
Mila berjalan ke ruangannya dan bertemu dengan CEO Handoko yang sepertinya baru saja keluar dari ruangan Mila.
"Pak!" panggil Mila saat melihat CEO dari ruanganya.
"Oh, kau sudah datang. Aku baru saja dari ruanganmu. Tapi kau belum datang." kata CEO Handoko.
"Saya baru saja menemui ibu saya. Dan kami sudah lama tidak bertemu." jelas Mila.
"Oh ya pak, saya akan menikah dengan CEO Regan sebentar lagi, mungkin saya akan mengajukan cuti."
"Ohh...." CEO terdiam dan kaget dengan yang baru saja Mila utarakan.
tidak mampu berkata apapun, akhirnya selesai sudah semuanya. Tidak ada harapan lagi. Kau akan menikah? Selamat ya, akhirnya kau membuat keputusan.
"Iya."
"Oh ya Mila, sebelum aku tidak bisa mengganggumu lagi, maukah nanti malam kau makan malam denganku?"
"Eh, ehm, baiklah." Kata Mila yang tidak bisa menolak ajakan atasannya, selain itu, beberapa hari lalu saat Regan tidak datang dan dia menemui kesulitan, dia adalah orang yang sering dia repotkan.
Sepulang kerja, Mila pergunakan malam dengan CEO Handoko. Mereka duduk berhadapan, dan CEO Handoko tidak berkedip menatap Mila.
"Sebentar lagi kau akan menikah. Aku tidak bisa makan malam lagi seperti ini setelah kau menikah. Aku sempat berfikir, kemarin hubungan kalian berakhir, Aku melihat kau dan Regan tidak terlihat sering bersama. Dan aku sempat berfikir untuk mrnggapaimu lagu." Kata CEO Handoko sambil tersenyum kecut.
"Eh, ehm, kami memang sempat tidak berkomunikasi karena ibunya tidak merestui hubungan kami. Regan putus asa dan keadaan memaksanya memilih salah satu diantara kami. Sekarang mereka sudah merestui kami menikah."
"Aku tidak tahu apakah aku sedang sedih atau bahagia mendengar kabar ini. Dulu aku dipuja-puja dan sering mematahkan hati. Dan sekarang ini adalah pertama kalinya aku merasa ada yang kurang dalam diriku hingga aku terluka." CEO berkata dengan pelan dan santai sambil menatap ke arah yang berbeda dengan rasa nelangsa didalam hatinya.
Mila merasa tidak nyaman," pak, jangan berkata begitu, dimata saya, bapak adalah sosok yang sempurna, dan saya tidak menemukan kekurangan apapun, tapi Regan adalah cinta pertama saya,
"Andai saja aku adalah orang yang pertama kali kau temui, apakah kau akan jatuh cinta padaku?"
Mila menatap CEO dengan tidak mengerti maksud percakapannya. Tapi dia tahu jika pria dihadapannya ini sedang kecewa.
"Mungkin saja....." Kata Mila sambil tersenyum hangat pada CEO Handoko.
Pria dihadapannya sedang menyesali karena bertemu Mila setelah Mila jatuh cinta pada Regan. Dan dia berkata jika saja dia bertemu lebih dulu, maka mungkin saat ini dialah yang akan menikah dengan Mila.
Setelah selesai makan malam, CEO mengajak Mila menonton bioskop dan karena ini permintaan khusus darinya dihari ulang tahunya maka Mila tidak bisa menolaknya.
"Maafkan saya, saya tidak tahu jika hari ini anda berulang tahun jika saya tahu sebelumnya, saya akan memberikan anda hadiah."
Sepertinya CEO sangat tertarik dengan kata hadiah yang diucapkan Mila. Berarti dia bisa meminta sesuatu dari ya sebagai hadiah hati ini dihari ulang tahunya
Uang dia punya, segalanya dia punya, hanya saja dia tidak bisa membeli hati seseorang.
Dan hadiah yang akan dia minta darinya adalah yang tidak bisa dia beli dengan uang dan kekuasaan yang dia miliki, yaitu dirinya.
"Apakah kau benar-benar akan memberiku hadiah?" Mila mengangguk manis.
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku minta dirimu. Aku punya segalanya, tapi aku tidak bisa membeli hati orang yang aku inginkan."
"Hah? Eh....hati? Ehm.....maksudnya?"
CEO langsung tersenyum melihat ekspresi Mila yang mungkin sudah berpikir negatif pada permintaanya.
"Aku Ingin kau menemaniku nonton."
"Ohh...itu, baiklah, aku pikir apa...."
"Kau takut?"
"Hehe, sedikit...."
"Kau tahu.....aku selalu menerima hadiah dari para perempuan dihari ulang tahunku. Tapi, tidak ada yang istimewa dari semua itu, selain menghabiskan waktu bersamamu...."
"Kau sangat narsis kali ini."
"Maafkan aku...." Kata CEO lalu bangun dari duduk dan mengulurkan tangannya lalu Mila memegang tangan yang terukur darinya dan mereka pergi ke mobil.
Mereka mengantri tiket dan Mila membeli dua popcorn untuk mereka dan dua minuman.
Dan saat mengirim pesan pada asistennya tanpa sengaja mila mematikan ponselnya.
Padahal Regan sudah menunggu dirumahnya berjam-jam hingga dia merasa sangat bosan.
"Tuan mau minum lagi?"
Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti didepan. Regan melihat Mila turun dari mobil CEO Handoko.
"Aku akan langsung pulang, kau masuklah, dan terimakasih untuk hari ini."
CEO melihat mobil Regan sudah terparkir dan karena itu dia tidak Adi singgah kedalam.
Mila kaget melihat mobil Regan sudah terparkir didepan rumahnya.
"Kenapa dia tidak menelpon?" Gumam Mila dalam hati. Mila lalu mencari ponselnya dan setelah dia cek, ternyata dalam keadaan dimatikan.
"Astaga, ponselnya mati, pasti dia akan sangat marah kali ini." Gumam Mila.
Mila menarik nafas panjang dan masuk kedalam.
"Kau baru pulang? Kau darimana? Kau kelihatan senang diantar olehnya? Haruskah dia mengantarmu? Apa dia tidak punya pekerjaan lain hingga harus mengantarkan dirimu?"
"Regan? Kau sedang marah?"
"Tidak!"
"Kau bertanya sangat banyak, dan aku tidak tahu yang mana yang harus aku jawab lebih dulu.
__ADS_1
"Kau tidak perlu menjawabnya. Kau sepertinya bersenang-senang denganya "
"Regan. Hari ini dia berulang tahun. Jadi aku menemaninya. Dia sangat kesepian meskipun dia punya segalanya."
"Haruskah dia pergi denganmu? Apakah dia tidak punya teman wanita selain dirimu."
"Regan, kau tidak kasihan padanya?
"Tidak!" Jawab Regan ketus.
"Kau tidak ingin mengucapkan selamat ulang tahun padanya?"
"Aku tidak ingat hari ulang tahun semua orang. Haruskah aku mengingat hari ulang tahun semua orang."
"Regan, kenapa kau marah begitu? Jika kau tidak mau mengucapkan selamat padanya ya sudah. Kau tidak perlu marah padaku."
"Ayo kita keluar makan. Aku sangat lapar menunggumu begitu lama."
"Tapi....." Mila akan mengatakan jika dia sangat lelah dan kenang, tapi melihat mood Regan yang sedang buruk, akhirnya dia tidak jadi mengatakan apapun.
Mereka sampai di Restoran dan Regan memesan menu terlezat di restoran itu.
Regan mulai makan dan menatap Mila yang tidak bergeming.
"Kau tidak makan?"
"Aku...." Mila akan mengatakan jika dia sangat kenyang, tapi Regan pasti marah jika mendengar dia sudah makan malam bersama CEO Handoko.
"Kau sudah makan?"
"Ehm, aku...."
"Dia mentraktirmu makan?"
"Bukan begitu."
"Sudahlah! Kau pasti sudah kenyang makan bersama dia. Tidak usah dimakan. Aku sudah tidak ingin makan. Ayo kita pulang."
"Tapi..."
"Regan langsung bangun dan masuk kedalam mobilnya."
Sepanjang perjalanan pulang mereka tidak berbicara apapun. Mila menatap Regan berulang kali tapi Regan sepertinya sedang cemburu dan marah.
"Turunlah, sudah malam."
"Ya...." Mila lalu turun dan melihat mobil Regan pergi.
Mila tersungut, "Ada apa denganya? Kenapa kalau marah dia seperti itu? Dan melampiaskan pada makanan. Aneh."
__ADS_1
Mila lalu masuk kedalam dan dia lihat Matthew sudah tidur dengan pulas diranjangnya.