Dipinang CEO

Dipinang CEO
Pura-pura


__ADS_3

Malam bulan madu kedua. Dokter Irwan keluar dari kamar mandi dan menatap Mila yang sedang merias dirinya didepan cermin.


Dokter Irwan lalu naik keranjang dan mengambil ponselnya. Sementara Mila melihatnya dari pantulan kaca.


"Jika kau bosan, bagaimana kalau kita makan direstoran. Restorannya dekat dekat kolam renang." Kata dokter Irwan pada istrinya.


"Iya. Aku mau. Sepertinya malam ini akan lebih indah daripada malam sebelumnya. Sebaiknya kita makan malam disana." Kata Mila lalu bergegas mengambil tas nya.


"Ayo berangkat kalau gitu."


Dokter Irwan dan Mila makan direstoran. Seperti biasa dokter Irwan bersikap manis padanya.


Dia juga mengelap sudut bibir Mila yang terciprat saat tadi makan kerang.


"Ada sesuatu di bibirmu." Dokter Irwan lalu mengelap dengan kedua jarinya.


"Ohh, aku makannya belepotan. Ini adalah makanan kesukaanku."


"Ohh tentu. Aku sengaja memesannya untukmu. Makanlah yang banyak."


"Darimana kau tahu jika aku suka makan kerang?"


"Kau pernah mengatakanya tapi mungkin kau lupa." Kata Dokter Irwan lalu membukakan kerang dan menyuapi Mila dengan daging kerang yang sudah dia buka.


"Hemmm, manis sekali. Ini sangat lezat."


"Iya, ini kerang paling lezat di menu restoran ini."

__ADS_1


"Lagi?" Tanya Dokter Irwan pada Mila.


"Emm, sudah...sepertinya aku sudah cukup kenyang."


"Jika kau mau nambah, aku akan memesannya lagi untukmu." Kata Irwan.


Tiba-tiba, Irwan mendapat telepon dari seorang temannya.


"Tunggu ya, aku angkat telepon dulu." Kata dokter Irwan.


"Silahkan...." Mila lalu menatap air yang bergemericik dan tersenyum senang karena dia sangat menikmati kebersamaan bersama suaminya.


"Mila, sepertinya adik temanku membutuhkan pertolonganku. Aku harus kesana sekarang. Apakah kau mau menungguku?" Tanya Dokter Irwan pada Mila.


"Pergilah, kau seorang dokter, dalam kondisi apapun, kau harus mengutamakan pasienmu." Kata Mila.


"Mila....maafkan aku. Harusnya kita cari tempat bulan madu yang jauh, agar bulan madu kita tidak terganggu." Kata Dokter Irwan.


"Jika kau tidak keberatan, baiklah, kau tunggulah disini, aku akan segera kembali." Kata Dokter Irwan lalu pergi meninggalkan Mila direstoran itu.


Satu jam berlalu....


Mila menunggu dan memesan minuman lagi untuknya.


Mila melihat layar handphonenya dan menutupnya kembali.


Dua jam telah berlalu. Mila masih setia karena berfikir dokter Irwan akan segera kembali.

__ADS_1


Kadang Mila duduk dan kadang dia berjalan mengelilingi kolam renang.


Sesekali dia melihat temaram bintang yang bersinar indah malam ini.


Mila duduk kembali...


Hingga tengah malam dokter Irwan tidak kunjung datang dan Mila masih tetap menunggunya.


Restoran itu mau tutup dan Mila terpaksa harus pergi dari tempat itu dengan berjalan kaki.


Untuk menelpon dokter Irwan, Mila tidak mungkin melakukanya karena itu akan mengganggu tugas dokter dalam menangani pasiennya.


Tidak lama kemudian dokter Irwan datang dan mencari Mila.


Mila baru saja masuk kehotel dengan kaki yang merah karena kecapean. Sementara Dokter Irwan pura-pura peduli pada Mila.


"Mila....aku mencarimu disana dan kau sudah tidak ada disana." Kata Dokter Irwan lalu memeberikan sebuah bingkisan pada Mila.


"Mila, ini untukmu. Jadi hari ini kau berulang tahun bukan?"


"Iya, aku hampir lupa." Kata Mila malu.


"bukalah kotak itu." Kata dokter Irwan menyuruh Mila membukanya.


Dan saat Mila membukanya dia sangat senang karena kotak itu berisi cincin dengan batu permata yang indah.


"Terimakasih....Kata Mila dan tanpa sengaja melirik jam disampingnya.

__ADS_1


Sekarang sudah jam 01.00 dini hari.


Artinya dua malam telat lewat dan mereka belum benar-benar merasakan malam bulan madu yang sesungguhnya. Ataukah ini memang bagian dari rencana dokter Irwan?


__ADS_2