
Aku melihat ke sekeliling restoran yang mewah itu.
Seandainya Jihan bersamaku ini pasti sangat menyenangkan.
Kemudian Tuan Regan duduk dan mulai membuka buku menu. Memesan makanan untuk kami berdua.
Tidak lama kemudian makanan telah terhidang dan itu membuat air liurku menetes. Aku menggigit bibir bir bawahku tidak sabar untuk mencicipi semua makanan ini.
Aku sudah tidak tahan lagi, makanan lezat dan perut yang sangat lapar.
"Silahkan dimakan."
Aku langsung mengangguk dan memakan semuanya dengan cepat.
"Pelan-pelan nanti tersedak." Aku lihat Tuan Regan baru dua suap dan aku sudah menghabiskan satu piring. Aku pasti sudah seperti orang mukbang saat ini.
Aku kemudian menghabiskan seluruh makanan yang terhidang tanpa sisa sedikitpun. Semua piring itu bersih dalam sekejap, setetes kuahpun tak terlihat.
Aku baru menyadari jika Tuan Regan baru makan beberapa suap. Dan jika ini pertandingan akulah pemenangnya.
"Ooohhh Tuan....makananya sudah habis." Aku baru menyadarinya.
"Sudah tidak papa. Saya sudah kenyang." Kata Tuan Regan.
Perutku begah sekali. Kemarin aku makan hanya pakai kerupuk sekarang aku pasti sedang bermimpi saking laparnya.
Lalu kucubit lenganku. Aku benar-benar tidak sedang bermimpi. Semua ini nyata. Makanan juga perutku benar-benar kenyang. Ini bukan mimpi.
Tuan Regan kemudian menatapku dengan tatapan aneh dan tersenyum tipis.
"Kita pulang sekarang. Aku akan mengantarkanmu hingga ke rumahmu."
Kata Tuan Regan sambil membantuku berdiri. Hihihi.... perutku begah jadi aku kesulitan berdiri.
Sampai didepan rumah, Tuan Regan langsung pamit karena harus kekantor.
Tetanggaku yang melihat mobil mewah itu langsung berhamburan keluar rumah dan akan mendekati mobil itu.
Namun tiba-tiba Tuan Regan sudah melajukan mobilnya sehingga mereka kecewa. Padahal mereka sedang berjalan mendekati mobil itu.
hihihi....dasar mereka ada-ada saja.
Aku lalu masuk kedalam rumah dalam keadaan kenyang. Dan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.
Aku merogoh sakuku....uangku masih utuh. Ops! Aku lupa setoran koran. Waahhh pasti aku akan dimarahi.
Kenapa bisa lupa sih?
__ADS_1
Aku melihat jam di dinding sudah jam 4 sore, gimana ya? Aku setoran ngga ya? Kalau ngga disetorin bagaimana jika besok tidak boleh mengambil koran lagi?
Baiklah. Lebih baik aku setoran saja.
Belum juga duduk aku harus keluar lagi. Dan bajuku....huueeeekkk!
Sharmila akhirnya sampai di agen Koran dengan terengah-engah. bapak itu hampir tutup lima menit lagi. Bapak tua itu sedang beres-beres dan tinggal beberapa koran lagi yang belum dirapikan.
"Pak.....Ini setoran saya."
"Lain kali jangan sore-sore ya neng."
"Iya pak."
Aku berjalan kaki lagi kerumah. Kalau naik angkot nanti aku tidak punya uang buat makan malam.
Oya aku harus membayar gas yang kemarin belum aku bayar. Sebaiknya aku mampir ke warung Mpok Ijah.
"Mpok....Ini uang gas yang kemarin."
"Iya neng."
"Makasih ya Mpok."
Aku kemudian berjalan
meninggalkan warung Mpok Ijah dan pulang kerumahku.
Aku baru akan melihatnya tiba-tiba seorang lelaki dewasa yang badanya kekar keluar dari rumahku. Aku lupa menguncinya tadi.
Aku sangat ketakutan.
Badanku gemetar. Dan Jari tanganku dingin.
Jangan sampai dia melihatku. Kali ini aku tidak selamat jika sampai tertangkap lagi olehnya.
Akhirnya aku harus bersembunyi di semak-semak. Jangan sampai ada tetangga yang melihatku jika aku bersembunyi disini. Karena jika sampai ada tetangga yang melihatku, lalu menegurku, maka akan terdengar oleh preman itu. Dan aku....bisa tertangkap...tetanggaku tidak akan ada yang peduli jika sampai aku tertangkap dan dibawa pergi olehnya.
Ya Tuhan....kenapa dia masih berdiri didepan rumahku?
Aku bahkan belum sempat mengganti seragam sekolahku. Baunya....ampun.....
Aku menepok jidatku dan mencemaskan banyak hal.
Sudah jam berapa ini? Matahari sudah hampir tenggelam. Dan sekarang sudah hampir malam. Gelap dan banyak nyamuk. Sampai kapan aku harus bersembunyi disini?
Aku tidak mungkin pulang jika dia belum pergi. Tapi jika preman itu sudah pergi aku juga takut berada dirumah sendirian.
Aku harus mencari jalan keluarnya. Tidak mungkin setiap hari aku selalu cemas siang dan malam. Aku harus mencari tempat yang baru. Yang tidak diketahui oleh teman ibuku maupun teman ayahku. Mereka preman semua. Sewaktu-waktu nyawaku dan kehormatan ku ada dalam bahaya.
__ADS_1
Baiklah. Aku akan menginap dibawah pohon malam ini. Biarlah nyamuk menghisap habis darahku. Daripada aku harus kembali kerumah dan aku juga tidak akan bisa tidur. Meskipun aku kunci pintunya dari dalam. Mudah bukan bagi mereka untuk membukanya.
ngiung.....ngiung.....ngiung....
Suara nyamuk terus bergema dikedua telingaku.
Kalian akan makan besar hari ini, karena aku akan disini sampai pagi. Hiks, hiks....makanlah dan hisaplah darahku....tapi jangan gigit bagian mukaku. Gigitlah yang lain dari tubuhku. Tapi jangan mukaku.....atau besok aku akan kesekolah dalam keadaan yang menyeramkan. Saat mukaku penuh dengan bintik merah, huhuhu entah kenapa aku harus menangis.
Mila....ini cuma nyamuk....jangan menangis. Kenapa kau malah nangis?
Aku takut.......suara apa itu?
Apakah itu suara serigala?
ha ha ha hiks hiks....aku takut sekali.
Jangan menangis Mila. Ini hanya satu malam. Tidurlah. Hatiku menghiburku.....
Hua hua hua....suara apalagi itu?
Apakah itu suara kuntilanak yang tertawa. ha ha ha hiks hiks.....
Aku takut. Kenapa sepi begini?
Apa aku lari saja? Preman itu sudah pergi. Dan sekarang jam 12 malam sepertinya.
Hua...hua...hua....aku takut sekali.
Kemana kuntilanak tadi? Apakah dia ada diatas pohon ini. Aku tidak berani melihatnya....hiks hiks....Tuan Regan selamatkan aku.....
Tuhan....Datangkan matahari biar malam cepat berlalu. Kenapa pagi lama sekali. Aku tidak bisa tidur. Banyak suara-suara aneh dari pohon besar-besar itu. Aku takut sekali....
Aku tidak berani membuka mataku. Aku takut melihat penampakan. Gelap sekali disini dan......apa itu? Yang gerak-gerak itu. Kenapa dia semakin mendekat?
Apa itu? Jangan kesini? Aku mohon jangan kesini?
Swosssh tiba-tiba angin bertiup kencang dan sebuah ranting jatuh dari pohon. Akupun sudah tidak sadarkan diri.
Pagi-pagi sekali aku terbangun dan di sekelilingku penuh dengan warga.
"Akhirnya kau siuman Mila? Ini minum airnya dulu."
Aku bingung kenapa mereka berkumpul disini. Apakah aku mati suri? Dan sekarang aku hidup kembali. Lagi-lagi malaikat terlalu mengasihaniku, aku hidup kembali.
"Apa yang kamu lakukan malam-malam dihutan?" Tanya Mpok Ijah.
Aku akhirnya hanya bisa menangis dan memeluk Mpok Ijah. Sampai tiba-tiba sebuah mobil Ferrari Merah berhenti didepan rumahku.
"Oh iya aku baru ingat, aku harus pergi kesekolah." Tanpa mempedulikan warga desa yang masih berkumpul, aku berpamitan untuk mandi dan dalam waktu sekejap sudah siap dengan baju seragamku.
__ADS_1
Kulihat Tuan Regan sedang masuk dan menyapa warga desa.