Dipinang CEO

Dipinang CEO
Penabrak lari


__ADS_3

Weni pergi jauh dari kota itu setelah menabrak Mila. Dia melarikan diri dari pernikahan nya karena ancaman Ibu mertuanya yang menyuruhnya pergi tanpa membawa anak yang akan dilahirkannya.


Weni ketakutan akan diceraikan setelah melahirkan dan juga akan dipisahkan dari anak yang saat ini sedang ada dalam kandungannya.


Weni ketakutan, anaknya akan dicuri darinya. Dia akan dipisahkan untuk selamanya dengan anak yang saat ini masih ada dalam rahimnya.


Setelah menabrak Mila, Weni memutuskan untuk keluar dari kota itu dan pergi ke kota yang lainnya.


***


Mila terbaring didalam ruangan UGD dan mendapat penanganan darurat. Saat ini dia kehabisan banyak darah dan tidak sadarkan diri. Kepalanya sepertinya mengalami luka yang agak parah.


Satu malam dokter melakukan berbagai operasi dan CEO Handoko menunggu diluar ruangan selama Mila dalam penanganan.


Regan datang karena dia melihat berita dari televisi. Dan keluarga Irwan juga mendengar kabar itu.


Regan langsung datang kerumah sakit dan bertemu dengan CEO Handoko yang sudah ada disana dari kemarin.


Sementara Regan mendekatinya dan menanyakan keadaan mila.


"Apakah Mila baik-baik saja?" Regan sangat khawatir, tanganya sampai bergetar saat memegang tembok didekatnya.


"Aku tidak tahu. Dia terluka parah. Dokter melakukan operasi selama 24 jam." kata CEO Handoko.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah kemarin harusnya dia dilantik? Dia bilang akan menjadi direktur dirumah sakitmu."


"Dia kecelakaan saat keluar dari salon." kata CEO Handoko yang mendengar dari beberapa saksi yang melihat langsung kejadian itu.


"Siapa pelakunya? Apakah sudah ditangkap?"

__ADS_1


"Belum. Sepertinya dia melarikan diri karena takut."


"Kurang ajar! Bukannya menolong malah kabur!" umpat Regan.


Dokter keluar dan membuat Regan dan juga CEO terdiam seketika.


"Bagaimana dokter keadaanya?"


"Lukanya sangat parah. Sekarang masih belum sadar. Dan lebih baik tidak masuk kedalam dulu. Biarkan dokter menjaganya sampai dia sadar." kata seorang dokter pada kedua CEO tersebut.


"Biarkan kami melihatnya sebentar dokter?"


"Baiklah, tapi hanya sebentar saja." kata dokter mendampingi mereka berdua untuk masuk kedalam.


CEO mendekat dan melihat wajah Mila dengan jarak lebih dekat. Banyak luka di bagian kepalanya, bahkan rambutnya terpaksa di botakin untuk kepentingan operasi.


Regan bergetar saat menatap Mila dalam kondisi seperti itu. Matanya juga terpejam dan banyak luka di kepalanya yang diperban.


"Silahkan keluar, biarkan dokter yang menjaganya, karena jika dia sadar kami akan melakukan tindakan selanjutnya," kata seorang dokter yang melakukan operasi bedah pada Mila.


CEO dan Regan mengangguk lalu menunggu diluar.


Regan memejamkan matanya dan menatap CEO yang menempelkan keningnya ditembok dan seperti menyesalkan kejadian ini.


"Apakah kelurganya sudah tahu?"


CEO menggelengkan kepalanya.


"Aku akan kerumahnya, jika dia sadar, maukah kau mengabariku?" tanya Regan dan dia melihat jika CEO mengangguk pelan.

__ADS_1


CEO tetap ditempatnya menunggu Mila sadar sementara Regan kerumah Mila karena mengkhawatirkan Matthew yang mungkin rewel.


***


Sampai dirumah Mila, bibi sedang berjalan mondar-mandir sambil menggendong Matthew. Dan begitu melihat Regan, bibi langsung keluar menyambutnya.


"Tuan, apa yang terjadi dengan ibu?"


"Mila mengalami kecelakaan dan sekarang masih belum sadar."


"Ya Tuhan...." Bibi nampak kebingungan. Dia mendapat telepon jika anaknya yang dia tinggalkan dikampung sedang sakit, dan dia harus pulang karena anaknya sangat merindukanya.


"Bibi, kenapa ada koper disini?" tanya Regan menjatuhkan pandanganya pada koper didekat bibi yang membantu Mila selama ini.


"Anak saya dikampung sakit Tuan, saya harus pulang. Tapi saya bingung harus menitipkan Matthew pada siapa?" tanya Bibi menatap Regan.


Regan terlihat kebingungan karena Mila tidak punya keluarga.


"Biarkan Matthew bersama saya bi. Nanti saya yang akan menjaganya."


"Tapi Tuan....." Bibi masih bingung dan ragu kendati dia juga sering mendengar pembicaraan mereka jika Regan adalah ayah biologisnya.


Bisakah dia menitipkan anak majikanya pada Tuan Regan, sedangkan anaknya juga sedang sakit dikampung? Tidak mungkin dia tidak pulang? Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan anaknya sendiri?


"Baiklah Tuan....." kata Bibi lalu menyerahkan Matthew yang sedang tidur pada Regan.


Bibi lalu berpamitan pada Regan dan pergi membawa koper yang sudah dia persiapkan.


Regan hanya sendirian bersama Matthew. Regan menggendong Matthew dan menatap wajahnya sangat lama.

__ADS_1


Regan melihat jika wajah Matthew sangat mirip denganya. Dari garis hidung, bibir dan juga matanya.


"Meskipun ibumu menyembunyikan identitas ayahnya tapi kenyataan jika kita mirip tidak akan mampu dia sembunyikan." kata Regan lalu mencium pipi Matthew yang tertidur lelap.


__ADS_2