Dipinang CEO

Dipinang CEO
Terdiam


__ADS_3

Pulang dari mengantar Weni, Regan tidur diranjangnya sambil menatap langit-langit rumahnya.


Dia memikirkan kembali apa yang Weni katakan tadi. Jika benar semua ini sudah direncanakan, pasti ada penyebabnya.


Dan apa yang membuat Irwan melakukan hal ini pada Mila?


Aku harus mengatakannya pada Mila dan dia harus tahu jika semua ini adalah jebakan Weni dan Irwan. Dia tidak perlu merasa bersalah karena pernikahanya yang gagal.


Dari awal Irwan memang punya tujuan untuk menyakitinya. Aku akan menemui Mila dan mencari tahu semua motif dari tindakan Irwan.


Keesokan harinya, Regan mengirim pesan pada Mila saat dia sedang berada diruangan nya.


~Bisa kita bertemu sekarang? Ada hal penting yang ingin kusampaikan~


Mila melihat ponselnya bergetar dan dia membukanya. Tapi dia tidak membalas pesan Regan.


Mila saat ini sedang terganggu dengan perubahan sikap CEO Handoko padanya.


Tadi mereka berpapasan, dan Mila akan tersenyum padanya tapi CEO Handoko pura-pura tidak melihatnya dan tidak menyapanya seperti biasanya.


"Apakah aku membuat kesalahan?"


"Apakah ada yang menyinggung perasaannya?"


"Kenapa sikapnya sedingin es padaku? Semua orang bahkan mulai berbisik-bisik dibelakangku."


"Apa yang terjadi? Hari sebelumnya, dia membawakan bunga saat aku dirumah sakit. Apakah dia marah karena aku tidak mau diantar pulang olehnya?"


"Aku harus menemui dan meminta maaf padanya."


Mila akan pulang lebih awal sore ini dan akan menemui CEO Handoko untuk minta maaf denganya.


Sementara Regan sedang dalam perjalanan kerumah Mila karena tidak mendapat balasan dari pesan yang dia kirim.


Regan akan bermain dengan Matthew sambil menunggu Mila datang.

__ADS_1


Saat ini Mila sudah berkemas karena hari sudah sore dan berjalan keruangan CEO Handoko.


Kebetulan CEO baru saja menutup pintu dan akan pulang.


"Pak!?" Panggil Mila.


CEO Menoleh dan dia mengenali siapa yang memanggilnya.


"Apakah bapak ada waktu sebentar? Ada yang ingin saya bicarakan." kata Mila dengan berdebar karena mungkin akan ditolak olehnya.


Tapi tidak! Ternyata CEO Handoko mengangguk meskipun tanpa ekspresi manis seperti sebelumnya.


"Naik kemobilku."


Didalam mobil Mila mengatakan jika dia bingung dengan sikap CEO denganya.


"Pak, saya minta maaf karena waktu itu...."


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, aku sudah tahu semuanya." katanya dingin tanpa ekspresi.


"Maksud bapak?" Sekarang gantian Mila yang bingung dengan kata CEO yang mengatakan sudah tahu semuanya.


"Harusnya kau katakan sejak awal jika anakmu itu adalah anak CEO Regan. Hingga aku tidak perlu malu dan membuat pengakuan demi dirimu." Kata CEO Handoko datar.


Kali ini Mila yang bergetar karena kaget dan shock. Darimana dia tahu jika bayinya adalah anak dari Regan?


"Anda tahu darimana?"


"Kau telah membuat semua orang menjadi bingung dengan menyimpan rahasia itu. Karena itu, sebaiknya kau katakan pada semua orang jika itu adalah anak dari CEO Regan. Agar tidak adalagi orang lain yang kecewa dan sakit hati."


Deg.


Mila menatap wajah CEO Handoko tanpa bisa berbicara sepatah katapun.


Dia benar-benar malu dan tidak mampu mengatakan apapun saat ini.

__ADS_1


"Kita sudah sampai." kata CEO Handoko tiba-tiba.


"Baik, saya akan turun, sekali lagi saya minta maaf..... Dan terimakasih sudah mengantar saya pulang kerumah." Kata Mila dan menatap mobil CEO hingga pergi dan tidak kelihatan lagi.


Saat berbalik, Mila kaget melihat mobil Regan terparkir dirumahnya.


Regan? Apakah dia yang mengatakan semuanya?


Mila menjadi marah jika saja benar Regan mengatakan hal itu pada CEO Handoko tanpa berbicara dulu denganya.


Siapa lagi kalau bukan Regan? Hanya dia yang terus nyatakan jika Matthew adalah anaknya?


Begitu masuk, Mila langsung menyeret Regan keluar karena marah.


"Mila? Kenapa kau marah? Apa salahku?"


"Kenapa kau katakan pada atasanku jika kau adalah ayah dari Matthew?"


Regan diam dan menatap Mila.


"Masuk kemobil, akan aku jelaskan!" kata Regan lalu membuka pintu mobilnya untuk Mila.


Mila yang tidak ingin bibi panik, menurut dan masuk kemobil Regan.


Mereka lalu berhenti ditepi pantai dan Regan mengajak Mila turun.


"Kau belum menjawabnya. Apakah kau yang mengatakan pada atasanku jika kau adalah ayah dari Matthew?"


Regan menatap Mila dan mengangguk.


"Iya aku mengatakanya. Untuk apa membuatnya berharap dan menunggu sesuatu yang akan membuatnya kecewa nanti?"


"Kau!?" Mila mengatupkan kedua giginya dan menatap Regan dengan tajam.


Mila lalu memukul Regan berulang kali dengan tas kerjanya yang kecil.

__ADS_1


Regan diam saja saat menerima beberapa pukulan dari Mila.


Akhirnya Mila diam sendiri dan tertunduk diatas pasir. Dia melempar tasnya sembarangan dan menangis.


__ADS_2