


"Ya Tuhan. Terus apakah kamu bisa lepas dari mereka?"


"Iya ibu. Sekarang ibu tenang saja karena Mila tidak akan pernah bertemu para preman itu lagi."


"Syukurlah kamu tidak sampai jatuh ke lembah hitam itu. Ibu tidak akan bisa memaafkan diri ibu jika kamu sampai mengalami apa yang ibu alami." Ibuku berkata sambil memegang tanganku sangat erat.


"Ibu tahukan kalau Mila adalah gadis yang kuat. Dan Mila bisa berjuang untuk hidup Mila dengan rezeki yang halal. Mila tidak akan pernah melakukan hal yang buruk apalagi sampai menjual diri Mila hanya untuk bisa bertahan hidup. Masih banyak cara untuk mencari rezeki meskipun jalan itu susah dan sulit."


"Ibu percaya dengan kepribadianmi Mila. Dan ibu sangat bangga padamu."


"Terimakasih Ibu. Doa dan kepercayaan yang ibu berikan sangat berarti untuk Mila."


"Iya Nak. Sekarang Ibu menjadi tenang disini."


"Berapa lama ibu bisa bebas dari sini?"


"Biarlah nak. Jangan khawatirkan ibu. Yang penting kamu jangan sampai bertemu dengan ayahmu dan kamu bisa hidup bahagia dan diberikan kemudahan dalam meraih impianmu."


"Iya ibu."


"Waktu berkunjung sudah habis. Silahkan anda berkunjung besok hari." Kata seorang penjaga disampingku.


"Iya pak. Saya akan segera pergi. Ibu....jaga kesehatan ibu. Mila akan sering-sering datang kemari."


"Iya Mila. Kamu juga jaga kesehatan kamu ya nak."


Aku mengangguk kemudian meninggalkan ruangan itu dan keluar dari gedung tahanan.


Tuan Regan sedang berbicara pada seorang polisi yang sedang istirahat. Dan mereka terlihat akrab sekali. Tuan Regan memang orangnya mudah bergaul dengan siapa saja tanpa pandang bulu, sehingga terlihat sangat humble.

__ADS_1


__ADS_2