
Tentang asal usul Mila, mamanya baru mengetahui satu Minggu sebelum pernikahan.
Saat itu sebenarnya pernikahan akan dibatalkan, tapi justru dengan pernikahan itu, akhirnya mereka menemukan cara untuk balas dendam.
Dokter Irwan keluar dari dapur dengan nampan berisi sarapan dan susu.
"Minumlah ini, kau sepertinya sedang tidak enak badan," Kata Dokter Irwan.
Dokter Mila lalu meminum susu itu tanpa curiga.
"Aku akan menyuapimu." Kata dokter Irwan lalu menyuapi Mila dengan kedua tangannya.
Mila belum menghabiskan sarapannya tiba-tiba perutnya mual dan dia muntah-muntah.
Mila muntah dikamar mandi dan dokter Irwan tersenyum ditempat duduknya.
"Sayang, kau baik-baik saja?" Tanya Dokter Irwan
Mila masih mual-mual dan dia lalu pingsan dikamar mandi.
Dokter Irwan menelpon seorang wanita namanya Weni. Weni adalah orang yang dia bayar untuk selalu berada didekatnya.
"Siti, datanglah kemari dan bersihkan kamar mandinya. Kau juga harus mengangkat Mila kesofa." Kata Dokter Irwan menutup teleponnya.
__ADS_1
Siti datang tidak lama setelah menerima telepon dari majikanya. Dia lalu mengangkat badan Mila dan membaringkannya disofa.
"Aku akan pergi. Kau urus dia." Kata Dokter Irwan lalu pergi kekamar sebelah.
Ternyata dikamar sebelah sudah duduk seorang perempuan dengan baju yang transparan. Dia adalah wanita yang sudah dia bayar untuk menemaninya hari ini.
"Kau sepertinya sedang kesal sayang." Kata wanita itu sambil memainkan rambutnya tanpa beranjak dari tempat duduknya.
Irwan lalu duduk disamping wanita itu dan merangkulnya. Dia terpesona dengan pemandangan dibalik baju yang transparan itu.
Dia lalu mencium leher dan bibir wanita itu. Dan wanita itu tahu apa yang harus dia lakukan sebagai wanita yang dibayar untuk menyenangkan para pria.
"Harusnya kau bersama istrimu, kalian sedang berbulan madu. Tapi aku sangat terkejut saat yang memesanku justru pengantin baru yang harusnya bersenang-senang dengan istrinya." Kata Weni dan mulai membuka baju atasan milik dokter Irwan.
Dokter Irwan tidak peduli pada apa yang dikatakan Weni. Dia benar-benar melampiaskan kemarahannya pada hasrat dengan wanita panggilan itu.
Weni lalu memberikan selimut padanya dan membiarkannya tertidur diranjangnya.
Weni sudah mandi dan sudah rapi saat hari menjelang petang. Weni lalu memesan makan malam untuk mereka berdua.
"Sayang....bangunlah...." Kata Weni sambil mencium dada Dokter Irwan yang terbuka.
Dokter Irwan membuka matanya dan menanyakan sekarang jam berapa.
__ADS_1
"Jam berapa sekarang?"
"Jam 6. Aku sudah memesan makan malam untuk kita berdua. Makanlah bersamaku." Kata Weni.
Dokter Irwan mengangguk dan makan bersama Weni.
"Aku dengar kau seorang dokter, tapi ini adalah pertama kalinya aku melayani dokter tampan seperti dirimu." Kata Weni sambil menyuapkan makanan kemulut dokter Irwan.
"Ini hanya kau dan aku yang tahu. Aku tidak mau kau menemuiku setelah hari ini." Kata Dokter Irwan.
"Aku tidak akan menemuimu jika tidak kau yang memintanya." Kata Weni tersenyum kecut.
"Kau habiskan, aku harus segera pergi dan kembali kekamarku. Uangmu sudah aku transfer kerekeningmu." Kata dokter Irwan lalu pergi meninggalkan Weni.
Weni melihatnya hingga dia menutup pintunya kembali. Dalam hati Weni juga tidak habis pikir, pengantin baru yang sangat aneh.
Biasanya pria yang membelinya adalah mereka yang sudah bosan dengan pernikahannya, bukan yang baru memulai dan bahkan sedang berbulan madu dengan istrinya.
Mila sudah mandi dan sudah rapi saat Dokter Irwan datang.
"Suamiku, kau baru pulang? Maafkan aku karena aku membuat bulan madu kita menjadi seperti ini." Kata Mila sedih.
"Tidak apa Mila. Aku tadi menemui seorang temanku, sehingga aku meninggalkamu sendirian. Bagaimana keadaanmu?"
__ADS_1
"Siti sudah memberiku obat. Dan aku sudah baikan sekarang." Kata Mila lalu duduk disamping suaminya dan bersandar padanya.
"Mila, sebaiknya aku mandi dulu." Kata Irwan dan Mila yang baru saja bersandar terpaksa mengangkat kepalanya lagi dan mengangguk pada suaminya.