
Mila mengantarkan Jihan kerumahnya. Mobil Mila tepat berhenti didepan rumah yang sederhana dan tidak terlalu besar.
Jihan memang hidup sederhana dan rumahnya memang tidak sebesar rumah Mila yang terbilang sukses karena menjadi dokter spesialis kandungan.
Jihan ragu untuk turun dan Mila meyakinkannya jika tidak akan terjadi apa-apa denganya.
"Jihan, kau simpan nomorku baik-baik. Jika kau butuh sesuatu, kau bisa langsung menelponku. Aku akan datang." kata Mila sambil menggenggam tangan Jihan.
Jihan teringat jika putrinya Nayla yang masih anak-anak, saat ini ada bersama ayahnya. Dan Jihan sangat mengkhawatirkan dirinya. Karena saat marah dan emosinya meluap, Reynand suaminya akan bertindak brutal.
Jihan takut, Nayla menjadi luapan kemarahan suaminya karena tidak adanya Jihan saat ini.
"Mila, terimakasih bantuanmu."
Mila mengangguk dan tersenyum pada Jihan.
"Kau harus menunggu saat yang tepat agar tidak ketahuan." kata Mila.
"Aku mengerti." kata Jihan yang berniat kabur dari rumah dan membawa serta putrinya Nayla.
Dan dia akan melakukan rencana nya malam ini juga. Mila berjanji akan membantunya.
Mila lalu turun dan mengantarkan Jihan hingga kepintu. Dia juga ingin melihat putrinya Nayla dan bagaimana keadaan rumahnya.
Terlihat Nayla sedang menonton televisi dan Reynand sedang memangkunya.
"Ibu...." teriak Nayla dan langsung memeluk Jihan. Jihan memeluknya dan tidak kuasa menahan air matanya.
Reynand menatap Mila dengan penuh selidik. Matanya menyipit dan dahinya berkerut.
Dia berfikir keras dan berusaha mengingat siapa Mila. Apakah mereka pernah bertemu?
"Mila, kau boleh pulang, aku baik-baik saja." kata Jihan yang memang tidak suka menerima tamu karena suaminya tidak suka Jihan dekat dengan siapapun.
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik." kata Mila lalu pulang dan memegang pipi Nayla sambil tersenyum manis padanya.
Nayla menatapnya dan membalas senyumannya.
Setelah Mila pulang, Nayla disuruh masuk kedalam dan Reynand memegang dagu Jihan.
"Jangan mencoba melawanku? Atau kau tahu akibatnya!" Ancam Reynand karena Jihan berani membawa temanya datang kerumahnya.
Jihan mengangguk dan Reynand lalu masuk kekamarnya.
***
__ADS_1
Malam hari saat Reynand sudah lelap tertidur, Jihan berjalan dengan mengendap-endap keluar dari kamarnya. Dia lalu mengajak putrinya Nayla untuk keluar dari rumah itu.
"Ibu, kita mau kemana?" tanya Nayla sambil mengucek matanya.
"Ssssttt! Kita akan jalan-jalan. Jangan bersuara...kau mengerti?" kata Jihan.
"Kita akan main petak umpet dengan ayah?" tanya Nayla polos.
"Iya. Dan kau tahu kan jika kau terus bersuara maka kita akan ketahuan. Jadi supaya tidak ketahuan dan ayah tidak menemukan kita maka kita harus diam." Kata Jihan memberi tahu Nayla.
"Iya Bu, Nayla akan diam dan tidak akan berisik," kata Nayla lalu berjalan mengikuti ibunya.
Mereka sampai dihalaman luar dan menelepon Mila.
Tidak lama kemudian Mila sudah datang dan menyuruh mereka masuk kemobilnya.
Tiba-tiba Reynand terjaga dan saat meraba tidak ada Mila disampingnya dia langsung lari keluar. Dan dia lihat pintu luar tidak ditutup tengah malam begini.
Dia berlari melihat kamar Nayla yang kosong, lalu dia segera mengambil motornya dan keluar menyusul mobil Mila.
Jalanan sepi dan hanya mobil Mila yang melewati jalanan itu. Sehingga dengan mudah Reynand bisa mengetahuinya.
Mila menyetir dengan kencang dan tidak tahu jika dia diikuti oleh Reynand.
Akhirnya Mila sampai dipuncak dan memarkir mobilnya dihalaman. Ini adalah rumah yang baru saja dibeli oleh Mila melalui KPR.
Hal itu dia lakukan agar mereka terbebas dari orang yang menakutkan seperti Reynand.
Namun sayangnya Reynand berhasil mengikuti Mila dan melihat mobilnya terparkir disana.
Reynand sembunyi dan melihat jika Jihan masuk kerumah itu. Saat Mila masuk Reynand menarik Jihan keluar dan langsung mengancamnya.
"Ikut pulang denganku atau kau akan menyesal," kata Reynand sambil melirik pada Nayla.
Saat itu juga Mila kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Jihan menggelengkan kepalanya dan memberi kode pada Mila jika dia menyerah dan tidak melanjutkan rencananya.
Jihan disuruh naik keatas motornya bersama Nayla, sementara Reynand masuk kedalam dan menarik Mila kedalam rumah itu.
Mila berusaha melawan tapi Reynand dengan cepat menamparnya hingga dia terjatuh dan Reynand melakban mulutnya lalu mengikat Mila disebuah kamar.
Setelah itu Reynand menutup pintu dan menguncinya dari luar.
Jihan sangat khawatir tapi dia tidak berani melawan Reynand.
__ADS_1
"Kenapa kau masuk kedalam?" Tanya Jihan pada Reynand.
"Aku hanya mengatakan padanya untuk tidak ikut campur urusan orang lain," kata Reynand tapi Jihan tidak percaya jika hanya itu yang dilakukan suaminya.
"Aku akan masuk kedalam dan berpamitan denganya." kata Jihan yang ingin tahu keadaan Mila.
"Jika kau melangkah satu langkah saja maka aku akan mematahkan kakimu." Kata Reynand dengan ancamannya seperti biasanya.
Jihan akhirnya tidak jadi melangkah dan naik kemotornya.
"Ayah, bagaimana ayah bisa menemukan kami? Kata ibu kita sedang main petak umpet. Tapi ayah menemukan kami," kata Nayla dengan polosnya.
"Kau dan ibumu tidak akan menang melawan ayah. Karena ayah pasti akan selalu menemukanmu dimanapun kalian bersembunyi." Kata Reynand sambil tertawa sinis.
Jihan diam saja dan hanya bisa menangis sambil membonceng dibelakang.
"Lain kali kita tidak usah main petak umpet lagi. Kau tahu Nayla?" Kata Reynand.
"Iya ayah...."katanya sangat polos.
Merekapun pulang kerumah sementara Mila terikat dirumahnya sendiri dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.
Dia terikat dirumahnya dipuncak. Dan tidak ada yang tahu jika rumah itu adalah miliknya. Dia baru membelinya beberapa bulan dan belum sempat mengajak bibi juga kesana.
Mila berfikir jika tidak ada yang menemukanya maka dia akan mati dirumahnya sendiri....Mila berusaha melepaskan tali yang mengikatnya namun sia-sia.
Tidak ada barang apapun yang bisa dia gunakan untuk melepaskan diri.
Rumah itu masih kosong dan entah darimana Reynand mendapatkan tali untuk mengikatnya.
Mungkinkah, Reynand sebenarnya sudah tahu rencana mereka dan sudah menyiapkan tali untuk mengikatnya?
Padahal itu adalah tali yang selalu ada dimotor Reynand. Dan entah untuk apa dia memang selalu menyimpan tali dimotornya.
Ternyata tali itu selalu dibawa Reynand untuk mengikat Jihan jika Jihan tidak patuh pada perintahnya dan membuat kesalahan dalam melayaninya.
Misalnya disuruh beli makanan dan dia terlambat datang maka Reynand akan marah dan mengikatnya.
Atau jika Jihan tidak patuh dan salah dalam melakukan tugasnya sebagai seorang istri, maka Reynand juga mengikatnya dan tidak memberinya makan seharian.
Dia sangat kejam, hingga Jihan tidak tahan menjadi istrinya. Namun dia takut untuk kabur dan mengugatnya. dia takut jika Reynand akan menyakiti Nayla, putrinya. Sehingga dia diam saja saat diperlakukan kasar oleh suaminya sendiri.
Dia tidak melawan dan hanya kadang-kadang saja dia melawan. Dan semakin dia melawan, maka akan semakin berat hukuman yang akan diterimanya.
Reynand ternyata saat kecil sering di-bully oleh teman-temannya. Dan setelah dewasa dia menjadi bersikap kasar pada istrinya.
__ADS_1
Terlebih setelah dia tidak diakui anak dan dibuang oleh keluarganya karena sering menyusahkan dan merepotkan keluarganya karena berulang kali harus berurusan dengan hukum.